PISAAN DALAM PEMBERIAN ADOK UPACARA ADAT LAMPUNG PEPADUN
Abstract:
Pisaan Lampung merupakan salah satu bentuk puisi lisan tradisional masyarakat Lampung yang berfungsi sebagai media penyampaian nasihat, nilai moral, serta ekspresi budaya. Karya sastra ini biasanya dilantunkan dalam berbagai upacara adat, terutama pada prosesi pernikahan, sebagai ungkapan restu dan doa kepada mempelai. Penelitian mengenai Pisaan Lampung penting dilakukan untuk memahami struktur, fungsi, dan makna yang terkandung di dalamnya sebagai warisan budaya takbenda. Melalui analisis tekstual dan konteks pementasan, penelitian ini menunjukkan bahwa Pisaan Lampung tidak hanya memiliki nilai estetika dalam pilihan bahasa dan irama, tetapi juga memuat nilai-nilai kearifan lokal seperti penghormatan kepada orang tua, pentingnya menjaga hubungan sosial, serta pedoman hidup bermasyarakat. Dengan demikian, Pisaan Lampung berperan sebagai sarana pewarisan identitas budaya dan pembentukan karakter generasi muda Lampung.
Lampung Pisaan is a form of traditional oral poetry of the Lampung people that serves as a medium for conveying advice, moral values, and cultural expression. This literary work is usually sung in various traditional ceremonies, especially at wedding processions, as an expression of blessing and prayer for the bride and groom. Research on Lampung Pisaan is important to understand the structure, function, and meaning contained within it as an intangible cultural heritage. Through textual analysis and performance context, this study shows that Lampung Pisaan not only has aesthetic value in the choice of language and rhythm, but also contains values of local wisdom such as respect for parents, the importance of maintaining social relationships, and guidelines for living in society. Thus, Lampung Pisaan plays a role as a means of inheriting cultural identity and character building for Lampung's younger generation.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Andayani, D., Sinaga, T., & Hilal, I. (2018). Perkawinan Adat Pepadun Di Tiyuh Gunungterang Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Lampung. Jurnal Tiyuh Lampung (Pend. Bahasa, Sastra, & Budaya Daerah), 2(1), 21–30.
Ariyani, F. (2014). Pisaan Sastra Lisan Lampung: Kebertahanan dan Perubahannya. Bandar Lampung: Aura Publishing.
Azmiyati, D., Widodo, M., & Hilal, I. (2018). Pisaan Pada Masyarakat Sungkai Bunga Mayang Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Sastra Di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Tiyuh Lampung (Pend. Bahasa, Sastra, & Budaya Daerah), 1(1), 1–20.
Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti Pers.
Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra Lisan. Yogyakarta: CAPS.
Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fuad, M., Mustofa, A., Nazaruddin, K., & Hilal, I. (2000). Nilai Didaktis Dalam Pisaan Lampung Pubian. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Jakarta.
Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan Adat Budaya Lampung. Bandung: Mandar Maju.
Hutomo, M. (1983). Mutiara yang hilang: Pengantar studi sastra lisan. Surabaya: HISKI Jawa Timur.
Irpandi, & Hasan, Z. (2025). Makna Budaya Dan Spiritual Perkawinan Adat Lampung Pepadun. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(5), 1–12.
Kartini, N., & Suryani. (2019). AnalisisStrukturalPisa’anPemberian AdokPadaPernikahanAdat Komering di Desa Kurungan Nyawa. Seulas Pinang : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 37–44.
Katubi. (2006). Bahasa dan Identitas Etnis Lampung: Sebuah Pengantar. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 8(2), 23–40.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Pratama, A., & Kurniawan, H. (2021). Keberadaan Tradisi Nyambai dan Begawi dalam Memperkuat Identitas Budaya Lampung Pepadun. Jurnal Kebudayaan dan Seni, 4(2), 112–125.
Rahmawati, A., & Septiani, N. (2020). Nilai-Nilai Karakter dalam Tradisi Lisan Pisaan Lampung Pepadun. Jurnal Sastra Indonesia, 9(1), 45–53.
Riah, S., Zuhro, S. A., Prayogi, R., & Riadi, B. (2024). Pisaan Sebagai Wadah Penanaman Moral Dalam Acara Intar Terang Masyarakat Pakuan Ratu. Saka Bahasa: Sastra, Bahasa, Pendidikan, Dan Budaya, 1(2), 85–95.
Sanusi, A. E. (2000). Sastra Lisan Lampung. Bandar Lampung.
Setiawan, I. (2019). Makna Simbolis Tata Cara Pemberian Adok (Gelar Adat) Pada Masyarakat Lampung Pepadun. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(3), 88–97.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syani, A. (2011). Sistem Kekerabatan dan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Adat Lampung Pepadun. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.
