TRADISI SASTRA LISAN PISA’AN LAMPUNG DI TIYUH NEGERI BESAR KABUPATEN WAY KANAN

Published: Mar 4, 2025

Abstract:

Analyze and study literature that examines the study of Lampung literary expressions. Literature from Lampung is a work of art created based on creativity. The writer's creativity in finding and choosing material or topics is very important. Without creativity, it is impossible to obtain a quality literary work. The aim of this research is to describe the values ​​of Lampung literary education and their influence on learning Lampung literary expressions in elementary schools. This research method is descriptive research with a qualitative approach. The research results show that Lampung oral literature is communicative. This means that elementary school students can understand literary works. The form or pattern is structured, the thoughts expressed do not jump around. And Lampung oral literature such as puzzles can entertain elementary school children who read and listen to it. Lampung oral literature can increase elementary school students' understanding and knowledge about Lampung culture and can be used as a means to strengthen the character of elementary school students in the area. Lampung. Muli Mekhanai knew how to recite, express and develop the Pisaan oral tradition.

Menganalisisdan mengkaji kepustakaan Menjelajahi kajian ekspresisastra di Lampung.Sastra Lampung merupakankarya seni yang berbasiskreativitas. Kreativitas penulis dalammencari danmemilih bahan dan topiksangatlah penting. Tanpa kreativitas mustahil dapat dihasilkankarya sastra yang bermutu.Tujuan penelitian ini adalahuntuk menjelaskan nilai pendidikansastra lampung dan pengaruhnya terhadap pembelajaran ekspresisastra lampung di sekolah dasar. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan Lampung mempunyai dayakomunikatif. Artinya,siswa sekolah dasar punsudah bisamemahami karya sastra. Bentuk danpolanya terstruktur danpemikiran yang diungkapkan tidak melompat-lompat. Sastralisan Lampungseperti teka-teki jugadapat menghibur siswasekolah dasar saatmembaca dan mendengarkan.Sastra lisan lampung dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa sekolah dasar terhadapbudaya lampung,serta dapat dijadikan sarana untuk memperkuat karakter siswa sekolah dasar setempat. Ramping. Muri Mekanitahu caramelafalkan, mengekspresikan dan mengembangkan tradisi lisan Pisan.

Keywords:
1. Oral literature
2. Culture
3. Lampung
Authors:
Yanti Sriwulan
How to Cite
Sriwulan , Y. . (2025). TRADISI SASTRA LISAN PISA’AN LAMPUNG DI TIYUH NEGERI BESAR KABUPATEN WAY KANAN . Oriental: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.23960/oriental.v1i1.1211
References

    A. A. A. Andira, R. Aprianti, and P. C. Hati, “STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KETUA ADAT DALAM MELESTARIKAN TRADISI LISAN PISAAN (Studi Pada Kelurahan Paku Sengkunyit Oku Timur),” … Prodi Ilmu Komunikasi), vol. 02, 2023, [Online]. Available: http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsikom/article/view/14444%0Ahttp://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsikom/article/download/14444/5524

    N. Kartini and S. Suryani, “Analisis Struktural Pisaan Pemberian Adok pada Pernikahan Adat Komering di Desa Kurungan Nyawa,” Seulas Pinang J. Pendidik. Bhs. dan Sastra, vol. 1, no. 1, pp. 37–44, 2019, doi: 10.30599/spbs.v1i1.557.

    F. Ariyani, R. Hidayatullah, G. E. Putrawan, R. Perdana, D. Sulaeman, and H. Dzakiria, “Translating the Lampung Oral Literature into Music for Educational Purpose: A Case Study of Pisaan on the Indonesian Island of Sumatra,” Educ. Res. Int., vol. 2023, 2023, doi: 10.1155/2023/8643881.

    T. Tâm, N. C. Ứ U. Và, C. Ể N. Giao, C. Ngh, and Ẩ N B Ụ I Chu, 済無No Title No Title No Title, vol. 01. 2016.

    I. Hilal, K. Nazaruddin, E. S. Agustina, D. Astriawan, Y. Dwi, and Y. F. Yanti, “Kepada Muli Mekhanai Desa Merak Batin Kabupaten Lampung Selatan,” vol. 2, no. 1, pp. 96–105.

    Sukirman, “Karya Sastra Media Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik,” Konsepsi, vol. 10, no. 1, pp. 17–27, 2021, [Online]. Available: https://p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/4

    I. W. Artika, “Teori Dalam Pengajaran Sastra,” Jur. Pendidik. Bhs. dan Sastra Indones. Fak. Bhs. dan Seni, vol. 10, no. 19, pp. 18–27, 2015.

    P. Santosa, “Keberagaman Sastra Indonesia dalam Membangun Keindonesiaan,” J. Pengemb. dan Pembin. Bhs., no. August, pp. 1–18, 2018.

    J. Fakhrurozi, D. Pasha, J. Jupriyadi, and I. Anggrenia, “Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran,” J. Soc. Sci. Technol. Community Serv., vol. 2, no. 1, p. 27, 2021, doi: 10.33365/jsstcs.v2i1.1068.

