Journal of Music Education and Performing Arts

Journal of Music Education and Performing Arts (JMEPA), was first published in 2021. JMEPA is a FREE and open access journal published and managed by the FKIP Music Education Study Program, University of Lampung. The journal is published 2 times a year, which is in April and October. JMEPA accepts quality articles in the areas of art in general, performing arts, and music education. includes articles reporting the results of quantitative or qualitative research studies.

Publishes conceptually relevant artic... Readmore

Journal of Music Education and Performing Arts (JMEPA), was first published in 2021. JMEPA is a FREE and open access journal published and managed by the FKIP Music Education Study Program, University of Lampung. The journal is published 2 times a year, which is in April and October. JMEPA accepts quality articles in the areas of art in general, performing arts, and music education. includes articles reporting the results of quantitative or qualitative research studies.

Publishes conceptually relevant articles to advance music practice and learning, presents music theory, models, or philosophical positions, etc. Articles may refer to theory / or material developed in educational practice that identifies and discusses a variety ... Readmore

ISSN
2807-3320 (printed) | 2807-3029 (online)
Published
2025-12-01

Articles

Musik Terbangan pada Komunitas Serai Serumpun di Desa Sukaraja, Kabupaten Lampung Barat

Penelitian ini membahas tentang analisis bentuk dan struktur lagu dari penyajian musik Terbangan pada komunitas  Serai Serumpun di desa Sukaraja, Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian dan menganalisis lagu-lagu  pada  musik Terbangan. Pendekatan dalam penelitian  ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara pelaku kesenian musik Terbangan, pengamatan lapangan, dan dokumentasi berupa rekaman audio yang ditranskrip ke notasi balok. Penulis menggunakan buku dari  Erizal Barnawi dan Hasyimkan yang berjudul Musik Perunggu Lampung untuk meneliti bentuk penyajian musik Terbangan. Sedangkan untuk menganalisis lagu-lagu musik Terbangan, penulis menggunakan buku dari Karl Edmund Prier SJ yang berjudul Ilmu Bentuk Musik. Teknik analisis yang digunakan meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, verifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua aspek bentuk penyajian dalam musik Terbangan. Pertama bentuk penyajian musikal berupa instrumentasi yang terdiri dari Rebana dan Gong yang dimainkan pada empat lagu yang berjudul Ilahi, Zikir Palembang I, Zikir Palembang II, dan Muhaimin serta transkripsi dari lagu-lagu tersebut. kedua bentuk penyajian non musikal meliputi tempat, pendukung, waktu, pemain, tata-tata letak, kostum, tata cahaya, dan pengeras suara. Lagu-lagu komunitas  Serai Serumpun memiliki keunikan berupa adanya pantun berbahasa Semende  dan diiringi pula oleh Tabuh Ningtingan, Tabuh Arakan, Tabuh Palembang, Tabuh Meranjat, dan Tabuh Muhaimin This research discusses the analysis of song form and structure from the presentation of music Terbangan in the Serai Serumpun community Sukaraja village, Lampung Barat Regency. This research aims to describe the form of presentation and analyze the songs in the music Terbangan. The approach in this research is descriptive qualitative. The data sources in this research were obtained through interviews with music Terbangan artists, field observations, and documentation in the form of audio recordings which were transcribed into notation. The author uses a book by Erizal Barnawi and Hasyimkan entitled Musik Perunggu Lampung to research the form  presentation of music Terbangan. Meanwhile, to analyze the musical songs of Terbangan, the author uses a book by Karl Edmund Prier SJ entitled Ilmu Bentuk Musik. The analysis techniques used include the stages of data collection, data reduction, data verification, data presentation and drawing conclusions. The results of this research indicate that there are two aspects of the form of presentation in music Terbangan. The first form of musical presentation is in the form of instrumentation consisting of Rebana and Gong played on four songs entitled Ilahi, Zikir Palembang I, Zikir Palembang II, and Muhaimin as well as transcriptions of these songs. The two forms of non-musical presentation include place, support, time, players, layout, costumes, lighting and loudspeakers. The songs of the Serai Serumpun community are unique form of Pantun in the Semende language and accompanied by Tabuh Ningtingan, Tabuh Arakan, Tabuh Palembang, Tabuh Meranjat and Tabuh Muhaimin.

