https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/issue/feed Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-10-21T15:32:21+00:00 Rahmat Prayogi, S.Pd., M.Pd. rahmat.prayogi@fkip.unila.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Education, Language, and Art</strong> <strong>(ELA)</strong> merupakan jurnal ilmiah yang menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan, bahasa, dan seni. <strong>Education, Language, and Art</strong> <strong>(ELA)</strong> diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. <strong>Education, Language, and Art</strong> <strong>(ELA)</strong> terbit dua kali setahun yaitu Bulan April/Mei dan September/Oktober.</p> <p>E-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220615010606151" target="_blank" rel="noopener">2830-5205</a></p> https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/2282 PELATIHAN MODEL TRIAKSI UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN MENARI MURID DAN GURU SENI BUDAYA 2026-08-22T01:41:48+00:00 Lora Gustia Ningsih lora.gustia2@fkip.unila.ac.id Dwiyana Habsary lora.gustia@fkip.unila.ac.id Afrizal Yudha Setiawan lora.gustia@fkip.unila.ac.id Rachel Angelysca lora.gustia@fkip.unila.ac.id Irna Khaleda Nurmeta lora.gustia@fkip.unila.ac.id <p><em>This activity was motivated by the high level of student enthusiasm for the dance extracurricular program at SMA Perintis 1 Bandar Lampung; however, guidance and support for developing artistic achievements—including participation in the FLS2N competition—had not yet been optimized. Objective: To provide training using the TriAksi Model (Activation–Rhythm–Expression) to build students' dance readiness while offering alternative training strategies for Arts and Culture teachers. Method: The community service activity involved training 21 students through a combination of demonstrations, hands-on practice, mentoring, discussions, and evaluations. The "Activation" phase focused on physical readiness; "Rhythm" focused on sensitivity to Rhythm, beats, and tempo; and "Expression" focused on confidence and expressive movement. Results: Participants demonstrated enthusiasm and active engagement throughout the training; they began to understand the importance of physical preparation, successfully followed Rhythm exercises, and showed greater confidence in movement exploration and Expression. The training also provided Arts and Culture teachers with valuable experience and alternative approaches for conducting dance extracurricular activities.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya antusiasme siswa terhadap ekstrakurikuler tari di SMA Perintis 1 Bandar Lampung, tetapi pembinaan dan dukungan terhadap pengembangan prestasi seni, termasuk FLS2N, belum optimal.&nbsp;Tujuan:&nbsp;memberikan pelatihan Model TriAksi (<em>Activation</em><em>–Rhythm–Expression</em>) untuk membangun kesiapan menari siswa sekaligus memberikan alternatif strategi latihan bagi guru Seni Budaya.&nbsp;Metode:&nbsp;pengabdian dilaksanakan melalui pelatihan kepada 21 siswa dengan pendekatan demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, diskusi, dan evaluasi.&nbsp;<em>Activation</em>&nbsp;berfokus pada kesiapan tubuh,&nbsp;<em>Rhythm</em>&nbsp;pada kepekaan terhadap irama, ketukan, dan tempo, sedangkan&nbsp;<em>Expression</em>&nbsp;pada keberanian dan ekspresi gerak.&nbsp;Hasil:&nbsp;peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama pelatihan, mulai memahami pentingnya persiapan tubuh, mampu mengikuti latihan irama, serta lebih berani melakukan eksplorasi dan ekspresi gerak. Pelatihan juga memberikan pengalaman dan alternatif pembinaan ekstrakurikuler tari bagi guru Seni Budaya.</p> 2026-09-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/2284 PELATIHAN MODIFIKASI PERILAKU REMAJA BERBASIS HABIT FORMATION BAGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMP DI KOTA BANDAR LAMPUNG 2026-08-22T17:00:18+00:00 Ranni Rahmayanthi Z. ranni.rahmayanthi@fkip.unila.ac.id Ratna Widiastuti ranni.rahmayanthi@fkip.unila.ac.id Moch Johan Pratama ranni.rahmayanthi@fkip.unila.ac.id Yohana Oktariana ranni.rahmayanthi@fkip.unila.ac.id Yulianton Ashzar Ibrahim ranni.rahmayanthi@fkip.unila.ac.id <p><em>The issue of </em><em>Maladaptive behavior among junior high school students requires Guidance and Counseling teachers to adopt a systematic, preventive, and sustainable intervention framework. This community service program aimed to enhance the competencies of junior high school guidance and counseling teachers in Bandar Lampung City in designing behavioral interventions using the Habit-Based Behavior Modification Intervention (HB-BMI) model. The program was carried out through a four-hour interactive workshop attended by 35 guidance and counseling teachers, members of the junior high school MGBK in Bandar Lampung City, employing material delivery, case discussions, group exercises, a pretest, and a posttest. The content covered target behavior identification, cue analysis, micro-habit design, reinforcement, and behavioral change monitoring. Results indicated that the "high" understanding category rose from 14.3% to 80.0%, while the "low" category declined from 31.4% to 8.6%. The training strengthened teachers' understanding and readiness to develop more systematic, practical habit-forming interventions for adolescents.