PENERAPAN MOTIF BATIK AKAR KEKAIT DALAM KARYA DUA DIMENSI SEBAGAI REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN MERANGIN
Abstract:
Batik daerah memiliki peran penting sebagai media visual yang menyimpan identitas budaya, nilai sosial, dan kearifan lokal masyarakat pendukungnya. Kabupaten Merangin merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jambi yang memiliki potensi budaya melalui pengembangan batik khas daerah, salah satunya motif Akar Kekait. Motif ini menarik untuk dikaji karena bentuk visualnya menggambarkan hubungan yang saling terikat, sehingga dapat dimaknai sebagai simbol persatuan, gotong royong, kekuatan sosial, dan keharmonisan manusia dengan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan motif Batik Akar Kekait dalam karya seni dua dimensi sebagai representasi kearifan lokal Kabupaten Merangin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penciptaan seni. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dokumentasi motif, dan observasi visual terhadap bentuk, pola, warna, serta makna simbolik motif Akar Kekait. Proses penciptaan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu eksplorasi sumber ide, analisis visual motif, stilisasi bentuk, penyusunan komposisi, pemilihan warna, dan visualisasi karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Akar Kekait dapat dikembangkan menjadi karya dua dimensi melalui pengolahan unsur garis, bentuk, warna, tekstur, dan komposisi dekoratif. Penerapan motif tersebut menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian, pengenalan, dan penguatan identitas budaya lokal Merangin.