CANGGET NYAMBUK TEMUI: FUNGSI, ESTETIKA, DAN PERAN SOSIAL DALAM UPACARA PENYAMBUTAN TAMU AGUNG MASYARAKAT LAMPUNG

Published: Jun 11, 2026

Abstract:

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk koreografi, fungsi sosial-kultural, dan dinamika pelestarian Cangget Nyambuk Temui di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi partisipatif pada pertunjukan adat, dan wawancara mendalam dengan penari, tokoh adat, dan pelestari seni lokal. Hasil penelitian menunjukkan (1) struktur koreografis Cangget Nyambuk Temui mempertahankan pola gerak tradisional (sembah, langkah ukel, penutupan malu) namun mengalami adaptasi estetika; (2) fungsi sosialnya tetap sebagai sarana penghormatan, legitimasi sosial, dan penguatan identitas adat meski tantangan modernisasi mempengaruhi praktiknya. Implikasi penelitian menekankan pentingnya strategi revitalisasi berbasis komunitas untuk mempertahankan nilai-nilai inti sekaligus memberi ruang inovasi koreografis yang kontekstual.

This study aims to describe the choreographic structure, socio-cultural functions, and preservation dynamics of Cangget Nyambuk Temui in the contemporary era. A descriptive qualitative method was employed using literature review, participant observation of traditional performances, and in-depth interviews with dancers, adat leaders, and local cultural custodians. Findings indicate (1) the choreographic structure retains traditional movement patterns (salam/tribute gestures, ukel steps, modest closing) while experiencing aesthetic adaptations; (2) its social functions persist as an instrument of respect, social legitimation, and identity reinforcement despite modernization pressures. The study suggests community-based revitalization strategies that preserve core values while allowing contextual choreographic innovation.

Keywords:
1. Cangget Nyambuk Temui
2. Traditional Dance
3. Lampung Culture
4. Pepadun Custom
5. Cultural Preservation
6. Welcoming Traditional Guests
7. Cultural Identity
Authors:
1 . Arya Putra Nugraha
2 . Dwi Hayati
How to Cite
Nugraha, A. P. ., & Hayati, D. (2026). CANGGET NYAMBUK TEMUI: FUNGSI, ESTETIKA, DAN PERAN SOSIAL DALAM UPACARA PENYAMBUTAN TAMU AGUNG MASYARAKAT LAMPUNG. Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa Dan Kebudayaan, 10(1), 13–19. https://doi.org/10.23960/tiyuhlampung.v10i1.2304
References

    Aprianto, A. (2017). Sastra Lisan Lampung sebagai Media Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(3), 215–228.

    Ariyani, F. (2018). Sastra Lisan dan Budaya Lampung. Bandar Lampung: Aura Publishing.

    Azizah, A. D. (2025). Buku Kumpulan Tari Tradisional Sumatera (Bab: Tari Cangget). Repository Metro University Press.

    Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2020). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

    Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti.

    Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Folklor: Konsep, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Ombak.

    GenPI. (2021). Tari Cangget, tari pesta adat bujang dan gadis Lampung Cangget Nyambuk Temui. GenPI Indonesia. (artikel populer).

    Hidayat, R. (2020). Struktur dan Fungsi Syair Lampung dalam Konteks Budaya Lokal. Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah, 8(1), 33–42.

    Hidayatulloh, N. (2024). Makna Hadrah dalam Prosesi Baharak pada Masyarakat Lampung. Jurnal Resital, Institut Seni Indonesia.

    Ibrahim, A. (2015). Pewarisan Tradisi Lisan dan Identitas Budaya Lokal. Bandung: Alfabeta.

    Irham, M. A. (2013). Lembaga Perwatin dan Kepunyimbangan dalam Masyarakat Adat Lampung: Analisis Antropologis. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 13(1), 155–172.

    Kurniawan, M. A., & Hartati, S. (2025). Evolusi Tradisi Cangget: Sastra Lisan Islam Lampung. Jurnal Adab, Universitas Metrolampung.

    Meirita, S., Suka, R. G., & Saputri, A. H. (2021). Transformasi Sastra Lisan Syaer dalam Pertunjukan Tari. Jurnal Griya Cendekia, 6(2), 371–378.

    Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

    Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. rev.). PT Remaja Rosdakarya.

    Muhamad Wazirudin Nur & I Wayan Dana. (2024). Transformasi Estetika Tari Cangget dalam Upacara Adat Begawi Lampung. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(2), 834–854.