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Permasalahan perilaku maladaptif pada siswa sekolah menengah pertama menuntut guru Bimbingan dan Konseling memiliki kerangka intervensi yang sistematis, preventif, dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru BK SMP se-Kota Bandar Lampung dalam merancang intervensi perilaku melalui model <em>Habit-Based Behavior Modification Intervention</em> (HB-BMI). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk <em>workshop</em> interaktif selama empat jam, diikuti oleh 35 guru BK anggota MGBK SMP Kota Bandar Lampung, dengan metode pemaparan materi, diskusi kasus, latihan kelompok, <em>pretest</em>, dan <em>posttest</em>. Materi mencakup identifikasi perilaku sasaran, analisis pemicu (<em>cue</em>), perancangan kebiasaan mikro, penguatan (<em>reinforcement</em>), dan pemantauan perubahan perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kategori pemahaman "tinggi" dari 14,3% menjadi 80,0%, serta penurunan kategori "rendah" dari 31,4% menjadi 8,6%. Pelatihan ini memperkuat pemahaman dan kesiapan guru BK dalam mengembangkan intervensi pembentukan kebiasaan yang lebih sistematis dan aplikatif bagi remaja.</p> 2026-09-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/2337 PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS AKTIVITAS INTERAKTIF 2026-09-30T22:08:44+00:00 Fidyawati Monoarfa fidyamonoarfa@ung.ac.id Nur Sakinah Aries fidyamonoarfa@ung.ac.id Reska Putri Ismail fidyamonoarfa@ung.ac.id Sri Handayani fidyamonoarfa@ung.ac.id <p><em>This community service program aims to improve the initial reading and numeracy skills of elementary school students through the application of language-based interactive learning supported by digital media. This activity was carried out as an effort to overcome the problem of students' low basic skills in recognizing letters, reading syllables, understanding words, composing simple sentences, and understanding basic numeracy concepts. The method of implementing activities is carried out through learning assistance, the use of interactive digital media, story-based reading activities, educational games, and numeracy exercises through contextual questions. The learning approach integrates the surrounding environment and local cultural context as a learning resource that is relevant to students' experiences. This activity involves teachers and students in the process of implementation, mentoring, and evaluation of the development of literacy and numeracy skills. The expected outcomes are in the form of improving students' reading and numeracy skills, increasing learning motivation, and the availability of interactive learning media that can be used continuously by elementary school teachers.</em></p> <p> </p> <p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan dan numerasi siswa Sekolah Dasar melalui penerapan pembelajaran interaktif berbasis bahasa yang didukung oleh media digital. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan dasar siswa dalam mengenal huruf, membaca suku kata, memahami kata, menyusun kalimat sederhana, serta memahami konsep numerasi dasar. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendampingan pembelajaran, penggunaan media digital interaktif, kegiatan membaca berbasis cerita, permainan edukatif, dan latihan numerasi melalui soal kontekstual. Pendekatan pembelajaran mengintegrasikan lingkungan sekitar dan konteks budaya lokal sebagai sumber belajar yang relevan dengan pengalaman siswa. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa dalam proses implementasi, pendampingan, serta evaluasi perkembangan kemampuan literasi dan numerasi. Luaran yang diharapkan berupa peningkatan kemampuan membaca dan numerasi siswa, peningkatan motivasi belajar, serta tersedianya media pembelajaran interaktif yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh guru Sekolah Dasar.</p> 2026-09-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/2317 WORKSHOP ARANSEMEN MUSIK BERBASIS DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS SENIMAN DAN MAHASISWA SE-KOTA BANDAR LAMPUNG 2026-09-30T22:25:58+00:00 Bian Pamungkas bian.pamungkas@fkip.unila.ac.id Hasyimkan bianpamungkas@fkip.unila.ac.id Agung Hero Hernanda bianpamungkas@fkip.unila.ac.id Prisma Tejapermana bianpamungkas@fkip.unila.ac.id Erizal Barnawi bianpamungkas@fkip.unila.ac.id <p><em>Advancements in digital technology require artists and music students to possess the ability to utilize technology in the music arrangement process. This community service initiative aimed to enhance participants' knowledge, skills, and creativity regarding music arrangement using Digital Audio Workstations (DAWs). The activity involved 30 participants, primarily Music Education students from the University of Lampung. The methodology comprised lectures, demonstrations, hands-on practice, mentoring, discussions, project presentations, and evaluations. The curriculum covered arrangement concepts, digital music and DAWs, the application of rhythm and melody, virtual instruments, as well as mixing, mastering, and audio exporting. The results indicate that the workshop provided practical experience and skills in using digital technology to develop music arrangements while fostering participant creativity. This initiative is expected to support creative independence and strengthen the creative music ecosystem in Bandar Lampung City.