This study aims to analyze errors in the use of standard and non-standard words in writing standard speech texts. The background of this study is students' limited understanding of standard and non standard words in writing speech texts. Many students lack the ability to write speech texts using standard words, resulting in difficulty choosing the right words. The purpose of this study was to analyze errors in the use of standard and non-standard words in speech texts. The author used a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were obtained through observation, portfolios, and documentation. Data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and analysis guidelines. From the author's research, in general, many students still lack an understanding of standard and non-standard words. This indicates that students are more accustomed to using informal words they use everyday, such as "nga" (non-standard), "karena" (because), and "pede" (pede). However, the level of errors varies across students, with some students making 2-6 errors, while others make more. These errors indicate a lack of understanding in the use of standard and non-standard words.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan kata baku dan tidak baku dalam menulis teks pidato baku, dalam latar belakang penelitian ini minimnya pemahaman siswa tentang kata baku dan tidak baku dalam penulisan teks pidato, banyak siswa yang kurang dalam penulisan teks pidato dengan menggunakan kata baku sehingga kesulitan dalam memilih kata yang tepat dalam menulis teks pidato. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahan penggunaan kata baku dan tidak baku dalam teks pidato. Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, Portofolio, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan panduan analisis. Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, secara garis besar masih banyak siswa yang kurang mengerti tentang kata baku dan tidak baku, hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih terbiasa menggunakan kata informal yang mereka gunakan sehari-hari seperti kata enggak, karena dan pede. Tetapi tingkat kesalahan pada siswa tersebut berbeda-beda ada siswa yang terdapat kesalahan 2-6 kesalahan dan ada juga yang lebih dari itu. Kesalahan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman dalam penggunaan kata baku dan tidak baku.