This study examines the relationship between gender and public-religious discourse in contemporary Islamic contexts, focusing on women's participation dynamics in religious public spaces. The research aims to analyze how gender constructions influence women's access to and participation in religious discourse, identify barriers and opportunities for women in public-religious spaces, and evaluate the transformation of gender roles in contemporary Islamic discourse. Using qualitative methods with phenomenological approaches, data were collected through in-depth interviews with 30 religious leaders, academics, and female activists, complemented by discourse analysis of religious texts and media representations. The findings reveal that despite progressive interpretations of Islamic teachings regarding gender equality, structural and cultural barriers continue to limit women's full participation in religious public discourse. However, there is a growing trend of women's empowerment through reinterpretation of religious texts and the emergence of female religious authorities. The study concludes that gender construction in public-religious discourse is undergoing significant transformation, with women increasingly claiming their space in religious public spheres while navigating traditional gender expectations.
Penelitian ini mengkaji hubungan antara gender dan wacana publik-keagamaan dalam konteks Islam kontemporer, dengan fokus pada dinamika partisipasi perempuan dalam ruang publik keagamaan. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana konstruksi gender mempengaruhi akses dan partisipasi perempuan dalam wacana keagamaan, mengidentifikasi hambatan dan peluang bagi perempuan dalam ruang publik-keagamaan, serta mengevaluasi transformasi peran gender dalam diskursus Islam kontemporer. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 30 tokoh agama, akademisi, dan aktivis perempuan, dilengkapi dengan analisis wacana terhadap teks-teks keagamaan dan representasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat interpretasi progresif terhadap ajaran Islam mengenai kesetaraan gender, hambatan struktural dan kultural masih membatasi partisipasi penuh perempuan dalam wacana publik keagamaan. Namun, terdapat tren peningkatan pemberdayaan perempuan melalui reinterpretasi teks-teks keagamaan dan munculnya otoritas keagamaan perempuan. Penelitian menyimpulkan bahwa konstruksi gender dalam wacana publik-keagamaan mengalami transformasi signifikan, dengan perempuan semakin mengklaim ruang mereka dalam ranah publik keagamaan sambil menavigasi ekspektasi gender tradisional.