Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL
<p><strong>Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan<br /></strong><br />Merupakan jurnal pendidikan bahasa dan sastra daerah yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Jurnal Tiyuh Lampung mengangkat topik seputar Bahasa, Kebudayaan, dan Pembelajarannya. Ruang Lingkup penulis dari lingkungan Dosen/Guru, Mahasasiswa, maupun para akademisi.</p> <p><strong>Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan<br /></strong><br />Yakdo jurnal pendidikan bahasa, sastra, rik budaya Lampung sai terbit ruwa kali delom setahun, yakdo Juni rik November. Jurnal Tiyuh Lampung ngebista perihal bahasa, sastra, budaya, rik pembelajaranne. Penulisne dapok dosen, guru, mahasiswa, praktisi, pemerhati, juga akademisi.</p> <p><strong>Journal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan</strong><br /><br />It is a regional language and literature education journal that is published twice a year, namely in June and November. Tiyuh Lampung Journal raises topics about Language, Culture, and Learning. Scope of writers from the environment of Lecturers/Teachers, Students, and academics.</p> <p> </p> <p><strong>E-ISSN: 2987-1255</strong></p> <p>DOI Jurnal: <a href="http://dx.doi.org/10.23960/Tiyuh">http://dx.doi.org/10.23960/Tiyuh</a> </p>FKIP Universitas Lampungen-USJurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan2987-1255STRATEGI GENERASI MUDA DALAM MEMPERTAHANKAN EKSITENSI BAHASA LAMPUNG DI ERA MODERN
https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2404
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Bahasa Lampung merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah yang perlu dipertahankan keberadaannya. Namun, perkembangan era modern, dominasi bahasa Indonesia, perubahan lingkungan sosial, dan penggunaan media digital menyebabkan penggunaan bahasa Lampung di kalangan generasi muda semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi generasi muda dalam mempertahankan eksistensi bahasa Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa generasi muda dapat berperan dalam mempertahankan bahasa Lampung melalui penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan media sosial, penguatan pembelajaran bahasa daerah, serta peningkatan rasa bangga terhadap bahasa Lampung. Dengan demikian, keterlibatan aktif generasi muda dan dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta pemerintah menjadi penting agar bahasa Lampung tetap digunakan dan diwariskan di tengah perkembangan zaman. </p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><strong><em>Abstrac</em></strong><strong><em>t</em></strong></p> <p><em>The Lampung language is an important part of the regional identity and cultural heritage that needs to be preserved. However, the development of the modern era, the dominance of the Indonesian language, changes in the social environment, and the use of digital media have contributed to the declining use of the Lampung language among young people. This study aims to analyze the strategies employed by young people to maintain the existence of the Lampung language. The study uses a descriptive qualitative approach with a literature review method. Data were collected from relevant scholarly journals, books, policy documents, and previous studies. The findings indicate that young people can play an important role in preserving the Lampung language through its use in daily communication, the utilization of social media, the strengthening of local language education, and the development of pride in the Lampung language. Therefore, the active involvement of young people, supported by families, schools, communities, and the government, is essential to ensure that the Lampung language continues to be used and passed down to future generations amid ongoing developments. </em></p>Dara RamadhaniRatna DewiDitta Aulia AnggrainiDiah Ana FadilaNadira FebriyaniNanda Purmaya SariPutra Sanjaya
Copyright (c) 2026 Dara Ramadhani, Ratna Dewi, Ditta Aulia Anggraini, Diah Ana Fadila, Nadira Febriyani, Nanda Purmaya Sari, Putra Sanjaya
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-11-062025-11-061021710.23960/tiyuhlampung.v10i2.2404PENGGUNAAN BAHASA LAMPUNG DALAM PERCAKAPAN SEHARI HARI: SAPAAN ANGGOTA KELUARGA, PERKENALAN, ANGKA, DAN AKTIVITAS SEHARI-HARI
https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2413
