This study aims to describe the strategy of implementing the Joyful Learning approach with various learning methods at SD Negeri 1 Tegineneng. Using a qualitative approach with a case study design, this study involved three teachers of grades IV–VI and 90 students, with data obtained through observation, interviews, and document studies. The results show that teachers implemented educational games (85%), group discussions (72%), simple experiments (68%), storytelling (65%), and simple projects (60%), which were proven to increase student motivation, participation, and engagement. The main obstacles encountered were limited media, variations in student abilities, and time allocation, but these could be overcome through the creativity of teachers in utilising local materials. These findings are in line with constructivist, sociocultural, and humanistic theories and recommend Joyful Learning as an effective strategy that can be replicated in other primary schools.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi penerapan pendekatan Joyful Learning dengan berbagai metode pembelajaran di SD Negeri 1 Tegineneng. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga guru kelas IV–VI dan 90 siswa, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan permainan edukatif (85%), diskusi kelompok (72%), eksperimen sederhana (68%), storytelling (65%), dan proyek sederhana (60%) yang terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi, serta keterlibatan siswa. Kendala utama yang ditemui adalah keterbatasan media, variasi kemampuan siswa, dan alokasi waktu, namun dapat diatasi melalui kreativitas guru memanfaatkan bahan lokal. Temuan ini selaras dengan teori konstruktivisme, sosiokultural, dan humanistik, serta merekomendasikan Joyful Learning sebagai strategi efektif yang dapat direplikasi di sekolah dasar lain.