The research aims to examine and describe the forms of female resistance in the novel as expressions of self-existence, based on Simone de Beauvoir’s existentialist feminist theory. The study employs a descriptive qualitative method with an existential feminist approach. Data were obtained from excerpts in the novel Re;nkarnasi that reflect the main female character's existence. The findings show that Re;nkarnasi presents the female protagonist as an individual who rejects "Otherness." The most prominent indicator of existence is the rejection of subordination. The character expresses various forms of resistance against othering, societal discrimination, and degrading stereotypes toward women. Other indicators—such as social transformation, intellectual engagement, and the ability to work—appear less frequently but reflect the protagonist’s perseverance in facing social and emotional pressures. The study's educational implication lies in teaching novel texts using Indonesian language student worksheets (LKPD) for Grade XII, Phase F. The LKPD is designed with a deep learning and contextual approach to foster students' critical understanding of gender issues.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan perempuan dalam novel tersebut sebagai wujud eksistensi diri berdasarkan teori Simone de Beauvoir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminisme eksistensial. Sumber data diperoleh dari kutipan dalam novel Re;nkarnasi yang mencerminkan eksistensi tokoh utama perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Re;nkarnasi menampilkan tokoh utama perempuan sebagai individu menolak ke-Liyan-an. Indikator eksistensi yang paling banyak ditemukan adalah menolak subordinasi. Tokoh menyajikan berbagai bentuk perlawanan terhadap ke-liyan-an, diskriminasi masyarakat dan pelabelan yang merendahkan perempuan. Indikator lainnya, seperti transformasi sosial di masyarakat, menjadi intelektual, dan dapat bekerja, muncul dengan jumlah lebih sedikit menggambarkan keteguhan tokoh utama dalam menghadapi tekanan sosial dan emosional. Implikasi penelitian ini dalam pembelajaran sastra di SMA materi pembelajaran teks novel dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Bahasa Indonesia kelas XII fase F. LKPD dirancang dengan pendekatan deep learning dan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman kritis terhadap isu gender.