<p>Bahasa Lampung merupakan salah satu bahasa daerah yang menjadi unsur identitas dan kebudayaan masyarakat Lampung. Pemakaian bahasa ini dalam percakapan sehari-hari berperan sebagai salah satu upaya pelestarian bahasa daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Lampung dalam percakapan sehari-hari, yang mencakup aspek sapaan, perkenalan, anggota keluarga, angka, serta aktivitas rutin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan percakapan. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mengelompokkan kosakata berdasarkan tema yang dikaji. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa bahasa Lampung masih digunakan dalam berbagai bentuk komunikasi sederhana. Penggunaan bahasa ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi semata, melainkan juga sebagai bagian dari kebudayaan yang harus dikenalkan dan dilestarikan, terutama kepada generasi muda<strong>. </strong></p>Levia SendikaRatna DewiInsan HadiIsnan Nur AnisaLala HasnitaNurhabibah
Copyright (c) 2026 Levia Sendika, Ratna Dewi, Insan Hadi, Isnan Nur Anisa, Lala Hasnita, Nurhabibah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-11-062026-11-0610281410.23960/tiyuhlampung.v10i2.2413TATA KRAMA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN
https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2415
<p>Tata krama merupakan unsur krusial dalam kebudayaan masyarakat Lampung Saibatin yang berfungsi sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai bentuk tata krama masyarakat Lampung Saibatin serta kaitannya dengan nilai-nilai budaya dan falsafah Piil Pesenggiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran dan kajian terhadap artikel jurnal ilmiah serta literatur yang relevan. Hasil kajian mengungkapkan bahwa tata krama masyarakat Lampung Saibatin tercermin melalui pemberian gelar adat pada saat pernikahan, penghormatan kepada orang yang lebih tua, keramahan terhadap tamu, kemampuan bergaul dengan masyarakat, serta sikap tolong-menolong dan gotong royong. Bentuk-bentuk tata krama tersebut mencerminkan nilai-nilai kesopanan, penghormatan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Oleh sebab itu, pelestarian tata krama masyarakat Lampung Saibatin perlu dilakukan agar nilai-nilai budaya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.</p> <p> </p> <p>Etiquette is a crucial element in the culture of the Lampung Saibatin people, serving as a guideline for attitudes and behavior in daily life. This study aims to describe various forms of etiquette in the Lampung Saibatin people and their relationship to the cultural values and philosophy of Piil Pesenggiri. The method used in this study is descriptive qualitative with a library research approach. Data were collected through searching and reviewing scientific journal articles and relevant literature. The results of the study revealed that the etiquette of the Lampung Saibatin people is reflected in the granting of traditional titles during marriage, respect for elders, friendliness towards guests, the ability to socialize with the community, and an attitude of mutual assistance and mutual cooperation. These forms of etiquette reflect the values of politeness, respect, responsibility, and social concern. Therefore, the preservation of etiquette in the Lampung Saibatin people is necessary so that cultural values are maintained and can be passed on to the next generation.</p>NurainiRatna DewiAnisa FebrianiAzzahra SalsabilaErineEsixtha Pinkan Jeniary
Copyright (c) 2026 Nuraini, Ratna Dewi, Anisa Febriani, Azzahra Salsabila, Erine, Esixtha Pinkan Jeniary
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-11-062026-11-06102152110.23960/tiyuhlampung.v10i2.2415MENGENAL BAHASA LAMPUNG: KAJIAN KOSAKATA DAN PERBEDAAN DIALEK A DAN O
https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2418
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Bahasa daerah merupakan salah satu bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki ciri khas berbeda di setiap wilayah. Salah satu bahasa daerah tersebut adalah Bahasa Lampung yang digunakan oleh masyarakat Lampung dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kosakata dasar, ungkapan sederhana, serta penggunaan dialek A dan dialek O dalam Bahasa Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber tertulis yang berkaitan dengan Bahasa Lampung dan variasi dialeknya, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dialek A dan dialek O memiliki beberapa perbedaan dalam kosakata dan penggunaannya, tetapi keduanya tetap menjadi bagian dari Bahasa Lampung. Oleh karena itu, pengenalan dan penggunaan Bahasa Lampung perlu terus dilakukan sebagai upaya melestarikan bahasa daerah dan menjaga identitas budaya masyarakat Lampung.