NENGAH NYAPPUR MULLI MERANAI DALAM ACARA LEMPAR SELENDANG DI KABUPATEN TULANG BAWANG

Published: Oct 1, 2024

Abstract:

Culture is a creative expression reflected in various art forms, such as music, dance and visual arts, that shapes the mindset and actions of individuals in society. Lampung, with its rich culture influenced by various tribes, has rich customary traditions, including the tradition of the Selendang Throwing performed by Mulli Meranai. One of the values contained in this tradition is Piil Pesenggiri, with the element of Nengah Nyappur which teaches the importance of social interaction and cooperation in society. This research aims to explore the application of the value of Nengah Nyappur in the Lempar Selendang tradition in Tulang Bawang Regency, using a descriptive qualitative approach. Through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, this study analyzed the meaning and social interaction in the event. The results showed that Lempar Selendang is not only an entertainment tradition, but also a means to strengthen social relations, introduce culture, and strengthen the value of togetherness in the community. The value of Nengah Nyappur is seen in the form of mutual interaction between participants, both in traditional events and in wider social life, creating strong social harmony among Lampung people.

Budaya merupakan ekspresi kreatif yang tercermin dalam berbagai bentuk seni, seperti musik, tarian, dan seni rupa, yang membentuk pola pikir serta tindakan individu dalam masyarakat. Lampung, dengan kekayaan budaya yang dipengaruhi oleh berbagai suku, memiliki tradisi adat yang kaya, termasuk tradisi Lempar Selendang yang dilakukan oleh Mulli Meranai. Salah satu nilai yang terkandung dalam tradisi ini adalah Piil Pesenggiri, dengan unsur Nengah Nyappur yang mengajarkan pentingnya interaksi sosial dan kerjasama dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan nilai Nengah Nyappur dalam tradisi Lempar Selendang di Kabupaten Tulang Bawang, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis makna dan interaksi sosial dalam acara tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lempar Selendang bukan hanya tradisi hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan sosial, memperkenalkan budaya, serta memperkuat nilai kebersamaan di masyarakat. Nilai Nengah Nyappur terlihat dalam bentuk saling berinteraksi antara peserta, baik dalam acara adat maupun dalam kehidupan sosial yang lebih luas, menciptakan keharmonisan sosial yang kuat di kalangan masyarakat Lampung.

Keywords:
1. Nengah Nyappur
2. Mulli Meranai
3. Mimgle
Authors:
1 . Reza Handayani
2 . Dita Nurul Aeni
How to Cite
Handayani, R. ., & Aeni, D. N. . (2024). NENGAH NYAPPUR MULLI MERANAI DALAM ACARA LEMPAR SELENDANG DI KABUPATEN TULANG BAWANG . Jurnal Punyimbang, 4(2), 65–75. https://doi.org/10.23960/punyimbang.v4i2.1130
References

    Abi Sofyan, I. S., & Basri, M. (2014). Tradisi Majau dalam Perkawinan Adat Lampung Pepadun di Kampung Kartajaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan. Jurnal Pendidikan Dan Pelatihan Sejarah, 2(5), 15–37.

    Adji, T. P. (2024). Desain Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif, 27.

    Anita Damayantie, A., Pairulsyah, P., Suwarno, S., & Abdulsyani, A. (2021). NENGAH-NYAPPUR (Studi Makna dan Fungsi Kearifan Lokal NengahNyappur pada Masyarakat Adat Marga Legun Paksi Bulok, Kalianda, Lampung Selatan). http://repository.lppm.unila.ac.id/36713/

    Ariyani, F., Yufrizal, H., Agustina, E. S., & Mustofa, A. (2015). Konsepsi Piil Pesenggiri Menurut Masyarakat Adat Lampung Waykanan Di Kabupaten Waykanan. Aura Printing & Publishing.

    Astuti, D., Prasetyo, E., Dewi, K., & Dewi, P. (2024). Penerapan Meditasi Buddhis dalam Berbagai Bidang Seni di Era Modern. Vijjacariya: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Buddhis, 11(1).

    Martiara, R. (2012). Nilai dan Norma Budaya Lampung: Dalam Sudut Pandang Strukturalisme. Vol. 1. No. 1. Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. https://doi.org/http://digilib.isi.ac.id/1648/

    Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A. (2016). Komunikasi antar budaya dalam perspektif antropologi. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(1).

    Nururi, I. (2024). Tradisi Dan Religi: Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri Masyarakat Suku Lampung Sebagai Dasar Etika Dan Relevansinya Dengan Agama Islam: Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri Masyarakat Suku Lampung Sebagai Dasar Etika Dan Relevansinya Dengan Agama Islam. Bulletin of Asian Islamic Studies, 1(1), 23–37.

    Putri, N. W. (2018). Pergeseran bahasa daerah Lampung pada masyarakat kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2), 77–86. https://jurnal.uns.ac.id/pjl/article/view/16550

    Ramadhan, M. K. (2022). Analisis Sikap Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Pembelian Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Di Kota Bandar Lampung.

  1. Abi Sofyan, I. S., & Basri, M. (2014). Tradisi Majau dalam Perkawinan Adat Lampung Pepadun di Kampung Kartajaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan. Jurnal Pendidikan Dan Pelatihan Sejarah, 2(5), 15–37.
  2. Adji, T. P. (2024). Desain Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif, 27.
  3. Anita Damayantie, A., Pairulsyah, P., Suwarno, S., & Abdulsyani, A. (2021). NENGAH-NYAPPUR (Studi Makna dan Fungsi Kearifan Lokal NengahNyappur pada Masyarakat Adat Marga Legun Paksi Bulok, Kalianda, Lampung Selatan). http://repository.lppm.unila.ac.id/36713/
  4. Ariyani, F., Yufrizal, H., Agustina, E. S., & Mustofa, A. (2015). Konsepsi Piil Pesenggiri Menurut Masyarakat Adat Lampung Waykanan Di Kabupaten Waykanan. Aura Printing & Publishing.
  5. Astuti, D., Prasetyo, E., Dewi, K., & Dewi, P. (2024). Penerapan Meditasi Buddhis dalam Berbagai Bidang Seni di Era Modern. Vijjacariya: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Buddhis, 11(1).
  6. Martiara, R. (2012). Nilai dan Norma Budaya Lampung: Dalam Sudut Pandang Strukturalisme. Vol. 1. No. 1. Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. https://doi.org/http://digilib.isi.ac.id/1648/
  7. Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A. (2016). Komunikasi antar budaya dalam perspektif antropologi. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(1).
  8. Nururi, I. (2024). Tradisi Dan Religi: Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri Masyarakat Suku Lampung Sebagai Dasar Etika Dan Relevansinya Dengan Agama Islam: Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri Masyarakat Suku Lampung Sebagai Dasar Etika Dan Relevansinya Dengan Agama Islam. Bulletin of Asian Islamic Studies, 1(1), 23–37.
  9. Putri, N. W. (2018). Pergeseran bahasa daerah Lampung pada masyarakat kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2), 77–86. https://jurnal.uns.ac.id/pjl/article/view/16550
  10. Ramadhan, M. K. (2022). Analisis Sikap Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Pembelian Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Di Kota Bandar Lampung.