REVIEW OF CULTURAL PHILOSOPHY ON THE TRADITION OF ARAK-ARAK IN THE TRADITIONAL WEDDING CEREMONY OF LAMPUNG SAI BATIN
Abstract:
The purpose of this study is to explore the history, symbols, and principles contained in the traditional Sai Batin Lampung wedding parade, emphasizing the importance of preserving traditions in Lampung, an area known for its many customs and cultures. To achieve this goal, the researchers conducted a thorough literature review and interviewed various Lampung Sai Batin traditional leaders. The focus of this research is the traditional Lampung Sai Batin wedding parade tradition. The research findings reveal that the tradition of parades is a social activity that represents one of Lampung's cultures. This tradition has a symbolic meaning as a traditional party for the people of Lampung Sai Batin. The parade tradition embodies philosophical values such as social values, unity, honor and democracy.
Sekertaris, daerah. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung : Sekertaris daerah.
Setyawati, Atik, Wahyu. (2008). “Eksistensi Sanggar Tari Panunggul Sari Kabupaten Jepara.” Skripsi Jurusan Sendratasik. Semarang : FBS UNNES.
Cathrin, Sherly. (2021). “Tinjauan Filsafat Kebudayaan terhadap Tradisi Cangget Agung Masyarakat Lampung.” Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan. Universitas Negeri Yogyakarta ; Indonesia.
Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Soleha, D. W. (2022). “Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Upacara Pernikahan Nayuh.” Mawa Izh Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 13(02), 147-167.
Ciciria, D. (2015). Siger Sebagai Wujud Seni Budaya Pada Masyarakat Multietnik di Provinsi Lampung. Panggung, 25(2).
Pertiwi, T. C., Suntoro, I., & Nurmalisa, Y. (2017). Peranan Sanggar Budaya Bandakh Makhga dalam Pelestarian Nilai Budaya Lampung di Sukadanaham. Jurnal Kultur Demokrasi, 5(4).
Soemantri, F. U. J. Begawi Cakak Pepadun Sebagai Proses Memperoleh Adek pada Buay Nunyai di Desa Mulang Maya. PESAGI (Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah). Vol. 7, July 2019.
Afriansyah, R. (2021). Tradisi Tabur Beras Kuning dan Uang Koin dalam Acara Arak-Arakan Pernikahan Adat Lampung Perspektif Urf dalam Hukum Islam (Studi kasus di Desa Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur) (Doctoral dissertation, IAIN Metro).
Putri, B. D., Syah, I., & Basri, M. (2018). Ngakuk Maju Pada Perkawinan Masyarakat Adat Lampung Pepadun di Kampung Karta Tulang Bawang Barat. PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah), 6(3).
Irham, M. A. (2013). Lembaga Perwatin dan Kepunyimbangan dalam masyarakat adat Lampung: analisis antropologis. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 13(1), 155-172.
Septania, M., Hasyim, A., & Yanzi, H. (2017). Implementasi Nilai Kearifan Lokal dalam Proses Upacara Pernikahan Adat Lampung Saibatin. Jurnal Kultur Demo Isnaeni, A., & Hakiki, K. M. (2016). Simbol iSlam dan adat dalam Perkawinan adat lamPung PePadun. Kalam, 10(1), 193-222.krasi, 5(5).
Yudiansyah, T. (2018). Makna Gelar Adat Lampung Saibatin (Studi di Pekon Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat) (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Gustina, A., Hubeis, A. V. S., & Riyanto, S. (2008). Jaringan komunikasi dan peran perempuan dalam mempertahankan budaya Rudat (Studi pada masyarakat desa Negeri Katon, kecamatan Negeri Katon, Lampung Selatan). Jurnal Komunikasi Pembangunan, 6(1).
Fhatoni, A., Adha, M. M., & Halim, A. (2022). Nilai Pancasila Dalam Budaya Kearifan Lokal Perkawinan Adat Nayuh Lampung Saibatin. Konstruksi Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 2(5).
Febrian, D. A. (2022). Tinjauan Hukum Islam terhadap Butetah dalam Pernikahan Adat Lampung Saibatin (Studi Pada Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat) (Doctoral dissertation, UIN RADEN INTAN LAMPUNG).
Kholiffatun, U., Luthfi, A., & Kismini, E. (2017). Makna Gelar Adat Terhadap Status Sosial Pada Masyarakat Desa Tanjung Aji Keratuan Melinting. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 6(2), 202-213.
Fakhrurozi, J., & Puspita, D. (2021). Konsep Piil Pesenggiri Dalam Sastra Lisan Wawancan Lampung Saibatin. Jurnal Pesona, 7(1), 1-13.