    Nugraha, D. (2019). Cerita Rakyat Lampung dalam Perspektif Pendidikan Multikultural. Jurnal Ilmu Budaya, 7(2), 134–145.

    Nuratik, S., & Wuryani, W. (2021). Struktur Naratif dan Nilai Moral dalam Storytelling Cerita Rakyat Daerah. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 89–98.

    Nurfiana, M., & Nerosti, N. (2020). Tari Cangget Pilangan di Daerah Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara: Tinjauan Koreografi. Jurnal Sendratasik, 10(1), 271–278.

    Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

    Rahmat, A. (2019). Revitalisasi Sastra Lisan Nusantara di Era Digital. Jakarta: Pustaka Obor.

    Saputri, A. H. (2021). Revitalisasi Cangget Bakha Festival di Kabupaten [Studi Kasus]. Jurnal Geter, Universitas Negeri Surabaya.

    Sedyawati, E. (2014). Budaya Nusantara: Penelusuran Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Kompas.

    Sudikan, S. Y. (2014). Pendekatan Pengkajian Sastra Lisan. Surabaya: Unesa University Press.

    Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. 2). Alfabeta.

  1. Aprianto, A. (2017). Sastra Lisan Lampung sebagai Media Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(3), 215–228.
  2. Ariyani, F. (2018). Sastra Lisan dan Budaya Lampung. Bandar Lampung: Aura Publishing.
  3. Azizah, A. D. (2025). Buku Kumpulan Tari Tradisional Sumatera (Bab: Tari Cangget). Repository Metro University Press.
  4. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2020). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
  5. Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti.
  6. Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Folklor: Konsep, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Ombak.
  7. GenPI. (2021). Tari Cangget, tari pesta adat bujang dan gadis Lampung Cangget Nyambuk Temui. GenPI Indonesia. (artikel populer).
  8. Hidayat, R. (2020). Struktur dan Fungsi Syair Lampung dalam Konteks Budaya Lokal. Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah, 8(1), 33–42.
  9. Hidayatulloh, N. (2024). Makna Hadrah dalam Prosesi Baharak pada Masyarakat Lampung. Jurnal Resital, Institut Seni Indonesia.
  10. Ibrahim, A. (2015). Pewarisan Tradisi Lisan dan Identitas Budaya Lokal. Bandung: Alfabeta.
  11. Irham, M. A. (2013). Lembaga Perwatin dan Kepunyimbangan dalam Masyarakat Adat Lampung: Analisis Antropologis. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 13(1), 155–172.
  12. Kurniawan, M. A., & Hartati, S. (2025). Evolusi Tradisi Cangget: Sastra Lisan Islam Lampung. Jurnal Adab, Universitas Metrolampung.
  13. Meirita, S., Suka, R. G., & Saputri, A. H. (2021). Transformasi Sastra Lisan Syaer dalam Pertunjukan Tari. Jurnal Griya Cendekia, 6(2), 371–378.
  14. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
  15. Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. rev.). PT Remaja Rosdakarya.
  16. Muhamad Wazirudin Nur & I Wayan Dana. (2024). Transformasi Estetika Tari Cangget dalam Upacara Adat Begawi Lampung. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(2), 834–854.
  17. Nugraha, D. (2019). Cerita Rakyat Lampung dalam Perspektif Pendidikan Multikultural. Jurnal Ilmu Budaya, 7(2), 134–145.
  18. Nuratik, S., & Wuryani, W. (2021). Struktur Naratif dan Nilai Moral dalam Storytelling Cerita Rakyat Daerah. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 89–98.
  19. Nurfiana, M., & Nerosti, N. (2020). Tari Cangget Pilangan di Daerah Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara: Tinjauan Koreografi. Jurnal Sendratasik, 10(1), 271–278.
  20. Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  21. Rahmat, A. (2019). Revitalisasi Sastra Lisan Nusantara di Era Digital. Jakarta: Pustaka Obor.
  22. Saputri, A. H. (2021). Revitalisasi Cangget Bakha Festival di Kabupaten [Studi Kasus]. Jurnal Geter, Universitas Negeri Surabaya.
  23. Sedyawati, E. (2014). Budaya Nusantara: Penelusuran Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Kompas.
  24. Sudikan, S. Y. (2014). Pendekatan Pengkajian Sastra Lisan. Surabaya: Unesa University Press.
  25. Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. 2). Alfabeta.