Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL <p><strong>Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan<br /></strong><br />Merupakan jurnal pendidikan bahasa dan sastra daerah yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Jurnal Tiyuh Lampung mengangkat topik seputar Bahasa, Kebudayaan, dan Pembelajarannya. Ruang Lingkup penulis dari lingkungan Dosen/Guru, Mahasasiswa, maupun para akademisi.</p> <p><strong>Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan<br /></strong><br />Yakdo jurnal pendidikan bahasa, sastra, rik budaya Lampung sai terbit ruwa kali delom setahun, yakdo Juni rik November. Jurnal Tiyuh Lampung ngebista perihal bahasa, sastra, budaya, rik pembelajaranne. Penulisne dapok dosen, guru, mahasiswa, praktisi, pemerhati, juga akademisi.</p> <p><strong>Journal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan</strong><br /><br />It is a regional language and literature education journal that is published twice a year, namely in June and November. Tiyuh Lampung Journal raises topics about Language, Culture, and Learning. Scope of writers from the environment of Lecturers/Teachers, Students, and academics.</p> <p> </p> <p><strong>E-ISSN: 2987-1255</strong></p> <p>DOI Jurnal: <a href="http://dx.doi.org/10.23960/Tiyuh">http://dx.doi.org/10.23960/Tiyuh</a> </p> en-US jurnal.pbs@fkip.unila.ac.id (Dola Azkani Putri) m.ramdhan@fkip.unila.ac.id (Muhammad Ramdhan Fathin Al-Farabi) Tue, 30 Jun 2026 14:45:30 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PIIL PESENGGIRI: WARISAN BUDAYA YANG MENJAGA KEHORMATAN DAN HARGA DIRI https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2307 <p>Artikel ini bertujuan untuk mengulas Piil Pesenggiri sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas masyarakat Lampung. Piil Pesenggiri merupakan prinsip dasar atau falsafah dalam kehidupan masyarakat Lampung. Ciri ini dapat dilihat dalam cara mereka berperilaku dan bersosialisasi, baik di dalam kelompok mereka sendiri maupun dengan kelompok yang berbeda. Arti dari Piil Pesenggiri juga kerap dipahami sebagai tanda atau simbol dari “harga diri” masyarakat asli Lampung. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi literatur, di mana informasi diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, ensiklopedia, dokumen, majalah, dan lainnya. Sumber tambahan juga diambil dari jurnal online serta situs internet. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa Piil Pesenggiri adalah cara pandang hidup masyarakat Lampung, yang dipengaruhi oleh nilai-nilai ajaran Islam dan menjadi representasi dari prinsip dasar atau filosofi kehidupan mereka. Ini menekankan pentingnya nilai harga diri dan sikap untuk tidak mundur dalam berinteraksi dengan orang lain serta kelompok lain, sekaligus mengarah pada perasaan empati dan penyesuaian diri dalam tatanan budaya masyarakat.</p> <p> </p> <p><em>This article aims to examine </em>Piil Pesenggiri<em> as part of the cultural heritage and identity of the Lampung people. Piil Pesenggiri is a fundamental principle or philosophy that shapes their behavior and social interactions, both within their own community and with other groups, and is often understood as a symbol of the dignity of the indigenous Lampung people. This study uses a literature review method, drawing information from books, encyclopedias, documents, magazines, online journals, and various internet sources. The analysis shows that Piil Pesenggiri reflects the worldview of the Lampung community, influenced by Islamic values and representing their core life philosophy. It emphasizes the importance of maintaining dignity and standing firm when interacting with others, while also fostering empathy and adaptability within the cultural structure of society.</em></p> Dilla Desiana Putri, Windo Dicky Irawan Copyright (c) 2026 Dilla Desiana Putri, Windo Dicky Irawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2307 Wed, 10 Jun 2026 00:00:00 +0000 CANGGET NYAMBUK TEMUI: FUNGSI, ESTETIKA, DAN PERAN SOSIAL DALAM UPACARA PENYAMBUTAN TAMU AGUNG MASYARAKAT LAMPUNG https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2304 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk koreografi, fungsi sosial-kultural, dan dinamika pelestarian <em>Cangget</em> Nyambuk Temui di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi partisipatif pada pertunjukan adat, dan wawancara mendalam dengan penari, tokoh adat, dan pelestari seni lokal. Hasil penelitian menunjukkan (1) struktur koreografis <em>Cangget</em> Nyambuk Temui mempertahankan pola gerak tradisional (sembah, langkah ukel, penutupan malu) namun mengalami adaptasi estetika; (2) fungsi sosialnya tetap sebagai sarana penghormatan, legitimasi sosial, dan penguatan identitas adat meski tantangan modernisasi mempengaruhi praktiknya. Implikasi penelitian menekankan pentingnya strategi revitalisasi berbasis komunitas untuk mempertahankan nilai-nilai inti sekaligus memberi ruang inovasi koreografis yang kontekstual.