Jurnal Seni dan Pembelajaran

JSP is a journal containing the results of research/non-research studies related to arts, including fine arts, performing arts, the arts of film, and also about arts education. JSP is a collection of research, literal study, performing art review, art studies, and critical study in Indonesia. JSP  is published four times a year in February, May, August, November by the Dance Education Study Program in Faculty of Teacher Training and Education of Lampung University (UNILA).

The journal welcomes articles from... Readmore

JSP is a journal containing the results of research/non-research studies related to arts, including fine arts, performing arts, the arts of film, and also about arts education. JSP is a collection of research, literal study, performing art review, art studies, and critical study in Indonesia. JSP  is published four times a year in February, May, August, November by the Dance Education Study Program in Faculty of Teacher Training and Education of Lampung University (UNILA).

The journal welcomes articles from a wide range of theoretical and methodological approaches to research, and encourages submissions from the broader fields of education and the arts that are concerned with learning through art and creative education.

e-ISSN: 2715-2138

DOI Journal: http://dx.doi.org/10.23960/Seni

Published
2026-02-27

Articles

PENGGUNAAN METODE TAKE AND GIVE DALAM PEMBELAJARAN GERAK TARI FLORA DAN FAUNA DI SDS SEJAHTERA BANDAR LAMPUNG

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metode take and give dalam pembelajaran gerak tari flora dan fauna di SDS Sejahtera Bandar Lampung. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Sumber data adalah guru dan siswa kelas IV B. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data analisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode take and give dalam bentuk praktik langsung dimulai dari kegiatan persiapan guru mempersiapkan pembelajaran dengan menggunakan kartu bergambar flora dan fauna. Kegiatan pelaksanaan guru menjelaskan dan memperagakan gerak tari flora dan fauna secara berurutan dan berulang-ulang. Kegiatan take guru membagikan kartu bergambar flora dan fauna kepada seluruh siswa, masing-masing siswa mendapat satu kartu. Kegiatan give guru membagi kelompok yang terdiri dari dua sampai empat siswa dan siswa diminta untuk saling berbagi informasi dari detail gerak yang telah dipelajari pada kartu bergambar flora dan fauna. Kegiatan evaluasi guru memberikan pertanyaan yang tidak terkait pada kartu yang siswa dapatkan. Kegiatan penutup guru memberi kata-kata penyemangat kepada seluruh siswa dan mengajak seluruh siswa untuk berdoa bersama.    This study aims to describe the use of the take and give method. Data sources were teachers and students of grade IV B. Data collection techniques were observation, interviews, and documentation. Data analysis went through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the use of the take and give method in the form of direct practice began with the teacher's preparation activities preparing for learning by using flora and fauna picture cards. The implementation activity of the teacher explained and demonstrated flora and fauna dance movements sequentially and repeatedly. In the take activity, the teacher distributed flora and fauna picture cards to all students, each student received one card. In the give activity, the teacher divided groups of two to four students and asked students to share information from the details of the movements that had been learned on the flora and fauna picture cards. In the evaluation activity, the teacher asked questions that were not related to the cards that students received. In the closing activity, the teacher gave words of encouragement to all students and invited all students to pray together.

PERKEMBANGAN BENTUK GERAK TARI MULI NGANTAK PENGASAN DI KABUPATEN PESISIR BARAT

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk gerak tari Muli Ngantak Pengasan di Kabupaten Pesisir Barat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya perkembangan tersebut. Tari Muli Ngantak Pengasan merupakan tari khas Kabupaten Pesisir Barat yang berfungsi sebagai tari penyambutan dan telah dibakukan dalam bentuk buku panduan resmi. Namun, dalam praktik pembelajaran dan pertunjukan ditemukan adanya perbedaan antara bentuk gerak baku dengan bentuk gerak yang berkembang di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Sanggar Seni Teluk Stabas serta di SMP Negeri 1 Krui dan SMP Negeri 9 Krui, Kabupaten Pesisir Barat. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelurusan dan pelestarian secara berkelanjutan agar keutuhan bentuk gerak tari tetap terjaga sebagai warisan budaya daerah.   This study aims to describe the development of the Muli Ngantak Pengasan dance movement form in Pesisir Barat Regency and identify the factors that influence this development. The Muli Ngantak Pengasan dance is a typical dance of Pesisir Barat Regency which functions as a welcoming dance and has been standardized in the form of an official guidebook. However, in the practice of learning and performance, differences were found between the standard movement form and the movement form that developed in the field. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The study was conducted at the Teluk Stabas Art Studio and at SMP Negeri 1 Krui and SMP Negeri 9 Krui, Pesisir Barat Regency. Data validity was tested through source triangulation, while data analysis was carried out using an interactive model that includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This development is influenced by internal and external factors. Therefore, continuous streamlining and preservation efforts are needed to ensure the integrity of the dance movement form is maintained as a regional cultural heritage.

PENERAPAN MOTIF BATIK AKAR KEKAIT DALAM KARYA DUA DIMENSI SEBAGAI REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN MERANGIN

Batik daerah memiliki peran penting sebagai media visual yang menyimpan identitas budaya, nilai sosial, dan kearifan lokal masyarakat pendukungnya. Kabupaten Merangin merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jambi yang memiliki potensi budaya melalui pengembangan batik khas daerah, salah satunya motif Akar Kekait. Motif ini menarik untuk dikaji karena bentuk visualnya menggambarkan hubungan yang saling terikat, sehingga dapat dimaknai sebagai simbol persatuan, gotong royong, kekuatan sosial, dan keharmonisan manusia dengan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan motif Batik Akar Kekait dalam karya seni dua dimensi sebagai representasi kearifan lokal Kabupaten Merangin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penciptaan seni. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dokumentasi motif, dan observasi visual terhadap bentuk, pola, warna, serta makna simbolik motif Akar Kekait. Proses penciptaan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu eksplorasi sumber ide, analisis visual motif, stilisasi bentuk, penyusunan komposisi, pemilihan warna, dan visualisasi karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Akar Kekait dapat dikembangkan menjadi karya dua dimensi melalui pengolahan unsur garis, bentuk, warna, tekstur, dan komposisi dekoratif. Penerapan motif tersebut menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian, pengenalan, dan penguatan identitas budaya lokal Merangin.

Indexer Sites