ANALISIS SASTRA BANDINGAN PADA PEPACCUR LAMPUNG DAN TAHULI GORONTALO DALAM UPACARA PEMBERIAN GELAR ADAT

Published: May 2, 2025

Abstract:

Penelitian ini menganalisis perbandingan antara dua jenis puisi tradisional Indonesia, Pepaccur Lampung dan Tahuli Gorontalo, dalam konteks upacara pemberian gelar adat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tema, nada, amanat dan fungsi kedua jenis puisi tersebut dalam upacara adat. Dengan menggunakan pendekatan analisis sastra komparatif, penelitian ini menganalisis perbedaan dan kesamaan antara Pepaccur dan Tahuli serta menggali implikasi budaya yang terkandung dalam keduanya. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik observasi non partisipan dan studi literatur digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil analisis disajikan dengan menggunakan teknik informal yaitu teknik perumusan kata. Temuan penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang keragaman sastra tradisional Indonesia dan peran puisi dalam memperkuat identitas budaya lokal.

Keywords:
1. Analisis sastra komparatif
2. Identitas budaya
3. Puisi tradisional
Authors:
1 . Nadila Ayu Putri
2 . Nur Hikmawati Adinda
How to Cite
Putri, N. A. ., & Adinda, N. H. . (2025). ANALISIS SASTRA BANDINGAN PADA PEPACCUR LAMPUNG DAN TAHULI GORONTALO DALAM UPACARA PEMBERIAN GELAR ADAT. Jurnal Punyimbang, 5(1), 37–50. https://doi.org/10.23960/punyimbang.v5i1.1137
References

    Abi Sofyan, I. S., & Basri, M. (2014). Tradisi Majau dalam Perkawinan Adat Lampung Pepadun di Kampung Kartajaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan. Jurnal Pendidikan Dan Pelatihan Sejarah, 2(5), 15–37.

    Adji, T. P. (2024). Desain Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif, 27.

    Anita Damayantie, A., Pairulsyah, P., Suwarno, S., & Abdulsyani, A. (2021). NENGAH-NYAPPUR (Studi Makna dan Fungsi Kearifan Lokal NengahNyappur pada Masyarakat Adat Marga Legun Paksi Bulok, Kalianda, Lampung Selatan). http://repository.lppm.unila.ac.id/36713/

    Ariyani, F., Yufrizal, H., Agustina, E. S., & Mustofa, A. (2015). Konsepsi Piil Pesenggiri Menurut Masyarakat Adat Lampung Waykanan Di Kabupaten Waykanan. Aura Printing & Publishing.

    Astuti, D., Prasetyo, E., Dewi, K., & Dewi, P. (2024). Penerapan Meditasi Buddhis dalam Berbagai Bidang Seni di Era Modern. Vijjacariya: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Buddhis, 11(1).

    Martiara, R. (2012). Nilai dan Norma Budaya Lampung: Dalam Sudut Pandang Strukturalisme. Vol. 1. No. 1. Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. https://doi.org/http://digilib.isi.ac.id/1648/

    Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A. (2016). Komunikasi antar budaya dalam perspektif antropologi. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(1).

    Nururi, I. (2024). Tradisi Dan Religi: Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri Masyarakat Suku Lampung Sebagai Dasar Etika Dan Relevansinya Dengan Agama Islam: Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri Masyarakat Suku Lampung Sebagai Dasar Etika Dan Relevansinya Dengan Agama Islam. Bulletin of Asian Islamic Studies, 1(1), 23–37.

    Putri, N. W. (2018). Pergeseran bahasa daerah Lampung pada masyarakat kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2), 77–86. https://jurnal.uns.ac.id/pjl/article/view/16550

    Ramadhan, M. K. (2022). Analisis Sikap Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Pembelian Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Di Kota Bandar Lampung.

  1. Abi Sofyan, I. S., & Basri, M. (2014). Tradisi Majau dalam Perkawinan Adat Lampung Pepadun di Kampung Kartajaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan. Jurnal Pendidikan Dan Pelatihan Sejarah, 2(5), 15–37.
  2. Adji, T. P. (2024). Desain Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif, 27.
  3. Anita Damayantie, A., Pairulsyah, P., Suwarno, S., & Abdulsyani, A. (2021). NENGAH-NYAPPUR (Studi Makna dan Fungsi Kearifan Lokal NengahNyappur pada Masyarakat Adat Marga Legun Paksi Bulok, Kalianda, Lampung Selatan). http://repository.lppm.unila.ac.id/36713/
  4. Ariyani, F., Yufrizal, H., Agustina, E. S., & Mustofa, A. (2015). Konsepsi Piil Pesenggiri Menurut Masyarakat Adat Lampung Waykanan Di Kabupaten Waykanan. Aura Printing & Publishing.
  5. Astuti, D., Prasetyo, E., Dewi, K., & Dewi, P. (2024). Penerapan Meditasi Buddhis dalam Berbagai Bidang Seni di Era Modern. Vijjacariya: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Buddhis, 11(1).
  6. Martiara, R. (2012). Nilai dan Norma Budaya Lampung: Dalam Sudut Pandang Strukturalisme. Vol. 1. No. 1. Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. https://doi.org/http://digilib.isi.ac.id/1648/
  7. Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A. (2016). Komunikasi antar budaya dalam perspektif antropologi. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(1).
  8. Nururi, I. (2024). Tradisi Dan Religi: Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri Masyarakat Suku Lampung Sebagai Dasar Etika Dan Relevansinya Dengan Agama Islam: Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri Masyarakat Suku Lampung Sebagai Dasar Etika Dan Relevansinya Dengan Agama Islam. Bulletin of Asian Islamic Studies, 1(1), 23–37.
  9. Putri, N. W. (2018). Pergeseran bahasa daerah Lampung pada masyarakat kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2), 77–86. https://jurnal.uns.ac.id/pjl/article/view/16550
  10. Ramadhan, M. K. (2022). Analisis Sikap Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Pembelian Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Di Kota Bandar Lampung.