Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat pembelajaran bahasa dan seni pada komunitas belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (JPBS) FKIP Universitas Lampung melalui pendekatan deep learning. Kegiatan dilatarbelakangi oleh dominasi orientasi belajar dangkal (surface learning) di kalangan mahasiswa calon pendidik, yakni kecenderungan menghafal dan mereproduksi informasi tanpa membangun pemahaman mendalam dan kritis. Program dilaksanakan dalam bentuk workshop satu hari (7 Agustus 2026) yang diikuti 25 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Musik, dan Pendidikan Bahasa Lampung, menggunakan metode ceramah konseptual, analisis wacana kritis, eksplorasi estetis, dan proyek kolaboratif musikalisasi puisi. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest berbasis gamifikasi menggunakan Kahoot. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: persentase jawaban benar meningkat dari 36% menjadi 84%, dengan delta 48%. Refleksi kualitatif peserta menunjukkan perubahan orientasi belajar yang lebih kritis, reflektif, dan integratif. Program menghasilkan model penguatan komunitas belajar berbasis deep learning yang dapat menjadi referensi pengembangan komunitas belajar serupa.
This Community Service Program (PkM) aims to strengthen language and arts learning among the student learning community of the Department of Language and Arts Education (JPBS), FKIP, University of Lampung, through a deep learning approach. The program was motivated by prevailing surface learning orientations among pre-service teacher students, characterized by memorization and information reproduction without meaningful understanding. It was implemented as a one-day workshop (August 7, 2026) attended by 25 students from Indonesian Language and Literature, Music, and Lampung Language Education study programs, using conceptual lectures, critical discourse analysis, aesthetic exploration, and a collaborative poetry musicalization project. Evaluation used gamification-based pretest-posttest via Kahoot. Results showed significant improvement: correct answers rose from 36% to 84%, a gain of 48 points. Qualitative reflections indicated a shift toward more critical, reflective, and integrative learning. The program produced a deep learning-based community strengthening model applicable to similar contexts.