Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela <p><strong>Education, Language, and Art</strong> <strong>(ELA)</strong> merupakan jurnal ilmiah yang menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan, bahasa, dan seni. <strong>Education, Language, and Art</strong> <strong>(ELA)</strong> diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. <strong>Education, Language, and Art</strong> <strong>(ELA)</strong> terbit dua kali setahun yaitu Bulan April/Mei dan September/Oktober.</p> <p>E-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220615010606151" target="_blank" rel="noopener">2830-5205</a></p> Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung en-US Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2830-5205 PELATIHAN DAN SIMULASI DELF BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS UNTUK MENGHADAPI UJIAN SESI NOVEMBER 2025 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1161 <p><em>The lack of motivation and preparation among some students in the French language education program at the University of Lampung in taking the DELF test is a serious problem. This program is designed to improve students' competence in the four main skills tested in DELF: Compréhension orale (listening), Compréhension écrite (reading), Production orale (speaking), and Production écrite (writing). Through a systematic approach, students will be equipped with a deep understanding of the exam format, question-answering techniques, and effective time management strategies. The simulations, which are provided regularly and routinely, have proven to help students achieve higher scores and a better understanding of DELF questions. In the simulations that have taken place, there has been a significant increase in the number of students who passed the post-test compared to the pre-test. In line with the goal of preparing students, the DELF simulations can be said to have been successful in preparing students to take the DELF exam in the November 2025 session. </em></p> <p> </p> <p>Kurangnya motivasi dan persiapan sebagian mahasiswa program studi pendidikan bahasa prancis Universitas Lampung dalam mengikuti tes <em>DELF</em> merupakan suatu masalah yang cukup serius. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam empat keterampilan utama yang diuji dalam <em>DELF</em>: <em>Compréhension orale</em> (mendengarkan), <em>Compréhension écrite</em> (membaca), <em>Production orale</em> (berbicara), dan <em>Production écrite</em> (menulis). Melalui pendekatan yang sistematis, mahasiswa akan dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai format ujian, teknik pengerjaan soal, serta strategi manajemen waktu yang efektif. Simulasi yang diberikan secara berkala dan rutin terbukti membantu mahasiswa dalam meraih skor dan pemahaman terhadap soal delf. Pada kegiatan simulasi yang telah berlangsung terdapat kenaikan signifikan jumlah mahasiswa yang lolos pada saat <em>post test</em> dibandingkan dengan <em>pretest</em>. Sesuai dengan tujuan memberi kesiapan, simulasi delf dapat dikatakan berhasil untuk mengantarkan mahasiswa mengikuti ujian delf pada sesi November 2025.</p> Indah Nevira Trisna Setia Rini Endang Ikhtiarti Diana Rosita Nani Kusrini Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-21 2026-04-21 5 1 1 6 10.23960/ela.v5i1.1161 PENGABDIAN PROGRAM FUN ENGLISH DAY UNTUK SISWA SDN 2 WAY DADI SUKARAME https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1206 <p>Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 2 Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, dengan peserta siswa kelas IV–VI. Tujuannya untuk meningkatkan minat dan kemampuan dasar Bahasa Inggris siswa melalui pendekatan pembelajaran menyenangkan (<em>Fun Learning</em>) dalam kegiatan <em>English Day</em>. Berdasarkan observasi, siswa masih kesulitan mengingat kosakata dan menggunakan Bahasa Inggris karena metode pembelajaran yang monoton. Oleh sebab itu, kegiatan ini dirancang melalui berbagai aktivitas interaktif seperti permainan edukatif, <em>flashcards</em>, kuis, <em>Who am I?</em> dan acak gambar. Kegiatan meliputi pembukaan, pre-test, pembelajaran inti, kerja kelompok melalui LKPD, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi, partisipasi, serta kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan kosakata Bahasa Inggris. Suasana belajar yang aktif dan kolaboratif membuktikan bahwa pendekatan <em>Fun Learning</em> efektif diterapkan di sekolah dasar.