Proses Pembelajaran Vokal dengan Menggunakan Youtube sebagai Sumber Belajar di Kelas VII SMPN 1 Sumberejo

Youtube merupakan media sosial yang memungkinkan para penggunanya untuk mengunggah video, menonton berbagai konten video, serta berbagi video sehingga dapat diakses oleh berbagai orang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran vokal dengan menggunakan Youtube sebagai sumber belajar di kelas VII SMPN 1 Sumberejo. Data yang dikumpulkan berupa data deskriptif kualitatif tentang proses pembelajaran vokal dengan menggunakan Youtube sebagai sumber belajar di kelas, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian berupa sumber data primer yaitu hasil observasi dan wawancara, dan sumber data sekunder berupa hasil dokumentasi dan data arsip sekolah. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu guru seni budaya dan peserta didik kelas VII A SMPN 1 Sumberejo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran vokal dengan menggunakan Youtube sebagai sumber belajar di kelas VII SMPN 1 Sumberejo meliputi tiga tahapan proses pembelajaran yaitu : 1) Tahap perencanaan, 2) Tahap Pelaksanaan, 3) Tahap Evaluasi. Proses pembelajaran vokal dengan menggunakan Youtube sebagai sumber belajar menjadi salah satu bentuk inovasi dan terobosan baru dalam dunia pendidikan. Youtube is a social media platform that allows users to upload videos, watch various video content, and share videos so they can be accessed by various people. This study aims to describe how vocal learning processes occur using Youtube as a learning source in class VII of SMPN 1 Sumberejo. The data collected consists of qualitative descriptive data about the vocal learning process using Youtube as a source in the classroom, using data collection techniques such as observation, interview, and documentation. Data sources for the study include results of observation and interview as rimary data, documentation and school archives as the secondary data. The informants in this study are the art teacher and students of class VII A SMPN 1 Sumberejo. The results of this study indicate the vocal learning process using Youtube in the class VII SMPN 1 Sumberejo includes three stages : 1) Planning stage, 2) Implementation stage, 3) Evaluation Stage. Vocal learning using Youtube as a learning source is considered as one of the innovations and new breakthroughs in the field of education.

Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Musik di SMPN 2 Umpu Semenguk

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa dalam pembelajaran musik, serta untuk memahami proses pembelajaran musik di UPT SMPN 2 Umpu Semenguk. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas sekolah dalam mendukung pembelajaran musik masih kurang optimal, dan adanya siswa yang kurang tertarik terhadap materi pembelajaran. Pembelajaran musik dianggap terlalu banyak mencatat dan kurang praktik. Praktik yang dapat dilakukan dalam pembelajaran musik hanya bernyanyi. Meskipun begitu, keterlibatan siswa dalam pembelajaran musik belum optimal, terutama terlihat dari kurangnya perhatian dan fokus siswa saat guru menjelaskan materi. Namun, penggunaan media pembelajaran seperti video dan audio terbukti efektif dalam meningkatkan ketertarikan siswa. Kesimpulannya, minat belajar siswa dalam pembelajaran musik dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk kualitas pengajaran, variasi metode pembelajaran, dan ketersediaan fasilitas. Faktor sosial guru menjadi yang paling berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran musik, karena keseuaian metode dengan materi yang akan diajarkan menjadi aspek penting dalam menentukan ketertarikan siswa dalam belajar. This research aims to explore the factors that influence students' interest and observe the process of learning music at UPT SMPN 2 Umpu Semenguk. This research was conducted in a qualitative method with a descriptive approach. The data were obtained from observation of the learning process and interviews with students, teachers and parents. The result shows that school ought to improve the facilities in supporting music learning. Half of the students have lack of interest in learning music, because it is considered to have excessive note-taking and lack of practice. Singing is the only feasible practice in learning music. However, students’ participation in the learning process are less optimal, it can be seen from the students’ insufficient attention and focus during the teacher’s explanation. On the other hand, the use of learning media such as video and audio was proven to be effective in improving students’ interest. In conclusion, students' interest in learning music is influenced by numerous factors including the quality of teaching, learning methods variations, and the facilities availability. The teacher's social aspect is the most influential factor on students' interest in learning music, hence the compatibility of the method and learning material is a crucial aspect in determining students' interest in learning.