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Regional languages are an important part of Indonesia’s cultural heritage and have distinctive characteristics in each region. One of these regional languages is the Lampung language, which is used by the Lampung community in everyday communication. This study aims to identify basic vocabulary, simple expressions, and the use of A and O dialects in the Lampung language. This study uses a descriptive method with a qualitative approach through a literature review. The data were obtained from various written sources related to the Lampung language and its dialect variations and were then analyzed descriptively. The results show that the A and O dialects have several differences in vocabulary and usage, but both remain part of the Lampung language. Therefore, introducing and using the Lampung language should be continuously encouraged as an effort to preserve regional languages and maintain the cultural identity of the </em><em>Lampung community.</em></p>Callystha DeebaDwi LarasIntan FibrianaRatna DewiIrfan HidayatMuhammad Yusuf Jauhari
Copyright (c) 2026 Callystha Deeba, Dwi Laras, Intan Fibriana, Ratna Dewi, Irfan Hidayat, Muhammad Yusuf Jauhari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-11-062026-11-06102222710.23960/tiyuhlampung.v10i2.2418NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TATA KRAMA ADAT LAMPUNG PEPADUN
https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2419
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam tata krama adat Lampung Pepadun melalui pemetaan penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka integratif. Sumber dianalisis dari 15 artikel ilmiah akses terbuka yang terbit pada 2021–2025 dan membahas budaya Pepadun, Piil Pesenggiri, tradisi Lampung, pendidikan karakter, literasi budaya, serta pelestarian budaya. Data dianalisis melalui tahap identifikasi, pengodean tematik, perbandingan temuan, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata krama Pepadun berfungsi sebagai pendidikan informal yang menanamkan penghormatan, keramahan, kemampuan hidup bersama, tanggung jawab, musyawarah, solidaritas, dan gotong royong. Nilai tersebut terhubung dengan empat unsur Piil Pesenggiri, yaitu juluk adok, nemui nyimah, nengah nyappur, dan sakai sambayan. Penelitian terdahulu lebih banyak mengkaji satu tradisi, satu praktik hukum-adat, atau penerapan Piil Pesenggiri dalam pembelajaran. Masih terbatas kajian yang memetakan tata krama sebagai sistem pendidikan karakter dan membahas hubungan antara pewarisan adat, sekolah, serta modernisasi. Artikel ini mengisi ruang tersebut melalui sintesis lintas penelitian. Implikasinya, pendidikan berbasis budaya lokal perlu menggunakan praktik adat sebagai sumber belajar kontekstual, melibatkan generasi muda, dan membedakan nilai inti yang perlu dipertahankan dari bentuk praktik yang perlu dikaji secara kritis.</p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><strong><em>Abstrac</em></strong><strong><em>t</em></strong></p> <p><em>This study aims to analyze the character education values embedded in the etiquette of Lampung Pepadun customs through a mapping of previous studies. This study employs a qualitative approach using an integrative literature review method. The sources analyzed consisted of 15 open-access scientific articles published between 2021 and 2025 that discuss Pepadun culture, Piil Pesenggiri, Lampung traditions, character education, cultural literacy, and cultural preservation. The data were analyzed through the stages of identification, thematic coding, comparison of findings, and synthesis. The results show that Pepadun etiquette functions as informal education that instills respect, hospitality, the ability to live together, responsibility, deliberation, solidarity, and mutual cooperation. These values are connected to the four elements of Piil Pesenggiri, namely juluk adok, nemui nyimah, nengah nyappur, and sakai sambayan. Previous studies have predominantly examined individual traditions, specific customary-law practices, or the implementation of Piil Pesenggiri in learning. Studies that map etiquette as a character education system and examine the relationship between customary transmission, schooling, and modernization remain limited. This article addresses this gap through a cross-study synthesis. The findings imply that local culture-based education needs to utilize customary practices as contextual learning resources, involve younger generations, and distinguish core values that should be preserved from forms of practice that need to be critically examined.</em></p>Alisa AnggrainiAulia Fatimah Az-zahraFenti Nabila ZahraRatna DewiRahma Adillia SafitriZuriati
Copyright (c) 2026 Alisa Anggraini, Aulia Fatimah Az-zahra, Fenti Nabila Zahra, Ratna Dewi, Rahma Adillia Safitri, Zuriati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-11-062026-11-06102232910.23960/tiyuhlampung.v10i2.2419