This study aims to describe the structure of the poem and the functions of kias (a form of traditional poetic expression) in the oral tradition of the South Lampung community, as well as its implications for Lampung language learning at the senior high school level. Kias, as a form of folk poetry, possesses rich aesthetic structures and socio-cultural functions that play an important role in preserving the identity of the Lampung people. This research employs a qualitative approach using descriptive and ethnographic methods. Data were collected through non-participatory observation, in-depth interviews, and documentation, with Jamaluddin AK Khaja Niti Gama, a traditional leader, as the main informant. The findings reveal that kias has structural elements including diction, imagery, concrete words, figures of speech, rhyme and rhythm, theme, tone, mood, message, and overall structure. Furthermore, the study shows that kias serves multiple functions, namely as a medium of entertainment, education, and social interaction.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur puisi dan fungsi dari kias dalam tradisi lisan masyarakat Lampung Selatan serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Lampung di jenjang SMA. Kias sebagai salah satu bentuk puisi rakyat memiliki kekayaan struktur estetis dan fungsi sosial budaya yang penting dalam mempertahankan identitas masyarakat Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan etnografi. Data diperoleh melalui observasi non partisipatif yaitu wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan tokoh adat Jamaluddin AK Khaja Niti Gama sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kias memiliki struktur meliputi diksi, citraan/imaji, kata konkret, majas/gaya bahasa, rima dan irama, tema, nada, rasa, amanat dan kerangka kias. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukan bahwa kias memiliki fungsi. Pada data ditemukan tiga fungsi kias yang meliputi wahana hiburan, wahana edukasi dan wahana pergaulan silahturahmi.