Abstrak
Tari memegang peranan signifikan dalam menstimulasi kecerdasan kinestetik dan meningkatkan perkembangan motorik anak dengan Down Syndrome. Lebih jauh lagi, sifat tari yang ekspresif dan melibatkan gerakan tubuh yang menyenangkan berpotensi besar sebagai media terapi yang efektif bagi anak-anak Down Syndrome. Dengan demikian, implementasi pembelajaran tari yang tepat menjadi krusial. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas guru seni di Sekolah Luar Biasa (SLB) Provinsi Lampung tidak memiliki kualifikasi pendidikan formal di bidang seni dan budaya. Kondisi ini dapat mengakibatkan pembelajaran seni, termasuk tari, tidak berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk mengatasi kendala ini, penelitian ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis video. Penelitian menghasilkan media berupa video tutorial yang dirancang khusus untuk mengajarkan tari kepada anak Down Syndrome. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa metode pembelajaran menari melalui stimulus audio, khususnya penggunaan lagu yang mengintegrasikan instruksi gerakan, sangat efektif bagi kelompok sasaran ini. Pendekatan ini kemudian diwujudkan dalam produk media pembelajaran yang telah melalui serangkaian pengujian. Hasil uji validitas oleh ahli materi dan ahli media, serta uji kepraktisan dan daya tarik oleh pengguna, menunjukkan bahwa media ini berada pada kategori "Sangat Layak". Implikasi dari temuan ini adalah perlunya sosialisasi media pembelajaran ini secara luas kepada masyarakat, khususnya pihak-pihak yang berkecimpung dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Dance plays a significant role in stimulating kinesthetic intelligence and enhancing motor development in children with Down Syndrome. Furthermore, its expressive nature and enjoyable physical movements offer substantial potential as an effective therapeutic medium for these children. Therefore, the appropriate implementation of dance instruction is crucial. However, the reality in the field reveals that most arts teachers in Special Schools (SLB) in Lampung Province lack formal educational qualifications in arts and culture. This situation can hinder arts learning, including dance, from achieving its intended objectives. To address this challenge, this research focuses on developing an interactive video-based learning medium. The study produced a tutorial video specifically designed to teach dance to children with Down Syndrome. Research findings indicate that teaching dance through audio stimuli, particularly using songs that integrate movement instructions, is highly effective for this target group. This approach was then realized in a learning media product that underwent a series of tests. Validity tests by material and media experts, as well as practicality and attractiveness tests by users, showed that this medium falls into the "Very Feasible" category. The implication of these findings is the necessity for widespread dissemination of this learning medium to the public, particularly to those involved in the education of children with special needs.