</p> <p> </p> <p><em>This community service activity was conducted at SDN 2 Way Dadi, Sukarame District, Bandar Lampung City, involving upper-grade students (grades IV–VI). The program aimed to improve students’ interest and basic English skills through a Fun Learning approach in an English Day activity. Based on initial observations, students struggled to recall and use English vocabulary due to monotonous and limited practice methods. Therefore, the activity was designed with various engaging activities such as educational games, flashcards, quizzes, Who am I? and picture-matching exercises. The implementation included an opening session, a pre-test, the main Fun Learning lessons, group tasks using LKPD worksheets, and a post-test. The results showed significant improvement in students’ motivation, participation, and vocabulary mastery. The lively and collaborative learning atmosphere proved that the Fun Learning approach is effective for teaching English at the elementary school level.</em></p> Lilis Sholihah Novita Nurdiana Dian Shafwati Cucu Sutarsyah Diana Shalma Muhammad Ghifachry Ardiansyah Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-22 2026-04-22 5 1 7 12 10.23960/ela.v5i1.1206 MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ABAD KE-21: EVALUASI PELATIHAN DEEP LEARNING BAGI GURU DI BANDAR LAMPUNG https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1489 <p><em>This community service program aimed to enhance teachers’ competencies in understanding and implementing the Deep Learning approach in meaningful learning. The training was conducted on October 3, 2025, at Hall B of the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lampung, and involved 20 teachers from various senior high schools in Bandar Lampung. The training employed a participatory workshop approach encompassing conceptual presentations, instructional material development workshops, microteaching sessions, and reflective activities. Data were collected through observations, post-test assessments, and interviews. The evaluation results showed that 80% of the participants answered all post-test items correctly, 15% answered nine items correctly, and 5% answered eight items correctly. These findings indicate a significant improvement in teachers’ understanding of Deep Learning strategies and their readiness to implement meaningful learning in accordance with the demands of the Merdeka Curriculum. In addition, the training strengthened teachers’ professional awareness in facilitating reflective, contextual, and learner-centered instruction oriented toward the development of 21st-century competencies.</em></p> <p> </p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memahami dan menerapkan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran bermakna. Pelatihan dilaksanakan pada 3 Oktober 2025 di Aula B FKIP Universitas Lampung, melibatkan 20 guru dari berbagai SMA di Bandar Lampung. Metode pelatihan menggunakan pendekatan workshop-partisipatif yang meliputi pemaparan konsep, lokakarya penyusunan perangkat ajar, microteaching, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, post-test, dan wawancara. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta menjawab benar seluruh soal post-test, 15% menjawab benar sembilan soal, dan 5% menjawab benar delapan soal. Temuan ini menegaskan peningkatan signifikan pemahaman guru terhadap strategi Deep Learning serta kesiapannya menerapkan pembelajaran bermakna sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Pelatihan juga memperkuat kesadaran profesional guru dalam menghadirkan pembelajaran yang reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.</p> Bambang Riadi Yanuar Dwi Prastyo Aditya Pratama Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-23 2026-04-23 5 1 13 18 10.23960/ela.v5i1.1489 OPTIMALISASI POTENSI LOKAL MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN NANAS SEBAGAI UPAYA PENGUATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA MIDAR https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1664 <p style="font-weight: 400;">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan potensi lokal melalui pelatihan pengolahan nanas sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga di Desa Midar. Sasaran kegiatan adalah kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga, yang memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pelatihan praktik langsung yang meliputi tahap observasi potensi kebun nanas, pelatihan pembuatan selai nanas, serta pembuatan bolu lapis selai nanas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah produk pangan berbasis nanas serta tumbuhnya kesadaran akan peluang usaha rumah tangga. Produk yang dihasilkan memiliki potensi nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan buah segar. Program ini berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas keterampilan dan membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan lanjutan dalam aspek pemasaran dan pengelolaan usaha agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <p style="font-weight: 400;"><em>This community service program aims to optimize local potential through pineapple processing training as an effort to strengthen family economic resilience. The program targets women, particularly housewives, who