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Perkembangan teknologi digital menuntut seniman dan mahasiswa musik memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi dalam proses aransemen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas peserta dalam aransemen musik berbasis <em>Digital Audio Workstation (DAW)</em>. Kegiatan melibatkan 30 peserta yang didominasi mahasiswa Pendidikan Musik Universitas Lampung. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik, pendampingan, diskusi, presentasi karya, dan evaluasi. Materi mencakup konsep aransemen, musik digital dan DAW, penerapan ritme dan melodi, virtual <em>instrument</em>, serta <em>mixing</em>, <em>mastering</em>, dan <em>export</em> audio. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa <em>workshop</em> memberikan pengalaman dan keterampilan praktis dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan aransemen musik serta mendorong kreativitas peserta. Kegiatan ini diharapkan mendukung kemandirian berkarya dan penguatan ekosistem musik kreatif di Kota Bandar Lampung.</p> 2026-09-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/2373 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PRODUK REKAYASA KETEKNIKAN BERBASIS DIGITAL DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN MENGGUNAKAN TABUNG PEMBAKARAN DARI OLI BEKAS 2026-10-03T02:50:36+00:00 Wildan Aji Saputra wildanajisaputra2@gmail.com Meydy Fauziridwan wildanajisaputra@ump.ac.id Eqwar Saputra wildanajisaputra@ump.ac.id Hana Indika Meilani wildanajisaputra@ump.ac.id Ervana Tri Andika wildanajisaputra@ump.ac.id <p>Pengelolaan sampah berbasis masyarakat menghadapi tantangan berupa keterbatasan pengetahuan, keterampilan teknis, sarana pengolahan, dan kemampuan memantau proses secara terukur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui rekayasa tabung pembakaran berbasis digital yang diintegrasikan dengan edukasi pemilahan, pelatihan operasional, pendampingan, dan evaluasi. Program melibatkan 30 peserta. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, demonstrasi teknologi, praktik pengoperasian, monitoring, evaluasi, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Evaluasi dilakukan menggunakan tes pengetahuan, observasi keterampilan, dan kuesioner kepuasan. Dataset ilustratif menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 56,7 menjadi 87,3, keterampilan pengoperasian dari 48,5 menjadi 84,6, literasi monitoring digital dari 41,8 menjadi 82,7, dan pemahaman keselamatan dari 61,2 menjadi 91,3. Sebanyak 27 dari 30 peserta mencapai kategori kompeten dalam simulasi operasional dan kepuasan peserta mencapai 4,48 dari skala 5. Hasil menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan monitoring digital dapat menjadi media transfer pengetahuan sekaligus penguatan kapasitas masyarakat. Namun, teknologi pembakaran tidak menggantikan pemilahan, pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang. Aspek emisi, keselamatan, dan pengelolaan residu harus menjadi bagian integral. Pengembangan berikutnya perlu dilengkapi pengukuran emisi dan karakterisasi residu untuk membuktikan kinerja lingkungan secara kuantitatif.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Community-based waste management faces challenges related to limited knowledge, technical skills, treatment facilities, and the ability to monitor processes quantitatively. This community service program aimed to strengthen community capacity through the development of a digitally monitored combustion chamber integrated with waste segregation education, operational training, mentoring, and evaluation. The program involved 30 participants. Activities consisted of problem identification, socialization, technology demonstration, operational practice, monitoring, evaluation, and sustainability planning. Evaluation used knowledge tests, skills observation, and satisfaction questionnaires. The illustrative dataset showed an increase in average knowledge from 56.7 to 87.3, operational skills from 48.5 to 84.6, digital monitoring literacy from 41.8 to 82.7, and safety understanding from 61.2 to 91.3. Twenty-seven of 30 participants reached the competency category during operational simulation, while satisfaction reached 4.48 on a five-point scale. The results indicate that integrating appropriate technology and digital monitoring can support technology transfer and community capacity building. However, combustion technology does not replace source segregation, reduction, reuse, and recycling. Emission control, safety, and residue management must remain integral components. Further development should include emission measurements and residue characterization to quantitatively demonstrate environmental performance.</em></p> 2026-09-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat