Jurnal Punyimbang https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/punyimbang <p><strong>Jurnal Punyimbang</strong> adalah media publikasi yang bertujuan untuk menjadi sumber akademis pada studi pendidikan bahasa, sastra, masyarakat, dan budaya. <strong>Jurnal Punyimbang</strong> menerbitkan artikel hasil penelitian asli, artikel ulasan, dan studi kasus yang berfokus pada pendidikan bahasa, sastra, masyarakat, budaya, dan topik terkait lainnya. <strong>Jurnal Punyimbang</strong> terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Mei dan Oktober.</p> en-US jurnal.pbs@fkip.unila.ac.id (Fadli Agus Firmasyah) m.ramdhan@fkip.unila.ac.id (Muhammad Ramdhan Fathin Al-Farabi) Sun, 31 May 2026 02:10:41 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 TUBUH SEBAGAI ARSIP TRAUMA DAN INGATAN KEKERASAN NEGARA DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S CHIDORI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/punyimbang/article/view/1883 <p><em>This study aims to analyze the representation of the body as an archive of trauma and state violence memory in the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method, applying theoretical frameworks from trauma studies, body studies, and memory studies. The findings reveal that the body in the novel is not merely portrayed as a victim of state violence, but also as an instrument of power used systematically to control and subjugate individuals. Furthermore, the body functions as an archive that continuously stores trauma, where experiences of violence persist beyond physical events and remain embedded in bodily sensations. This trauma manifests through somatic responses such as fear, trembling, breathing disturbances, and identity fragmentation, indicating the internalization of violence within the subject. Moreover, the body serves as a medium of collective memory that not only preserves individual experiences but also constructs shared awareness of state violence. The persistence of memory within the body becomes a form of resistance against the erasure of history, positioning the body as a political site of contestation. Thus, the novel demonstrates that the body is a critical arena where power, trauma, and memory intersect, while simultaneously functioning as a medium for preserving collective memory of state violence.</em></p> <p> </p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi tubuh sebagai arsip trauma dan ingatan kekerasan negara dalam novel </span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Laut Bercerita</span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> karya Leila S. Chudori. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis serta memanfaatkan kerangka teori </span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">studi trauma, studi tubuh,</span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan </span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">studi memori</span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh dalam novel tidak hanya direpresentasikan sebagai objek kekerasan negara, tetapi juga sebagai instrumen kontrol kekuasaan yang bekerja secara sistematis untuk menundukkan individu. Selain itu, tubuh berfungsi sebagai arsip yang menyimpan trauma secara berkelanjutan, di mana pengalaman kekerasan tidak berhenti pada peristiwa fisik, tetapi terus hidup dalam sensasi tubuh. Trauma tersebut memunculkan berbagai respon somatik seperti ketakutan, gemetar, gangguan pernapasan, serta fragmentasi identitas yang menunjukkan internalisasi kekerasan dalam diri korban. Lebih lanjut, tubuh juga berperan sebagai media ingatan kolektif yang tidak hanya merekam pengalaman individu, tetapi juga membangun kesadaran bersama atas kekerasan negara. Ingatan yang tersimpan dalam tubuh menjadi bentuk resistensi terhadap upaya penghapusan sejarah, sehingga tubuh memiliki dimensi politis sebagai ruang perlawanan. Dengan demikian, novel ini mengungkap bahwa tubuh merupakan arena yang menampilkan hubungan antara kekuasaan, trauma, dan ingatan, sekaligus menjadi media untuk mempertahankan memori kolektif atas kekerasan negara.</span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata Kunci</span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> : Tubuh; trauma; Kekerasan Negara; Ingatan Kolektif; </span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Laut Bercerita.</span></em></p> Desi Novita Sari, Mulyono Mulyono, Agus Nuryatin Copyright (c) 2026 Jurnal Punyimbang https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/punyimbang/article/view/1883 Sun, 31 May 2026 00:00:00 +0000