play a strategic role in supporting household income. The method employed is a participatory approach based on hands-on training, including observation of local pineapple resources, training in pineapple jam production, and the preparation of layered pineapple cake. The results indicate an improvement in participants’ skills in processing pineapple-based food products and an increased awareness of small-scale business opportunities. The processed products have higher economic value compared to selling fresh pineapples. This program contributes to women’s empowerment by enhancing practical skills and creating opportunities for home-based enterprises rooted in local resources. Sustainable impact requires continued assistance in marketing and basic business management to ensure long-term economic benefits for the community.</em></p> Mauliddiah Charla Fransiska Sandra Ayuning Tyas Pratiwi Muhamad Rifky Pradana Wulandari Desi Agustina Ega Ilaila Nur Handayani Ifrohati Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-24 2026-04-24 5 1 19 24 10.23960/ela.v5i1.1664 MENULIS PUISI BERTEMA EKOLOGIS SEBAGAI MEDIA MENANAMKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1463 <p><em>Environmental degradation is one of the most pressing issues facing humanity in the 21st century. Climate change, deforestation, pollution, and biodiversity loss have become serious threats to humanity. One way to promote environmental awareness is through poetry. Poetry is a particularly effective medium due to its short yet meaningful form. Poetry can convey environmental values ​​that can influence readers to act in accordance with the meanings conveyed. Considering this issue, the community service program will focus on poetry writing skills for students at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) at Lampung University. This poetry writing training will focus on ecologically-minded themes, taking into account increasingly pressing environmental issues. The training will be held in the FKIP auditorium at the University of Lampung. After the training, students are expected to have developed the skills and abilities to write poetry. The overall outcome of this training is an increase in understanding, skills, and attitudes toward poetry writing. This will be evident in the differences in the initial and final evaluation results obtained by the training participants.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kerusakan alam merupakan salah satu isu paling mendesak yang dihadapi manusia pada abad ke-21 ini. Perubahan iklim, deforestasi, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati telah menjadi ancaman serius bagi manusia. Salah satu cara untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan alam melalui puisi. Puisi menjadi media yang cukup efektif karena memiliki bentuk yang pendek tetapi sarat makna. Puisi dapat mengakomodasi nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan yang bisa mempengaruhi pembaca untuk bertindak sesuai dengan makna yang terkandung di dalamnya. Memperhatikan masalah ini, pengabdian yang akan dilakukan difokuskan pada keterampilan menulis puisi pada mahasiswa di FKIP Unila. Pelatihan menulis puisi ini akan difokuskan pada tema-tema berwawasan ekologis dengan pertimbangan isu-isu lingkungan yang semakin mendesak. Kegiatan pelatihan akan dilakukan di aula FKIP Universitas Lampung. Setelah pelatihan ini, para mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menulis puisi. Hasil yang dicapai dari pelatihan ini secara umum adanya peningkatan pemahaman, keterampilan, dan sikap terhadap materi menulis puisi. Hal ini akan dapat dilihat dari perbedaan hasil evaluasi awal dan akhir yang diperoleh peserta pelatihan.</p> Muharsyam Dwi Anantama Muhammad Fuad Edi Suyanto Heru Prasetyo Wildan Aji Saputra Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-24 2026-04-24 5 1 25 33 10.23960/ela.v5i1.1463 PERAN OLAHRAGA DALAM PENGELOLAAN STRES DAN EDUKASI AKSES BEASISWA PERGURUAN TINGGI BAGI PELAJAR SMA https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1840 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tingkat stres pelajar serta terbatasnya literasi mengenai akses beasiswa perguruan tinggi di SMA MAS Al-Fatah. Fokus pengabdian diarahkan pada optimalisasi peran olahraga sebagai strategi efektif dalam pengelolaan stres, disertai penguatan edukasi akses beasiswa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola stres secara adaptif melalui aktivitas fisik serta memperluas pemahaman terkait peluang, persyaratan, dan mekanisme memperoleh beasiswa. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, praktik olahraga terstruktur, dan diskusi interaktif berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap manfaat olahraga dalam menurunkan stres serta meningkatnya literasi mengenai akses beasiswa perguruan tinggi. Kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk kesiapan psikologis dan akademik siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi<em>.