MENEBAR KEDAMAIAN DI RUMAH QUR'AN: EFEKTIVITAS SOSIALISASI EDUKATIF ANTI-BULLYING BERBASIS EKSPRESI KREATIF ANAK DI TPA NURUL FITYAAN PALEMBANG
Abstract:
Perundungan (bullying) kini tidak lagi menjadi monopoli sekolah umum, melainkan telah merambah ke institusi pendidikan keagamaan non-formal seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program edukasi anti-perundungan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 381 di TPA Nurul Fityaan, Talang Aman, Palembang. Intervensi dirancang menggunakan metode sosialisasi interaktif dikombinasikan dengan media kreatif berupa pembuatan frame foto komitmen dan media reflektif naratif (storytelling). Data dihimpun melalui observasi partisipatif, dokumentasi harian, serta analisis teks deskriptif terhadap tulisan refleksi santri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kreatif ini berhasil memicu keterbukaan emosional santri, di mana mereka mampu mengidentifikasi tindakan destruktif perundungan serta mengartikulasikan pengalaman pribadi mereka secara tertulis. Evaluasi pasca-kegiatan mengindikasikan adanya peningkatan kesadaran sosial dan penurunan intensitas kelakar fisik yang menjurus pada perundungan di lingkungan TPA. Rekomendasi utama program ini menekankan pentingnya penguatan iklim pembelajaran yang suportif berbasis nilai-nilai akhlakul karimah secara konsisten.
Bullying is no longer exclusive to formal public schools, as it has now permeated non-formal religious educational institutions such as the Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/Quranic Afternoon School). This community service study aims to evaluate the implementation of an anti-bullying educational program organized by students of the Recognition KKN (Community Service Program) Group 381 at TPA Nurul Fityaan, Talang Aman, Palembang. The intervention was designed using an interactive socialization method combined with creative media, including the creation of commitment photo frames and reflective-narrative storytelling. Data were gathered through participant observation, daily documentation, and descriptive text analysis of the students’ written reflections. The results demonstrated that this creative approach successfully triggered emotional openness among students, enabling them to identify destructive bullying behaviors and articulate their personal experiences in writing. Post-activity evaluation indicated an increase in social awareness and a decrease in the intensity of physical horseplay leading to bullying within the TPA environment. The primary recommendation of this program emphasizes the importance of consistently strengthening a supportive learning climate based on akhlakul karimah (noble character/Islamic ethics) values.
Andriani, S. (2024). Psikologi Perkembangan Anak dalam Lingkungan Non-Formal. Jakarta: Rajawali Pers
Anwar. K. Dan Fitriani,R, (2025), Urgensi Pendidikan Karakter Berbasis Akhlakul Karimah di Taman Pendidikan Al-Qur’an, Jurnal Pendidikan Islam 11, no. 2
Astuti, P. R. (2020). Meredam bullying: 3 cara efektif mengatasi kekerasan pada anak. PT Grasindo.
Coloroso, B. (2022). The bully, the bullied, and the bystander: From preschool to high school—How parents and teachers can break the cycle of violence. HarperCollins.
Hidayat, A. (2024), Katarsis Emosional Anak Korban Bullying Melalui Terapi Naratif Tertulis, Jurnal Psikologi Perkembangan Indonesia 8, no. 3
Hidayati, N. (2021). Hubungan antara penalaran moral dengan kecenderungan perilaku bullying pada remaja. Jurnal Psikologi Islam, 8(1), 45–56.
Latifah, U. (2023). Strategi guru TPA dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 12(2), 112–125.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
Olweus, D. (2019). Bullying at school: What we know and what we can do. Wiley-Blackwell.
Pratiwi, A., & Setyowati, Y. (2024). Penggunaan media visual interaktif dalam meningkatkan empati anak untuk mencegah perilaku perundungan. Jurnal Edukasi Sosial, 5(3), 201–215.
Rigby, K. (2021). Bullying in schools and what to do about it. Australian Council for Educational Research.
Safitri, R., & Handayani, T. (2025). Metode katarsis kreatif: Mengatasi trauma korban perundungan melalui seni ekspresif. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 9(1), 78–89.
Sukiman, S. (2022). Pengembangan karakter anak melalui pendidikan informal dan nonformal. Remaja Rosdakarya.
Suryanto, B. (2025). Media Visual dalam Pembelajaran Karakter Anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sriyanto,H. (2023). Bullying di Lembaga Pendidikan Non-Formal: Karakteristik, Dampak, dan Solusi Preventif , Yogyakarta: Kalimedia.
Wardani, K. S., & Utami, P. (2023). Efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik storytelling untuk mereduksi perilaku agresif verbal santri. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 6(2), 143–156.
- Andriani, S. (2024). Psikologi Perkembangan Anak dalam Lingkungan Non-Formal. Jakarta: Rajawali Pers
- Anwar. K. Dan Fitriani,R, (2025), Urgensi Pendidikan Karakter Berbasis Akhlakul Karimah di Taman Pendidikan Al-Qur’an, Jurnal Pendidikan Islam 11, no. 2
- Astuti, P. R. (2020). Meredam bullying: 3 cara efektif mengatasi kekerasan pada anak. PT Grasindo.
- Coloroso, B. (2022). The bully, the bullied, and the bystander: From preschool to high school—How parents and teachers can break the cycle of violence. HarperCollins.
- Hidayat, A. (2024), Katarsis Emosional Anak Korban Bullying Melalui Terapi Naratif Tertulis, Jurnal Psikologi Perkembangan Indonesia 8, no. 3
- Hidayati, N. (2021). Hubungan antara penalaran moral dengan kecenderungan perilaku bullying pada remaja. Jurnal Psikologi Islam, 8(1), 45–56.
- Latifah, U. (2023). Strategi guru TPA dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 12(2), 112–125.
- Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
- Olweus, D. (2019). Bullying at school: What we know and what we can do. Wiley-Blackwell.
- Pratiwi, A., & Setyowati, Y. (2024). Penggunaan media visual interaktif dalam meningkatkan empati anak untuk mencegah perilaku perundungan. Jurnal Edukasi Sosial, 5(3), 201–215.
- Rigby, K. (2021). Bullying in schools and what to do about it. Australian Council for Educational Research.
- Safitri, R., & Handayani, T. (2025). Metode katarsis kreatif: Mengatasi trauma korban perundungan melalui seni ekspresif. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 9(1), 78–89.
- Sukiman, S. (2022). Pengembangan karakter anak melalui pendidikan informal dan nonformal. Remaja Rosdakarya.
- Suryanto, B. (2025). Media Visual dalam Pembelajaran Karakter Anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
- Sriyanto,H. (2023). Bullying di Lembaga Pendidikan Non-Formal: Karakteristik, Dampak, dan Solusi Preventif , Yogyakarta: Kalimedia.
- Wardani, K. S., & Utami, P. (2023). Efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik storytelling untuk mereduksi perilaku agresif verbal santri. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 6(2), 143–156.