Kreativitas Siswa pada Pembelajaran Bernyanyi Lagu Daerah di SMA Negeri 3 Martapura dalam Perspektif Graham Wallas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan mengenai kreativitas siswa pada pembelajaran bernyanyi lagu daerah di SMA Negeri 3 Martapura dalam perspektif Graham Wallas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan secara lebih detail mengenai sebuah kejadian. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperkuat data hasil penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kreativitas mencakup strategi pembelajaran, dan proses pembelajaran dalam bernyanyi lagu daerah. Hasil yang diperoleh bahwa kegiatan pembelajaran bernyanyi lagu daerah terbagi kedalam dua tahapan pembelajaran yaitu materi dan praktik. Setiap proses pembelajaran yang dilakukan merupakan bagian dari proses kreativitas. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kreativitas siswa pembelajaran bernyanyi lagu daerah dapat ditemui pada keempat proses kreativitas, namun peran guru dalam mengarahkan dan meningkatkan kreativitas sangat penting. This research aims to know and describe the creativity of students in learning to sing folk songs at SMA Negeri 3 Martapura in the perspective of Graham Wallas. Graham Wallas' perspective. This research uses descriptive qualitative descriptive qualitative research method that aims to explain in more detail about an event. Data collection techniques used in this. The data collection techniques used in this research are observation, interviews, and documentation to strengthen the research data. The theory used in this research is that creativity includes learning strategies, and the learning process in singing folk songs. The results obtained that the learning activities of singing folk songs are divided into two stages of learning, namely material and practice. practice. Every learning process carried out is part of the creativity process. Based on the results obtained, it can be concluded that student creativity in learning to sing folk songs can be found in all four creativity processes. However, the role of the teacher in directing and improving creativity is very important.

Pertunjukan Musik Remix Lampung: Studi Kasus di Grup Syila Musik Kota Bandar Lampung

Penelitian ini membahas tentang Pertunjukan Grup Syila Musik dalam aspek musikal dan non musikal. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan Grup Syila Musik, mengetahui bagaimana analisis musikal dan non musikal dalam pertunjukan musik remix pada Grup Syila Musik di Kota Bandar Lampung. Sumber data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara pemilik dan anggota Grup Syila Musik, observasi langsung di lapangan, dan dokumentasi video/audio pertunjukan Grup Syila Musik Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa Grup Syila Musik merupakan salah satu Grup Remix Lampung yang berdiri pada tahun 2018. Terdapat dua aspek penyajian dalam pertunjukan Grup Syila Musik, yaitu aspek penyajian musikal dan non musikal. Aspek penyajian musikal berupa instrumentasi, tangga nada, tabuhan (lagu), transkripsi. Aspek penyajian non musikal, meliputi pemain, penonton, penyelenggara, tempat pertunjukan, tata kostum, tata cahaya, dan tata suara. This research discusses the Syila Musik Group Performance in musical and non-musical aspects. The aim of this research is to describe the Syila Musik Group, to find out how musical and non-musical analysis occurs in remix music performances at the Syila Musik Group in Bandar Lampung City. The data sources in this research were obtained through interviews with the owner and members of the Syila Musik Group, direct observation in the field, and video/audio documentation of Syila Musik Group performances. Syila Music. This research uses a qualitative method with a case study approach. The research results show that the Syila Musik Group is one of the Lampung Remix Groups which was founded in 2018. There are two aspects of presentation in the Syila Musik Group's performances, namely musical and non-musical presentation aspects. Aspects of musical presentation in the form of instrumentation, scales, percussion (song), transcription. Aspects of non-musical presentation, including performers, audience, organizers, performance venue, costumes, lighting and sound.

Indexer Sites