</em></p> <p> </p> <p><em>This community service activity was motivated by the increasing stress levels of students and limited literacy regarding access to higher education scholarships at MAS Al-Fatah Senior High School. The focus of the community service was on optimizing the role of exercise as an effective strategy for stress management, while strengthening education on scholarship access. The goal of this activity was to improve students' ability to manage stress adaptively through physical activity and to broaden their understanding of scholarship opportunities, requirements, and mechanisms. The method used was an educational-participatory approach through counseling, structured exercise practice, and interactive, experience-based discussions. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding of the benefits of exercise in reducing stress and increased literacy regarding access to higher education scholarships. This activity contributed to building students' psychological and academic readiness to continue their education to a higher level.</em></p> Muhammad Fajril Rifaldo Alifia Ramadhina Putri Riyan Jaya Sumantri Joan Siswoyo Candra Kurniawan Lungit Wicaksono Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-25 2026-04-25 5 1 34 40 10.23960/ela.v5i1.1840 PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL AJAR PROJECT BASED YANG BERORIENTASI PADA PENCAPAIAN CP https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1496 <p>Kurikulum dan modul ajar adalah dua hal yang berkaitan erat dalam dunia pendidikan. Kurikulum adalah rencana pendidikan yang menyeluruh, sedangkan modul ajar adalah dokumen yang berisi rencana pelaksanaan pembelajaran yang lebih rinci untuk mencapai tujuan kurikulum tersebut. Modul ajar membantu guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang efektif dan mencapai kompetensi yang diharapkan. <em>Project Based Learning</em> (PjBL) adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proyek kompleks berdasarkan masalah nyata, mendorong mereka untuk merancang, memecahkan masalah, dan menghasilkan produk atau solusi. Dalam konteks mencapai Capaian Pembelajaran (CP), PjBL dapat menjadi strategi yang efektif karena memungkinkan siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam situasi dunia nyata, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Kegiatan pelatihan ini membantu para guru Bahasa Inggirs untuk dapat menyusun modul ajar yang sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) dengan menggunakan metode <em>Project Based Learning</em> yang membantu siswa untuk dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Curriculum and teaching modules are closely related in the world of education. A curriculum is a comprehensive educational plan, while a teaching module is a document containing a more detailed lesson plan to achieve the curriculum's objectives. Teaching modules help teachers design effective learning activities and achieve expected competencies. Project-Based Learning (PjBL) is a learning approach that engages students in complex projects based on real-world problems, encouraging them to design, solve problems, and produce products or solutions. In the context of achieving Learning Outcomes (CP), PjBL can be an effective strategy because it allows students to apply their knowledge and skills in real-world situations, as well as develop 21st-century skills such as collaboration, communication, and problem-solving. This training activity helps English teachers develop teaching modules aligned with Learning Outcomes (CP) using the Project-Based Learning method, which helps students become more active in the learning process.</em></p> Khairun Nisa Ari Nurweni Cucu Sutarsyah Yanuar Dwi Prastyo Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-27 2026-04-27 5 1 41 47 10.23960/ela.v5i1.1496 PELATIHAN TUTOR SEBAGAI AGEN DISEMINASI SENAM KREASI UNILA BE STRONG BAGI MAHASISWA https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1465 <p><em>The low participation of academics in structured physical activity is a real challenge within the University of Lampung environment. The widespread sedentary lifestyle among students and education staff has a negative impact on health and productivity. As a response to this problem, an innovation resulting from research has been developed in the form of a Moderate version of the Unila Be Strong Creative Gymnastics, which is designed to be fun, dynamic and in line with physical activity needs in the campus environment. However, this exercise is not yet widespread because there are no internal tutors who are able to facilitate its implementation on a regular basis. This service activity aims to prepare students as gymnastics tutors who act as dissemination agents in work units, faculties and the campus community. Training includes mastery of basic gymnastic movements, group leadership skills, as well as a participatory facilitation approach. The output of the activity is increasing the competence of tutors, training modules, and the formation of a network of gymnastics practitioners within the University of Lampung. This activity is expected to be able to encourage the formation of a culture of healthy and active living, as well as strengthen the integration of research results in service to the campus community.