ANALISIS KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA PUISI “TEDUH HUTAN JATI” DAN “BERJALAN DI PEMATANG SAWAH” KARYA BAMBANG SUPRANOTO
Abstract:
This research analyzes two poems by Bambang Supranoto, namely "Shady Teak Forest" and "Walking On The Rice Fields", using Ferdinand de Saussure's semiotic theory with a descriptive qualitative approach. This semiotic theory focuses on the relationship between signifier and signified in poetry. The aim of this research is to reveal the meaning contained in the language elements used by poets to convey messages and emotions. The results of the analysis show that in the poem "Shady Teak Forest", markers such as "wind" and "lush teak leaves" describe the soothing calm of nature, with signs of peace and blessings given by God through nature. Meanwhile, in the poem "Walking On The Rice Fields", markers such as "joyful singing" and "lush rice" describe an atmosphere of joy and gratitude for God's grace which is manifested from fertile nature. This second poem shows the harmony between humans and nature, as well as the importance of protecting and being grateful for the existence of nature as a gift from God. It is hoped that this research can add more insight into the dynamics of signs in poetry and enrich readers' understanding of the hidden meanings contained in literary works.
Penelitian ini menganalisis dua puisi karya Bambang Supranoto, yaitu “Teduh Hutan Jati” dan “Berjalan di Pematang Sawah”, menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teori semiotika ini menitikberatkan pada hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) yang ada dalam puisi. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap makna yang terdapat dalam elemen-elemen bahasa yang digunakan oleh penyair untuk menyampaikan pesan dan emosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam puisi “Teduh Hutan Jati”, penanda seperti “angin” dan “rimbun daun-daun jati” menggambarkan ketenangan alam yang menyejukkan, dengan petanda berupa kedamaian dan keberkahan yang diberikan Tuhan melalui alam. Sedangkan dalam puisi “Berjalan di Pematang Sawah”, penanda seperti “lagu gembira” dan “rimbun padi” menggambarkan suasana gembira dan rasa syukur terhadap karunia Tuhan yang tercermin dalam alam yang subur. Kedua puisi ini menunjukkan keharmonisan antara manusia dengan alam, serta pentingnya menjaga dan mensyukuri keberadaan alam sebagai berkah Tuhan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan lebih dalam tentang dinamika tanda dalam puisi dan memperkaya pemahaman pembaca terhadap makna tersembunyi yang terkandung dalam karya sastra.
Asriningsari, A., & Umaya, N. (2010). Semiotika teori dan aplikasi pada karya sastra. UPGRIS PRESS.
Hasanah, D. U., Achsani, F., & Akbar Al Aziz, I. S. (2019). Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Pada Puisi-Puisi Karya Fadli Zon. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(1), 13–26. https://doi.org/10.22219/kembara.v5i1.8187.
Maryam, Siti., Teti Sobari., & Enung Nurhayati. (2020). Analisis Puisi “Mesin Riwayat” Karya Heri Isnaini dengan Pendekatan Semiotika. PAROLE: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(5).
Melati, T. S., Warisma, P., & Ismayani, M. (2019). Analisis Konflik Tokoh dalam Novel Rindu Karya Tere Liye Berdasarkan Pendekatan Psikologi Sastra. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 2(2), 229-238.
Memahami Teori Komunikasi Sudut Pandang Tradisi Dan Konteks. (n.d.). (n.p.): Deepublish.
Nugraha, S., Suhendra, J. S., & San Fauziya, D. (2019). Analisis Unsur Intrinsik dan Nilai Moral dalam Cerpen “Mengapa Orang Gila Membunuh Ustaz?” Karya Faris Alfaisal Pada Surat Kabar Republika Edisi 1 April 2018. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 2(1).
Nurul, P., Putri, A., Puspitasari, T., & Permana, I. (2019). Analisis puisi heri isnaini “prangko". Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 2, 365–370.
Pirmansyah, P., Anjani, C., & Firmansyah, D. (2018). Analisis Semiotik Dalam Puisi “Hatiku Selembar Daun” Karya Sapardi Djoko Damono. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(3), 315-320.
Pradopo, D. R. (2012). Pengkajian puisi (cetakan ketiga belas). Gadjah Mada University Press.
Putra, R. M. S. 2010. Principles of Creative Writing. Jakarta: Penerbit Indeks.
Rio Dirman. (2022). ANALISIS STRUKTUR PUISI DALAM KUMPULAN PUISI “AKU INI BINATANG JALANG” KARYA CHAIRIL ANWAR. JOEL: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa , 1 (11), 1635–1646. https://doi.org/10.53625/joel.v1i11.2704.
Robingatun, S. (2013). Analisis Gaya Bahasa pada Antologi Geguritan Abang Branang Karya Rachmat Djoko Pradopo. ADITYA-Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, 3(5), 24-29.
Roita Sinaga. (2024). ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAN DE SAUSSURE DALAM NOVEL GARIS WAKTU KARYA FIERSA BESARI. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 4(1), 261–273. https://doi.org/10.37304/enggang.v4i1.12138.
