DINAMIKA PENGARUH SASTRA LISAN SAGATA LAMPUNG DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA
Abstract:
Sagata represents a cultural legacy within the Lampung community, manifested in the form of oral traditions. Typically taking the form of pantun or poetry, Sagata is sung during communication and interactions, both at an individual and group level. It frequently serves as a complementary element to the traditional ceremonies of the Lampung Coastal community. This study delves into Sagata as a cultural identifier expressed through oral traditions within the Lampung Coastal community. Employing a qualitative research method, data collection involves interviews, observation, and documentation, with qualitative data analysis being the chosen analytical approach. The research findings highlight that 1) Sagata, as an oral tradition, is an integral component of the cultural expression of the Lampung Coastal community, intricately linked to the influence of religious teachings, values, and societal norms prevalent, particularly within the Lampung Coastal context; 2) Sagata exists in various forms, including Sagata Sanak Ngebabang (children's rhymes), Sagata Buhaga (love rhymes), and Sagata Nangguh (rhymes used to commence or conclude activities). (Sutarno & Diana, 2022) d) sagata lalagaan (joking or funny rhymes), e) sagata nyindekh (satirical rhyme), and f) sagata hahiwang (condolence rhyme), and 3) sagata is still found as a complement to sacred ceremonies such as wedding ceremonies, muli mekhanai events, circumcisions as a medium for giving advice, messages and messages of life .
Sagata mewakili warisan budaya dalam komunitas Lampung, yang diwujudkan dalam bentuk tradisi lisan. Biasanya berbentuk pantun atau puisi, Sagata dinyanyikan selama komunikasi dan interaksi, baik pada tingkat individu maupun kelompok. Sagata sering berfungsi sebagai unsur pelengkap dalam upacara tradisional komunitas Lampung Pesisir. Studi ini mengkaji Sagata sebagai identitas budaya yang diekspresikan melalui tradisi lisan dalam komunitas Lampung Pesisir. Menggunakan metode penelitian kualitatif, pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data kualitatif sebagai pendekatan analitis yang dipilih. Temuan penelitian menyoroti bahwa 1) Sagata, sebagai tradisi lisan, merupakan komponen integral dari ekspresi budaya komunitas Lampung Pesisir, yang erat terkait dengan pengaruh ajaran agama, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang berlaku, terutama dalam konteks Lampung Pesisir; 2) Sagata hadir dalam berbagai bentuk, termasuk Sagata Sanak Ngebabang (syair anak-anak), Sagata Buhaga (syair cinta), dan Sagata Nangguh (syair yang digunakan untuk memulai atau mengakhiri aktivitas). (Sutarno & Diana, 2022) d) sagata lalagaan (syair lucu atau jenaka), e) sagata nyindekh (syair satir), dan f) sagata hahiwang (syair belasungkawa), dan 3) sagata masih ditemukan sebagai pelengkap upacara suci seperti upacara pernikahan, acara muli mekhanai, dan sunat sebagai media untuk memberikan nasihat, pesan, dan pesan kehidupan.
Alpiani, Y. (2023). Betabuh dan Segata : Eksistensi Tradisi Kesenian Lampung Selatan. In Skripsi. Universitas Lampung.
Amalia Yunia Rahmawati. (2020). pembelajaran tari bedana menggunakan metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SD ar raudah bandar lampung. July, 1–23.
Ananda, R. (2017). Kajian Fungsi Sastra Lisan Kaba Urang Tanjuang Karang Pada Pertunjukan Dendang Pauah. Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 92–122.
Bloom, N., & Reenen, J. Van. (2013). PENGEMBANGAN MATERI AJAR HAHIWANG DALAM BENTUK LKPD BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS IX SMP. NBER Working Papers, 89. http://www.nber.org/papers/w16019
Dewi Ratnaningsih dan Windo Dicky Irawan. (2018). Pepaccur Sastra Lisan Masyarakat Lampung.
Fakhrurozi, J., Pasha, D., Jupriyadi, J., & Anggrenia, I. (2021). Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten
Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 27. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v2i1.1068
Farkhan, M., & Saehudin, A. (n.d.). Editor : Muhammad Farkhan Akhmad Saehudin Zubair.
Gayatri, S. (2010). sistem formula dan fungsi dalam sastra lisan. Wacana Etnik, Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 79–94.
Iryanti, D. (2014). Karakteristik Kemughukpada Pernikahan Adat Lampung Saibatin Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Sastra Lampung Di Sekolah Menengah Atas.
