Inner conflict, which is an essential part of a story, reflects the emotional challenges of daily life and is often used by authors as a medium to convey emotions and messages to readers. Inner conflict is a psychological issue within an individual that influences the behavior of the character experiencing it. This study aims to examine the inner conflict of the main character, Yoga, in the novel “7 Prajurit Bapak” by Wulan Nurmalia. The research employs a qualitive descriptive method by analyzing the content of the story. The findings indicate that Yoga’s inner conflict is triggered by daily experiences involving emotions such as worry about others well-being, sadness over the loss of family members, shame from an inability to express emotions, disappointment due to romantic rejection, anger, confusion when facing difficult decisions, and social comparisons leading to envy.
Konflik batin yang merupakan bagian penting dari cerita mencerminkan tantangan emosional manusia sehari-hari dan sering diangkat sastrawan sebagai medium untuk menyampaikan emosi dalam cerita dan pesan kepada pembaca. Konflik batin pula merupakan suatu permasalahan dalam jiwa seseorang yang mempengaruhi perilaku tokoh yang mengalami hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konflik batin tokoh utama yakni Yoga dalam novel “7 Prajurit Bapak” karya Wulan Nurmalia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis isi cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh Yoga dipicu oleh pengalaman sehari-hari yang melibatkan emosi khawatir akan kondisi orang lain, sedih karena kehilangan anggota keluarga, malu karena tidak mampu mengekspresikan emosi, kecewa akibat penolakan dalam hubungan asmara, marah, bingung saat menghadapi keputusan sulit, serta perbandingan sosial yang menyebabkan iri hati.