Santosa, Puji. 1996. Pengetahuan dan Apresiasi Kesusastraan dalam Tanya Jawab: untuk SMU dan SMK. Ende-Flores: Nusa Indah.
Sastra Indonesia Lengkap. (2018). (n.p.): Ilmu Cemerlang Group.
Septiani, Dwi. 2020. “Majas Dan Citraan Dalam Puisi “Mishima” Karya Goenawan Mohamad (Kajian Stilistika)”, Jurnal Sasindo Unpam. 8 (1): 12-24.
Simorangkir, B dan Simanjutak 2001. Kesussastraan Indonesia 1. Jakarta: Yayasan Pembangunan
Sinaga, A. (2022). Analisis Gaya Bahasa Dalam Kumpulan Puisi Perahu Kertas Karya Sapardi Djoko Damono. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 950-957.
Sitompul, A. L., Patriansyah, M., & Pangestu, R. (2021). Analisis Poster Video Klip Lathi: Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 6(1).
Think Smart Bahasa Indonesia. (n.d.). (n.p.): PT Grafindo Media Pratama.
Wahyuni, L. (2017). Pembentukan Citra Diri dalam Puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana Karya KH. A. Mustofa Bisri. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2(2), 187-194.
- Asriningsari, A., & Umaya, N. (2010). Semiotika teori dan aplikasi pada karya sastra. UPGRIS PRESS.
- Hasanah, D. U., Achsani, F., & Akbar Al Aziz, I. S. (2019). Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Pada Puisi-Puisi Karya Fadli Zon. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(1), 13–26. https://doi.org/10.22219/kembara.v5i1.8187.
- Maryam, Siti., Teti Sobari., & Enung Nurhayati. (2020). Analisis Puisi “Mesin Riwayat” Karya Heri Isnaini dengan Pendekatan Semiotika. PAROLE: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(5).
- Melati, T. S., Warisma, P., & Ismayani, M. (2019). Analisis Konflik Tokoh dalam Novel Rindu Karya Tere Liye Berdasarkan Pendekatan Psikologi Sastra. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 2(2), 229-238.
- Memahami Teori Komunikasi Sudut Pandang Tradisi Dan Konteks. (n.d.). (n.p.): Deepublish.
- Nugraha, S., Suhendra, J. S., & San Fauziya, D. (2019). Analisis Unsur Intrinsik dan Nilai Moral dalam Cerpen “Mengapa Orang Gila Membunuh Ustaz?” Karya Faris Alfaisal Pada Surat Kabar Republika Edisi 1 April 2018. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 2(1).
- Nurul, P., Putri, A., Puspitasari, T., & Permana, I. (2019). Analisis puisi heri isnaini “prangko". Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 2, 365–370.
- Pirmansyah, P., Anjani, C., & Firmansyah, D. (2018). Analisis Semiotik Dalam Puisi “Hatiku Selembar Daun” Karya Sapardi Djoko Damono. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(3), 315-320.
- Pradopo, D. R. (2012). Pengkajian puisi (cetakan ketiga belas). Gadjah Mada University Press.
- Putra, R. M. S. 2010. Principles of Creative Writing. Jakarta: Penerbit Indeks.
- Rio Dirman. (2022). ANALISIS STRUKTUR PUISI DALAM KUMPULAN PUISI “AKU INI BINATANG JALANG” KARYA CHAIRIL ANWAR. JOEL: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa , 1 (11), 1635–1646. https://doi.org/10.53625/joel.v1i11.2704.
- Robingatun, S. (2013). Analisis Gaya Bahasa pada Antologi Geguritan Abang Branang Karya Rachmat Djoko Pradopo. ADITYA-Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, 3(5), 24-29.
- Roita Sinaga. (2024). ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAN DE SAUSSURE DALAM NOVEL GARIS WAKTU KARYA FIERSA BESARI. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 4(1), 261–273. https://doi.org/10.37304/enggang.v4i1.12138.
- Santosa, Puji. 1996. Pengetahuan dan Apresiasi Kesusastraan dalam Tanya Jawab: untuk SMU dan SMK. Ende-Flores: Nusa Indah.
- Sastra Indonesia Lengkap. (2018). (n.p.): Ilmu Cemerlang Group.
- Septiani, Dwi. 2020. “Majas Dan Citraan Dalam Puisi “Mishima” Karya Goenawan Mohamad (Kajian Stilistika)”, Jurnal Sasindo Unpam. 8 (1): 12-24.
- Simorangkir, B dan Simanjutak 2001. Kesussastraan Indonesia 1. Jakarta: Yayasan Pembangunan
- Sinaga, A. (2022). Analisis Gaya Bahasa Dalam Kumpulan Puisi Perahu Kertas Karya Sapardi Djoko Damono. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 950-957.
- Sitompul, A. L., Patriansyah, M., & Pangestu, R. (2021). Analisis Poster Video Klip Lathi: Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 6(1).
- Think Smart Bahasa Indonesia. (n.d.). (n.p.): PT Grafindo Media Pratama.
- Wahyuni, L. (2017). Pembentukan Citra Diri dalam Puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana Karya KH. A. Mustofa Bisri. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2(2), 187-194.