K, deny wijaya. (n.d.). GROUP COMMUNICATION WITHIN THE ART CLUB ANGKONAN KENALI DUA OF SURABAYA IN THE CONSERVATION OF SEGATA By.
Karsiwan, K., Sari, L. R., & Azzahra, A. (2022). Sagata Sebagai Identitas Tradisi Lisan Masyarakat Lampung. Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial Dan Humaniora, 8(2), 251–270. https://doi.org/10.36869/pjhpish.v8i2.250
Nafal, A., & Mona, M. (2023). Implementasi Budaya Nyambai dalam Memperkuat Nilai-Nilai Pancasila di. 3(8), 1–8.
Sutarno, S., & Diana, P. (2022). Segata Buhaga Sasimbatan : An Oral Poetry of Lampungnese Youth in Tanjungan Village Tanggamus
Regency . Proceedings of the International Seminar on Language, Education, and Culture (ISoLEC 2021), 612(ISoLEC), 303–306. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211212.057
Trisia, A. (2007). KEARIFAN LOKAL SENI PERTUNJUKAN SEGATA DALAM TRADISI LISAN NYAMBAI MASYARAKAT LAMPUNG ADAT SAIBATIN Skripsi. 1–101.
Utomo, C. B., & Kurniawan, G. F. (2017). Bilamana Tradisi Lisan Menjadi Media Pendidikan Ilmu Sosial di Masyarakat Gunungpati. Harmony, 2(2), 168–184.
- Alpiani, Y. (2023). Betabuh dan Segata : Eksistensi Tradisi Kesenian Lampung Selatan. In Skripsi. Universitas Lampung.
- Amalia Yunia Rahmawati. (2020). pembelajaran tari bedana menggunakan metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SD ar raudah bandar lampung. July, 1–23.
- Ananda, R. (2017). Kajian Fungsi Sastra Lisan Kaba Urang Tanjuang Karang Pada Pertunjukan Dendang Pauah. Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 92–122.
- Bloom, N., & Reenen, J. Van. (2013). PENGEMBANGAN MATERI AJAR HAHIWANG DALAM BENTUK LKPD BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS IX SMP. NBER Working Papers, 89. http://www.nber.org/papers/w16019
- Dewi Ratnaningsih dan Windo Dicky Irawan. (2018). Pepaccur Sastra Lisan Masyarakat Lampung.
- Fakhrurozi, J., Pasha, D., Jupriyadi, J., & Anggrenia, I. (2021). Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten
- Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 27. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v2i1.1068
- Farkhan, M., & Saehudin, A. (n.d.). Editor : Muhammad Farkhan Akhmad Saehudin Zubair.
- Gayatri, S. (2010). sistem formula dan fungsi dalam sastra lisan. Wacana Etnik, Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 79–94.
- Iryanti, D. (2014). Karakteristik Kemughukpada Pernikahan Adat Lampung Saibatin Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Sastra Lampung Di Sekolah Menengah Atas.
- K, deny wijaya. (n.d.). GROUP COMMUNICATION WITHIN THE ART CLUB ANGKONAN KENALI DUA OF SURABAYA IN THE CONSERVATION OF SEGATA By.
- Karsiwan, K., Sari, L. R., & Azzahra, A. (2022). Sagata Sebagai Identitas Tradisi Lisan Masyarakat Lampung. Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial Dan Humaniora, 8(2), 251–270. https://doi.org/10.36869/pjhpish.v8i2.250
- Nafal, A., & Mona, M. (2023). Implementasi Budaya Nyambai dalam Memperkuat Nilai-Nilai Pancasila di. 3(8), 1–8.
- Sutarno, S., & Diana, P. (2022). Segata Buhaga Sasimbatan : An Oral Poetry of Lampungnese Youth in Tanjungan Village Tanggamus
- Regency . Proceedings of the International Seminar on Language, Education, and Culture (ISoLEC 2021), 612(ISoLEC), 303–306. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211212.057
- Trisia, A. (2007). KEARIFAN LOKAL SENI PERTUNJUKAN SEGATA DALAM TRADISI LISAN NYAMBAI MASYARAKAT LAMPUNG ADAT SAIBATIN Skripsi. 1–101.
- Utomo, C. B., & Kurniawan, G. F. (2017). Bilamana Tradisi Lisan Menjadi Media Pendidikan Ilmu Sosial di Masyarakat Gunungpati. Harmony, 2(2), 168–184.