This study aims to describe the moral values of courage and perseverance in resisting Israeli Zionism in the short story collection Gadis Kota Jerash by Habiburrahman El Shirazy et al., as well as to examine its relevance as an alternative literary teaching material in senior high schools. The research employs a qualitative descriptive method with a pragmatic literary approach. The data consist of narrative excerpts, dialogues, and characters’ actions that represent moral values. Data collected through reading and note-taking techniques and analyzed using content analysis. The object of the study focuses on three short stories, namely “Bayi-Bayi Tertawa,” “Menanti Palestina,” and “Orang-Orang Terowongan.” The findings reveal 24 moral value data, comprising 13 data of courage and 11 data. The value of courage is reflected through moral bravery and the attitude of defending human dignity amid oppression, while perseverance is manifested through mental resilience, fighting spirit, and an unyielding attitude in facing suffering. These findings are relevant as alternative literary teaching materials for senior high schools because they meet linguistic, psychological, and cultural background aspects and align with the learning outcomes of the Merdeka Curriculum Phase F in the reading and viewing elements.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai moral berani dan pantang menyerah terhadap zionis Israel dalam kumpulan cerpen Gadis Kota Jerash karya Habiburrahman El Shirazy, dkk., serta relevansinya sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik sastra. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, dan tindakan tokoh yang merepresentasikan nilai moral. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Objek kajian difokuskan pada tiga cerpen, yaitu “Bayi-Bayi Tertawa”, “Menanti Palestina”, dan “Orang-Orang Terowongan”. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 24 data nilai moral, terdiri atas 13 data nilai berani dan 11 data nilai pantang menyerah. Nilai berani ditampilkan melalui keberanian moral dan sikap mempertahankan martabat kemanusiaan di tengah penindasan, sedangkan nilai pantang menyerah tercermin melalui ketahanan mental, daya juang, dan sikap tidak berputus asa dalam menghadapi penderitaan. Temuan ini relevan dijadikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA karena memenuhi aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya, serta selaras dengan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka fase F pada elemen membaca dan memirsa.