Perbandingan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Acceptance dan Commitment Therapy (ACT) dalam Intervensi Bimbingan dan Konseling untuk Mengatasi Impostor Syndrome di Perguruan Tinggi: Systematic Literature Review
Kata Kunci:
ACT, bimbingan dan konseling, CBT, impostor syndrome, perguruan tinggiAbstrak
Impostor syndrome merupakan hambatan psikologis non-disabilitas yang banyak dialami mahasiswa dan berdampak pada kecemasan akademik, rendahnya efikasi diri, serta kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan membandingkan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam penanganan impostor syndrome pada mahasiswa perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel terbitan tahun 2015–2025 yang diperoleh melalui Google Scholar. Dari 120 artikel awal, terseleksi 5 artikel yang dianalisis secara tematik dan diperkuat dengan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT dominan sebagai pendekatan kuratif melalui restrukturisasi kognitif dan pengelolaan pikiran maladaptif, sedangkan ACT berkembang sebagai pendekatan inovatif yang menekankan fleksibilitas psikologis, penerimaan diri, dan tindakan berbasis nilai. Disimpulkan bahwa CBT dan ACT bersifat saling melengkapi dalam layanan bimbingan dan konseling perguruan tinggi. Integrasi kedua pendekatan direkomendasikan untuk meningkatkan keberlanjutan kesehatan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa.