</p> <p> </p> <p><em>This study aims to describe the choreographic structure, socio-cultural functions, and preservation dynamics of Cangget Nyambuk Temui in the contemporary era. A descriptive qualitative method was employed using literature review, participant observation of traditional performances, and in-depth interviews with dancers, adat leaders, and local cultural custodians. Findings indicate (1) the choreographic structure retains traditional movement patterns (salam/tribute gestures, ukel steps, modest closing) while experiencing aesthetic adaptations; (2) its social functions persist as an instrument of respect, social legitimation, and identity reinforcement despite modernization pressures. The study suggests community-based revitalization strategies that preserve core values while allowing contextual choreographic innovation.</em></p> Arya Putra Nugraha, Dwi Hayati Copyright (c) 2026 Arya Putra Nugraha, Dwi Hayati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2304 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA MEDIA INFORMASI AKADEMIK DAN RUANG PUBLIK DI SEKITAR LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS LAMPUNG https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/1967 <p><em>Analysis of Language Errors on Academic Information Media and Public Spaces Around the Campus Environment. Language is a primary communication tool that must be used correctly, especially in academic environments. However, there are still many language errors found in digital academic announcement media and public space signage around campuses. This study aims to identify, classify, and analyze errors in spelling, diction, and effective sentences based on the Enhanced Spelling (EYD V) and the Indonesian Large Dictionary (KBBI). This study uses a qualitative descriptive method with a distribution-reading technique. The data source consists of 15 digital announcements on campus social media and 10 signboards or banners around the campus. The results show that spelling errors (typos and non-standard words) are the most dominant type of error, followed by morphological errors and ineffective sentences caused by pleonasm and ambiguous structures. This study implies the importance of increasing linguistic awareness through language optimization in public and academic spaces.</em></p> <p> </p> <p>Analisis Kesalahan Berbahasa pada Media Informasi Akademik dan Ruang Publik di Sekitar Lingkungan Kampus. Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang harus digunakan secara tepat, terlebih di lingkungan akademis. Namun, kenyataannya masih banyak ditemukan kesalahan berbahasa pada media pengumuman akademik digital maupun papan informasi ruang publik di sekitar kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis bentuk kesalahan ejaan, diksi, dan kalimat efektif berdasarkan Ejaan yang Disempurnakan (EYD V) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat. Sumber data berupa 15 unggahan pengumuman digital di media sosial kampus dan 10 papan nama atau spanduk di sekitar lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan (penulisan kata baku dan tanda baca) menjadi jenis kesalahan paling dominan, diikuti oleh kesalahan morfologis serta ketidakefektifan kalimat akibat pleonasme dan struktur rancu. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran kebahasaan melalui optimalisasi penyuntingan bahasa di ruang publik dan akademik.