Kemampuan berpikir kritis merupakan aspek penting yang perlu dimiliki oleh setiap siswa dalam proses pembelajaran agar dapat memperoleh pemahaman yang mendalam serta meningkatkan kualitas pengetahuan. Selain itu, keterampilan komunikasi juga menjadi kebutuhan esensial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis serta keterampilan komunikasi siswa di SDS Soekarno Hatta melalui metode TBLA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menguraikan secara menyeluruh kemampuan tersebut. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Arrazaq beserta guru wali kelas mereka proses pengumpulan data digunakan dokumentasi foto dan video kemudian data yang diperoleh ditranskrip dan dianalisis menggunakan metode TBLA. Berikut Adalah hasil transkripsi berfikir kritis menurut model FRISCO, dengan rincian sebagai berikut: focus sebesar 70%, reason 11%, inferences 7%, situation 4%, clarity 4%, dan overview 4%. kemudian, dalam aspek komunikasi, siswa menampilkan seluruh indikator yang diamati, meliputi: menerima perasaan (accepts feelings) sebesar 10%, memberikan pujian atau dorongan (praises or encourages) 10%, menerima atau menggunakan ide siswa (accepts or uses ideas of pupils) 7%, mengajukan pertanyaan (ask question) 15%, memberi penjelasan (lecturing) 12%, memberikan arahan (giving directions) 10%, mengkritik atau membenarkan otoritas (criticizing or justifying authority) 5%, inisiasi pembicaraan oleh siswa (pupil talk initiation) 7%, respons siswa dalam pembicaraan
Critical thinking skills are an important aspect that every student needs to have in the learning process in order to gain a deep understanding and improve the quality of knowledge. In addition, communication skills are also an essential need for students in everyday life. This study aims to identify the critical thinking skills and communication skills of students at Soekarno Hatta Elementary School through the TBLA method. This study uses a qualitative descriptive approach that aims to thoroughly describe these abilities. The subjects of this study were fifth-grade Arrazaq students and their homeroom teachers. The data collection process used photo and video documentation, then the data obtained were transcribed and analyzed using the TBLA method. The following are the results of critical thinking transcription according to the FRISCO model, with the following details: focus 70%, reason 11%, inferences 7%, situation 4%, clarity 4%, and overview 4%. Then, in the communication aspect, students displayed all the observed indicators, including: accepting feelings (10%), giving praise or encouragement (10%), accepting or using ideas of pupils (7%), asking questions (15%), giving explanations (lecturing), giving directions (10%), criticizing or justifying authority (5%), initiating conversation by students (pupil talk initiation), and student responses in conversation.