Tarno, T., Nico, H. G., Margaretha, K. M., & Ully, M. (2000). Tuturan ritual dalam sastra lisan Lio. Jakarta: Pusat Bahasa.
Wibisana, I. G., & Hidayat, R. (2022). Nilai-Nilai Etika Sosial dalam Sastra Lisan Lampung. Jurnal Humaniora dan Bahasa, 14(1), 67–79.
Wiyatmi. (2012). Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Kanwa Publisher.
Yuliana, R., & Farida, L. (2021). Fungsi Sastra Lisan Pisaan dalam Prosesi Upacara Perkawinan Adat Pepadun. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, 3(2), 101–110.
Yusoff, M. (2015). Pengangguran dan Tradisi Lisan Melayu-Nusantara: Sebuah Tinjauan Perbandingan. Jurnal Sastra Nusantara, 11(2), 143–158.
- Andayani, D., Sinaga, T., & Hilal, I. (2018). Perkawinan Adat Pepadun Di Tiyuh Gunungterang Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Lampung. Jurnal Tiyuh Lampung (Pend. Bahasa, Sastra, & Budaya Daerah), 2(1), 21–30.
- Ariyani, F. (2014). Pisaan Sastra Lisan Lampung: Kebertahanan dan Perubahannya. Bandar Lampung: Aura Publishing.
- Azmiyati, D., Widodo, M., & Hilal, I. (2018). Pisaan Pada Masyarakat Sungkai Bunga Mayang Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Sastra Di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Tiyuh Lampung (Pend. Bahasa, Sastra, & Budaya Daerah), 1(1), 1–20.
- Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti Pers.
- Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra Lisan. Yogyakarta: CAPS.
- Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Fuad, M., Mustofa, A., Nazaruddin, K., & Hilal, I. (2000). Nilai Didaktis Dalam Pisaan Lampung Pubian. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Jakarta.
- Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan Adat Budaya Lampung. Bandung: Mandar Maju.
- Hutomo, M. (1983). Mutiara yang hilang: Pengantar studi sastra lisan. Surabaya: HISKI Jawa Timur.
- Irpandi, & Hasan, Z. (2025). Makna Budaya Dan Spiritual Perkawinan Adat Lampung Pepadun. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(5), 1–12.
- Kartini, N., & Suryani. (2019). AnalisisStrukturalPisa’anPemberian AdokPadaPernikahanAdat Komering di Desa Kurungan Nyawa. Seulas Pinang : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 37–44.
- Katubi. (2006). Bahasa dan Identitas Etnis Lampung: Sebuah Pengantar. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 8(2), 23–40.
- Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- Pratama, A., & Kurniawan, H. (2021). Keberadaan Tradisi Nyambai dan Begawi dalam Memperkuat Identitas Budaya Lampung Pepadun. Jurnal Kebudayaan dan Seni, 4(2), 112–125.
- Rahmawati, A., & Septiani, N. (2020). Nilai-Nilai Karakter dalam Tradisi Lisan Pisaan Lampung Pepadun. Jurnal Sastra Indonesia, 9(1), 45–53.
- Riah, S., Zuhro, S. A., Prayogi, R., & Riadi, B. (2024). Pisaan Sebagai Wadah Penanaman Moral Dalam Acara Intar Terang Masyarakat Pakuan Ratu. Saka Bahasa: Sastra, Bahasa, Pendidikan, Dan Budaya, 1(2), 85–95.
- Sanusi, A. E. (2000). Sastra Lisan Lampung. Bandar Lampung.
- Setiawan, I. (2019). Makna Simbolis Tata Cara Pemberian Adok (Gelar Adat) Pada Masyarakat Lampung Pepadun. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(3), 88–97.
- Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Syani, A. (2011). Sistem Kekerabatan dan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Adat Lampung Pepadun. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.
- Tarno, T., Nico, H. G., Margaretha, K. M., & Ully, M. (2000). Tuturan ritual dalam sastra lisan Lio. Jakarta: Pusat Bahasa.
- Wibisana, I. G., & Hidayat, R. (2022). Nilai-Nilai Etika Sosial dalam Sastra Lisan Lampung. Jurnal Humaniora dan Bahasa, 14(1), 67–79.
- Wiyatmi. (2012). Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Kanwa Publisher.
- Yuliana, R., & Farida, L. (2021). Fungsi Sastra Lisan Pisaan dalam Prosesi Upacara Perkawinan Adat Pepadun. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, 3(2), 101–110.
- Yusoff, M. (2015). Pengangguran dan Tradisi Lisan Melayu-Nusantara: Sebuah Tinjauan Perbandingan. Jurnal Sastra Nusantara, 11(2), 143–158.