</em></p> <p> </p> <p>Rendahnya partisipasi akademisi dalam aktivitas fisik terstruktur merupakan tantangan nyata di lingkungan Universitas Lampung. Gaya hidup sedentari yang meluas di kalangan mahasiswa dan staf pengajar berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas. Sebagai respons terhadap masalah ini, sebuah inovasi hasil penelitian telah dikembangkan dalam bentuk versi Moderat dari Senam Kreatif Unila Be Strong, yang dirancang agar menyenangkan, dinamis, dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas fisik di lingkungan kampus. Namun, latihan ini belum tersebar luas karena belum ada tutor internal yang mampu memfasilitasi pelaksanaannya secara teratur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai tutor senam yang bertindak sebagai agen penyebarluasan di unit kerja, fakultas, dan komunitas kampus. Pelatihan meliputi penguasaan gerakan senam dasar, keterampilan kepemimpinan kelompok, serta pendekatan fasilitasi partisipatif. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi tutor, modul pelatihan, dan pembentukan jaringan praktisi senam di Universitas Lampung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya hidup sehat dan aktif, serta memperkuat integrasi hasil penelitian dalam pelayanan kepada komunitas kampus.</p> Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari Goesthy Ayu Dwiyana Habsary Lora Gustia Ningsih Susi Wendhaningsih Agung Kurniawan Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-27 2026-04-27 5 1 48 57 10.23960/ela.v5i1.1465 PENGUATAN NILAI KEISLAMANAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN EDUKATIF https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/1901 <p><em>This report on the Community Service Program (KKN) Recognition Group 62 serves as documentation and a transformation of the community service program, which emphasizes strengthening Islamic values and character development in children at an early age. This program was designed to instill a moral and religious foundation from a young age to address the challenges of today's moral decline. Activities included various educational methods, such as engaging Quranic recitation, fostering daily etiquette, and using creative media to convey exemplary Islamic stories. The implementation process was carried out through the active involvement of children from the Muslimin Mosque Daycare (TPA) at the PDKP, with students serving as learning facilitators. The results of this activity demonstrated an increase in the children's enthusiasm for participating in religious activities and the beginning of the formation of positive habits in social interactions in accordance with Islamic values. With this recognition program, it is hoped that the educational guidance model that has been implemented can continue to produce a generation that is not only intellectually intelligent but also possesses strong character and noble morals.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Kelompok 62 berfungsi sebagai dokumentasi dan transformasi dari program pengabdian kepada masyarakat yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter anak-anak di usia dini. Program ini dirancang karena atas penanaman dasar moral dan religius dari usia muda untuk menghadapi tantangan penurunan moral di zaman sekarang. Aktivitas yang dilakukan mencakup berbagai metode pendidikan, seperti pengajaran Al-Qur’an dengan cara yang menarik, pembiasaan adab sehari-hari, serta penggunaan media kreatif untuk menyampaikan cerita-cerita teladan islami. Proses pelaksanaan dilakukan melalui keterlibatan aktif, terhadap anak-anak TPA masjid muslimin pdkp dan yang di mana mahasiswa berfungsi sebagai fasilitator dalam pembelajaran.Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan semangat anak-anak dalam berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan mulai terbentuknya kebiasaan positif dalam interaksi sosial sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dengan program rekognisi ini, diharapkan pola bimbingan pendidikan yang telah dilakukan dapat berlanjut dalam rangka mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia.</p> Mutia Indriyani Jenny Az-Zahra Ledy Tri Handayani Fitriana Nuraini Copyright (c) 2026 Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026-04-27 2026-04-27 5 1 58 66 10.23960/ela.v5i1.1901