Mizarwan, M. (2018). Kedudukan Anak Tertua Laki-laki dalam Adat Lampung Saibatin di Kabupaten Pesisir Barat (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Agustin, Y., Imron, A., & Arif, S. (2019). Tradisi Pemberian Adok pada Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Ratu Kabupaten Tanggamus. PESAGI (Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah), 7(6).
- Sekertaris, daerah. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung : Sekertaris daerah.
- Setyawati, Atik, Wahyu. (2008). “Eksistensi Sanggar Tari Panunggul Sari Kabupaten Jepara.” Skripsi Jurusan Sendratasik. Semarang : FBS UNNES.
- Cathrin, Sherly. (2021). “Tinjauan Filsafat Kebudayaan terhadap Tradisi Cangget Agung Masyarakat Lampung.” Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan. Universitas Negeri Yogyakarta ; Indonesia.
- Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Soleha, D. W. (2022). “Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Upacara Pernikahan Nayuh.” Mawa Izh Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 13(02), 147-167.
- Ciciria, D. (2015). Siger Sebagai Wujud Seni Budaya Pada Masyarakat Multietnik di Provinsi Lampung. Panggung, 25(2).
- Pertiwi, T. C., Suntoro, I., & Nurmalisa, Y. (2017). Peranan Sanggar Budaya Bandakh Makhga dalam Pelestarian Nilai Budaya Lampung di Sukadanaham. Jurnal Kultur Demokrasi, 5(4).
- Soemantri, F. U. J. Begawi Cakak Pepadun Sebagai Proses Memperoleh Adek pada Buay Nunyai di Desa Mulang Maya. PESAGI (Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah). Vol. 7, July 2019.
- Afriansyah, R. (2021). Tradisi Tabur Beras Kuning dan Uang Koin dalam Acara Arak-Arakan Pernikahan Adat Lampung Perspektif Urf dalam Hukum Islam (Studi kasus di Desa Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur) (Doctoral dissertation, IAIN Metro).
- Putri, B. D., Syah, I., & Basri, M. (2018). Ngakuk Maju Pada Perkawinan Masyarakat Adat Lampung Pepadun di Kampung Karta Tulang Bawang Barat. PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah), 6(3).
- Irham, M. A. (2013). Lembaga Perwatin dan Kepunyimbangan dalam masyarakat adat Lampung: analisis antropologis. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 13(1), 155-172.
- Septania, M., Hasyim, A., & Yanzi, H. (2017). Implementasi Nilai Kearifan Lokal dalam Proses Upacara Pernikahan Adat Lampung Saibatin. Jurnal Kultur Demo Isnaeni, A., & Hakiki, K. M. (2016). Simbol iSlam dan adat dalam Perkawinan adat lamPung PePadun. Kalam, 10(1), 193-222.krasi, 5(5).
- Yudiansyah, T. (2018). Makna Gelar Adat Lampung Saibatin (Studi di Pekon Kenali Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat) (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
- Gustina, A., Hubeis, A. V. S., & Riyanto, S. (2008). Jaringan komunikasi dan peran perempuan dalam mempertahankan budaya Rudat (Studi pada masyarakat desa Negeri Katon, kecamatan Negeri Katon, Lampung Selatan). Jurnal Komunikasi Pembangunan, 6(1).
- Fhatoni, A., Adha, M. M., & Halim, A. (2022). Nilai Pancasila Dalam Budaya Kearifan Lokal Perkawinan Adat Nayuh Lampung Saibatin. Konstruksi Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 2(5).
- Febrian, D. A. (2022). Tinjauan Hukum Islam terhadap Butetah dalam Pernikahan Adat Lampung Saibatin (Studi Pada Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat) (Doctoral dissertation, UIN RADEN INTAN LAMPUNG).
- Kholiffatun, U., Luthfi, A., & Kismini, E. (2017). Makna Gelar Adat Terhadap Status Sosial Pada Masyarakat Desa Tanjung Aji Keratuan Melinting. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 6(2), 202-213.
- Fakhrurozi, J., & Puspita, D. (2021). Konsep Piil Pesenggiri Dalam Sastra Lisan Wawancan Lampung Saibatin. Jurnal Pesona, 7(1), 1-13.
- Mizarwan, M. (2018). Kedudukan Anak Tertua Laki-laki dalam Adat Lampung Saibatin di Kabupaten Pesisir Barat (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
- Agustin, Y., Imron, A., & Arif, S. (2019). Tradisi Pemberian Adok pada Masyarakat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Ratu Kabupaten Tanggamus. PESAGI (Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah), 7(6).