This research aims to describe the discourse structure in Public Service Advertisements on the Semarang City Government Instagram account using Teun A. van Dijk's critical discourse analysis model. This research can be used as a means of training students' critical thinking skills in responding to news or messages on social media. This research uses a qualitative descriptive approach, with observational data analysis techniques and documentation as well as data using a matching method based on three dimensions: text (macro structure, superstructure, micro structure), context, social cognition. The research results describe that public service advertisements on the Semarang City Government's Instagram carry the main theme of public information, education, appeals which are produced or packaged visually with attractive and communicative graphics. There is a harmony between macro structure, superstructure and micro structure that supports the effectiveness of information performance. Context in Public Service Advertisements is a form of government concern for actual issues developing in society, while social cognition is part of the presuppositions and representations of social values that can build public awareness. This research emphasizes that the role of social media can be a strategic means of public communication so as to form public awareness in a critical and participatory manner
Penelitian ini menekankan bahwa peran media sosial dapat menjadi sarana komunikasi publik yang strategis sehingga membentuk kesadaran masyarakat secara kritis dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur wacana dalam Iklan Layanan Masyarakat pada akun Instagram Pemkot Semarang dengan model analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana melatih keterampilan berpikir kritis pelajar dalam menanggapi berita atau pesan di media sosial. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data simak catat dan dokumentasi serta analisis data dengan metode padan berdasarkan tiga dimensi: teks (struktur makro, superstruktur, struktur mikro), konteks, kognisi sosial. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa Iklan Layanan Masyarakat pada Instagram Pemkot Semarang mengandung tema utama berupa informasi publik, edukasi, imbauan yang diproduksi atau dikemas secara visual dengan grafis yang menarik dan komunikatif. Terdapat kepaduan antara struktur makro, superstruktur, struktur mikro yang mendukung efektivitas penyampaian informasi. Konteks dalam Iklan Layanan Masyarakat merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat, sedangkan kognisi sosial bagian dari praanggapan dan representasi nilai sosial yang dapat membangun kesadaran masyarakat.