This study aims to determine the effect of emotional regulation and self-efficacy on academic resilience among junior high school students in Pasuruan. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design and multiple linear regression analysis. The study sample consisted of 265 students obtained through proportionate stratified random sampling. Data collection was conducted using three psychological scales, namely the emotion regulation scale, self-efficacy scale, and academic resilience scale, each of which had been tested for validity and reliability. The results showed that emotion regulation and self-efficacy simultaneously influenced academic resilience with an Adjusted R Square value of 0.407. Partially, emotional regulation contributed 13.8%, while self-efficacy contributed 28.3% to academic resilience. F-test and t-test analyses showed that both independent variables had a significant effect on academic resilience. Variable categorization also shows that the majority of students are in the high category in terms of self-efficacy and academic resilience, while emotional regulation tends to be in the moderate category. These findings emphasize the importance of strengthening emotional regulation and self-efficacy as internal factors that play a role in improving student’s academic resilience in facing learning challenges.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi dan efikasi diri terhadap resiliensi akademik pada siswa SMP di Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desaim cross-sectional dan analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian berjumlah 265 siswa yang diperoleh melalui Teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga skala psikologi, yaitu skala regulasi emosi, skala efikasi diri, dan skala resiliensi akademik yang masing-masing telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dan efikasi diri berpengaruh secara simultan terhadap resiliensi akademik dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,407. Secara parsial, regulasi emosi memberikan kontribusi sebesar 13,8%, sedangkan efikasi diri memberikan kontribusi sebesar 28,3% terhadap resiliensi akademik. Analisis uji F dan uji t menunjukkan bahwa kedua variabel independent berpengaruh secara signifikan terhadap resiliensi akademik. Kategorisasi variabel juga menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori tinggi pada aspek efikasi diri dan resiliensi akademik, sedangkan regulasi emosi cenderung berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kemampuan regulasi emosi dan efikasi diri sebagai factor internal yang berperan dalam meningkatkan ketahanan akademik siswa dalam menghadapu tantangan pembelajaran.