Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi kedisiplinan pada santri remaja di lingkungan pesantren, di mana tercatat sekitar 30% santri kelas 3 Ula di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Ishlah menunjukkan tingkat kepatuhan yang rendah terhadap tata tertib. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan Bimbingan dan Konseling Islami (BKI) serta dampaknya terhadap transformasi kedisiplinan santri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan fitrah dan sa’dah mutawazinah yang disinergikan dengan metode keteladanan (uswah hasanah) dan komunikasi personal yang humanis berhasil menurunkan angka pelanggaran disiplin secara signifikan. Selain itu, tercipta transformasi perilaku berupa peningkatan keterbukaan emosional dan kemandirian santri dalam mengelola konflik. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan tenaga ahli profesional, pola kemitraan antara pengasuh dan bagian keamanan terbukti menjadi instrumen vital dalam keberhasilan bimbingan. Merekomendasikan pihak pesantren untuk melakukan standardisasi kompetensi konseling bagi guru mad rasah diniyah dan sinkronisasi jadwal antara kegiatan sekolah formal dengan kegiatan kepesantrenan guna menjaga stabilitas fisik dan mental santri.
This research is motivated by the phenomenon of declining discipline among adolescent students in Islamic boarding schools (pesantren). Approximately 30% of third-grade students at the Madrasah Diniyah (Islamic Boarding School) Darul Ishlah Islamic Boarding School demonstrate low levels of compliance with regulations. This study aims to analyze the implementation of Islamic Guidance and Counseling (BKI) services and its impact on transforming student discipline. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques including in-depth interviews, participant observation, and documentation. The findings indicate that the use of the fitrah (natural) and sa'dah mutawazinah (religious) approaches, combined with the exemplary (uswah hasanah) method and humanistic personal communication, significantly reduced the number of disciplinary violations. Furthermore, behavioral transformation resulted in increased emotional openness and increased student independence in managing conflict. Despite the limited availability of professional experts, the partnership between the guidance counselors and the security department proved to be a vital instrument for successful guidance. Recommend that Islamic boarding schools standardize counseling competencies for madrasah diniyah teachers and synchronize the schedules of formal school activities with Islamic boarding school activities to maintain the physical and mental well-being of students.