Sebagai pendidik yang profesional, guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional (UU No.14 Tahun 2005). Kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki penguasaan materi pembelajaran, kurikulum, serta struktur dan metodologi keilmuannya. Di dalam kompetensi kepribadian, guru mampu dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi pedagogik mensyaratkan guru agar memiliki pemahaman terhadap peserta didik, mengembangkan potensi peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran. Selanjutnya, kompetensi sosial menghendaki guru mampu berkomunikasi dan bergaul dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik serta masyarakat sekitar. Sehubungan dengan hal, tulisan ini memerikan strategi kesantunan berbahasa pendidik dalam pembelajaran Bhs. Indonesia; dan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran BI yang berbasis model pembelajaran sinektik. Untuk ini dilakukan pemerian sebagai berikut: (1) formulasi strategi kesantunan bertutur pendidik dan (2) struktur pembelajaran BI berbasis kesantunan berbahasa dengan model sinektik. Model sinektik digunakan dalam pembelajaran BI dengan berbasis kesantunan berbahasa pendidik dan peserta didiknya karena pembelajaran yang efektif dan inovatif dapat dicapai jika sesuai dengan prinsip-prinsip dalam model sinektik.
As professional educators, teachers must have pedagogical, personality, social, and professional competencies (Law No. 14 of 2005). Professional competency requires teachers to have mastery of learning materials, curriculum, and scientific structure and methodology. In personality competency, teachers are able to be mature, wise, authoritative, have good morals, and be role models for students. Pedagogical competency requires teachers to have an understanding of students, develop students' potential, design and implement learning. Furthermore, social competency requires teachers to be able to communicate and socialize with students, fellow educators, education personnel, parents/guardians of students and the surrounding community. In connection with this, this paper describes the language politeness strategies of educators in learning Indonesian; and language politeness strategies in learning BI based on the synectic learning model. For this purpose, the following descriptions are carried out: (1) formulation of the teacher's speech politeness strategy and (2) the structure of BI learning based on language politeness with the synectic model. The synectic model is used in Indonesian Language (BI) learning, based on politeness between educators and students. Effective and innovative learning can be achieved if it adheres to the principles of the synectic model.