</p> Auliya Dwi Romadhoni, Incik Fitri Septilina, Atik Kartika, Siska Meirita, Destiani Destiani Copyright (c) 2026 Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/1967 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0000 PERAN CERITA RAKYAT DALAM MEMPERKAYA WARISAN SASTRA LISAN LAMPUNG https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2305 <p>Cerita rakyat merupakan kekayaan budaya yang memiliki peran penting dalam memperkaya warisan sastra lisan di suatu daerah. Tujuan dari penelitian ini membahas peran cerita rakyat dalam memperkaya warisan sastra lisan Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan melalui kajian literatur terkait cerita rakyat dan sastra lisan Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Lampung, seperti legenda, mite, dan fabel, memainkan peranan penting dalam melestarikan dan memperkaya warisan sastra lisan di Lampung. Cerita-cerita tersebut mengandung nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan pengetahuan tradisional masyarakat Lampung yang diwariskan secara turun-temurun. Pewarisan cerita rakyat secara lisan telah menjadi tradisi masyarakat Lampung yang membantu mempertahankan identitas dan kekayaan budaya daerah. Artikel ini menyimpulkan bahwa upaya pelestarian dan pengembangan cerita rakyat Lampung sangat penting untuk memperkuat warisan sastra lisan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.</p> <p> </p> <p><em>Folklore is a cultural treasure that has an important role in enriching the oral literary heritage in a region. The purpose of this research discusses the role of folklore in enriching Lampung's oral literary heritage. This research uses a qualitative approach with a literature study method. Data were collected through literature review related to folklore and Lampung oral literature. The results showed that Lampung folktales, such as legends, mites, and fables, play an important role in preserving and enriching the oral literary heritage in Lampung. These stories contain cultural values, local wisdom, and traditional knowledge of Lampung people that are passed down from generation to generation. The oral transmission of folklore has become a tradition of Lampung people that helps maintain the identity and cultural wealth of the region. This article concludes that efforts to preserve and develop Lampung folklore are very important to strengthen oral literary heritage as part of regional cultural wealth.</em></p> Khaila Dwi Hakiki Copyright (c) 2026 Khaila Dwi Hakiki https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2305 Sat, 13 Jun 2026 00:00:00 +0000 PISAAN DALAM PEMBERIAN ADOK UPACARA ADAT LAMPUNG PEPADUN https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2306 <p><em>Pisaan </em>Lampung merupakan salah satu bentuk puisi lisan tradisional masyarakat Lampung yang berfungsi sebagai media penyampaian nasihat, nilai moral, serta ekspresi budaya. Karya sastra ini biasanya dilantunkan dalam berbagai upacara adat, terutama pada prosesi pernikahan, sebagai ungkapan restu dan doa kepada mempelai. Penelitian mengenai <em>Pisaan </em>Lampung penting dilakukan untuk memahami struktur, fungsi, dan makna yang terkandung di dalamnya sebagai warisan budaya takbenda. Melalui analisis tekstual dan konteks pementasan, penelitian ini menunjukkan bahwa <em>Pisaan </em>Lampung tidak hanya memiliki nilai estetika dalam pilihan bahasa dan irama, tetapi juga memuat nilai-nilai kearifan lokal seperti penghormatan kepada orang tua, pentingnya menjaga hubungan sosial, serta pedoman hidup bermasyarakat. Dengan demikian, <em>Pisaan </em>Lampung berperan sebagai sarana pewarisan identitas budaya dan pembentukan karakter generasi muda Lampung.</p> <p> </p> <p><em>Lampung Pisaan is a form of traditional oral poetry of the Lampung people that serves as a medium for conveying advice, moral values, and cultural expression. This literary work is usually sung in various traditional ceremonies, especially at wedding processions, as an expression of blessing and prayer for the bride and groom. Research on Lampung Pisaan is important to understand the structure, function, and meaning contained within it as an intangible cultural heritage. Through textual analysis and performance context, this study shows that Lampung Pisaan not only has aesthetic value in the choice of language and rhythm, but also contains values of local wisdom such as respect for parents, the importance of maintaining social relationships, and guidelines for living in society. Thus, Lampung Pisaan plays a role as a means of inheriting cultural identity and character building for Lampung's younger generation.</em></p> Safira Maulana Copyright (c) 2026 Safira Maulana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JTL/article/view/2306 Mon, 15 Jun 2026 00:00:00 +0000