    D. Ratnaningsih, “Piil Pesenggiri dalam Sastra Lisan Pepaccur Masyarakat Lampung Pepadun,” J. Pesona, vol. 5, no. 1, pp. 1–9, 2019, [Online]. Available: http://ejournal.stkipmpringsewu-lpg.ac.id/index.php/pesona

    P. Santosa, “Sastra Sebagai Hiburan,” Retrieved April, vol. 4, no. May 2012, pp. 1–7, 2018, [Online]. Available: https://ejournal.bbg.ac.id/metamorfosa/article/view/196/166

    S. M. Ulfa, “Volume 5 nomor 2, september 2019 33,” J. SKRIPTA J. Pembelajaran Bhs. dan Sastra Indones., vol. 5, no. 2, pp. 33–39, 2019.

    S. Fitriati, Nuruddin, and E. Leiliyanti, Mengenal Sastra Lisan Warahan Pada Masyarakat Lampung Melalui Kajian Analisis Wacana Kritis. 2016.

    S. F. Wibowo, “Fungsi Sosial Sastra Lisan dalam Masyarakat Bengkulu,” J. Lingko J. Kebahasaan dan Kesastraan, vol. 1, no. 2, pp. 195–212, 2019, doi: 10.26499/jl.v1i2.32.

    S. Wibawa, “Mengukuhkan Pembelajaran Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Sebagai Muatan Lokal,” Pap. Knowl. . Towar. a Media Hist. Doc., vol. 7, no. 2, pp. 107–15, 2014.

  1. A. A. A. Andira, R. Aprianti, and P. C. Hati, “STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KETUA ADAT DALAM MELESTARIKAN TRADISI LISAN PISAAN (Studi Pada Kelurahan Paku Sengkunyit Oku Timur),” … Prodi Ilmu Komunikasi), vol. 02, 2023, [Online]. Available: http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsikom/article/view/14444%0Ahttp://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsikom/article/download/14444/5524
  2. N. Kartini and S. Suryani, “Analisis Struktural Pisaan Pemberian Adok pada Pernikahan Adat Komering di Desa Kurungan Nyawa,” Seulas Pinang J. Pendidik. Bhs. dan Sastra, vol. 1, no. 1, pp. 37–44, 2019, doi: 10.30599/spbs.v1i1.557.
  3. F. Ariyani, R. Hidayatullah, G. E. Putrawan, R. Perdana, D. Sulaeman, and H. Dzakiria, “Translating the Lampung Oral Literature into Music for Educational Purpose: A Case Study of Pisaan on the Indonesian Island of Sumatra,” Educ. Res. Int., vol. 2023, 2023, doi: 10.1155/2023/8643881.
  4. T. Tâm, N. C. Ứ U. Và, C. Ể N. Giao, C. Ngh, and Ẩ N B Ụ I Chu, 済無No Title No Title No Title, vol. 01. 2016.
  5. I. Hilal, K. Nazaruddin, E. S. Agustina, D. Astriawan, Y. Dwi, and Y. F. Yanti, “Kepada Muli Mekhanai Desa Merak Batin Kabupaten Lampung Selatan,” vol. 2, no. 1, pp. 96–105.
  6. Sukirman, “Karya Sastra Media Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik,” Konsepsi, vol. 10, no. 1, pp. 17–27, 2021, [Online]. Available: https://p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/4
  7. I. W. Artika, “Teori Dalam Pengajaran Sastra,” Jur. Pendidik. Bhs. dan Sastra Indones. Fak. Bhs. dan Seni, vol. 10, no. 19, pp. 18–27, 2015.
  8. P. Santosa, “Keberagaman Sastra Indonesia dalam Membangun Keindonesiaan,” J. Pengemb. dan Pembin. Bhs., no. August, pp. 1–18, 2018.
  9. J. Fakhrurozi, D. Pasha, J. Jupriyadi, and I. Anggrenia, “Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran,” J. Soc. Sci. Technol. Community Serv., vol. 2, no. 1, p. 27, 2021, doi: 10.33365/jsstcs.v2i1.1068.
  10. D. Ratnaningsih, “Piil Pesenggiri dalam Sastra Lisan Pepaccur Masyarakat Lampung Pepadun,” J. Pesona, vol. 5, no. 1, pp. 1–9, 2019, [Online]. Available: http://ejournal.stkipmpringsewu-lpg.ac.id/index.php/pesona
  11. P. Santosa, “Sastra Sebagai Hiburan,” Retrieved April, vol. 4, no. May 2012, pp. 1–7, 2018, [Online]. Available: https://ejournal.bbg.ac.id/metamorfosa/article/view/196/166
  12. S. M. Ulfa, “Volume 5 nomor 2, september 2019 33,” J. SKRIPTA J. Pembelajaran Bhs. dan Sastra Indones., vol. 5, no. 2, pp. 33–39, 2019.
  13. S. Fitriati, Nuruddin, and E. Leiliyanti, Mengenal Sastra Lisan Warahan Pada Masyarakat Lampung Melalui Kajian Analisis Wacana Kritis. 2016.
  14. S. F. Wibowo, “Fungsi Sosial Sastra Lisan dalam Masyarakat Bengkulu,” J. Lingko J. Kebahasaan dan Kesastraan, vol. 1, no. 2, pp. 195–212, 2019, doi: 10.26499/jl.v1i2.32.
  15. S. Wibawa, “Mengukuhkan Pembelajaran Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Sebagai Muatan Lokal,” Pap. Knowl. . Towar. a Media Hist. Doc., vol. 7, no. 2, pp. 107–15, 2014.