PERAN PENTING SANGGAR BUDAYA LAMPUNG SEBAGAI KEARIFAN LOKAL
Abstract:
This research deepens the study of efforts to preserve Lampung culture in the midst of modernization. The main focus of this research is on concrete steps taken by communities, institutions and local governments to preserve and realize the sustainability of Lampung's cultural heritage. Through primary data analysis and in-depth interviews with relevant communities, this research identifies challenges and opportunities in the context of cultural preservation, and explores effective strategies to support these efforts. It is hoped that the research results can contribute to a deeper understanding of preserving local culture in the face of the dynamics of modernization, as well as providing a basis for designing policies that are more sustainable and have a positive impact. This research can also provide inspiration for the Lampung community and other regions to design conservation strategies that are adaptive and effective in maintaining Indonesia's cultural diversity.
Penelitian ini memperdalam kajian terhadap upaya pelestarian kebudayaan Lampung di tengah arus modernisasi. Fokus utama penelitian ini adalah pada langkah-langkah konkret yang diambil oleh komunitas, lembaga, dan pemerintah daerah untuk melestarikan dan mewujudkan keberlanjutan warisan budaya Lampung. Melalui analisis data primer dan wawancara mendalam dengan masyarakat terkait, penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam konteks pelestarian kebudayaan, serta menggali strategi yang efektif untuk mendukung upaya tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman mendalam tentang pelestarian kebudayaan lokal dalam menghadapi dinamika modernisasi, serta memberikan landasan untuk perancangan kebijakan yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif. Penelitian ini juga dapat memberikan inspirasi bagi komunitas Lampung dan daerah lain untuk merancang strategi pelestarian yang adaptif dan efektif dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia.
Chaer, & Abdul. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Cresswell, J. (2013). Qualitative Inquiry & Research Design. Newbury Park: Sage Publications.
Evadianti, Y. (2017). Reposisi Brand dalam Festival Krakatau Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung. PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat, 2(1), 23–26. https://doi.org/10.24198/prh.v2i1.10610.
Fakhurozi, & Jafar. (2019). Fungsi Wawacan dalam Upacara Adat Pengantin Lampung Saibatin. Salaka, 1(2).
Fitria, N. (2016). Pola Asuh Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Prasekolah Ditinjau dari Aspek Budaya Lampung. Jurnal Fokus Konseling, 2(2), 99–115. https://core.ac.uk/reader/229583638.
Nurdin, A. F. (2009). Integralisme Islam dan Nilai-nilai Filosofis Budaya Lokal pada Pembangunan Propinsi Lampung. Unisia, 32(71), 81–97. https://doi.org/10.20885/unisia.vol32.iss71.art6.
Pertiwi, T. C., Suntoro, I., & Nurmalisa, Y. (2017). Peranan Sanggar Budaya Bandakh Makhga dalam Pelestarian Nilai Budaya Lampung di Sukadanaham.
Prabowo, A., Imron, A., & Susanto, H. (2018). Simbol dan Makna Tari Melinting pada Masyarakat Adat Lampung Saibatin di Desa Wana. Pesagi, 6(4).
Pujiwiyana. (2010). Pembinaan Paguyuban Seni Tradisional. Yogyakarta: Elmatera.
Putra, D. J., Hasyim, A., & Nurmalisa, Y. (2018). Implementasi Peraturan Daerah Provinsi Nomor 02 Tahun 2008 Tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung.
Putri, L., & Hartati, U. (2018). Begawi Adat Pepadun Marga Buay Selagai di Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Swarnadwipa, 2(2), 143–152. http://www.hadiwinoto.
Rahmanto, Y., Hotijah, S., & Damayanti. (2020). Perancangan Sistem Informasi Geografis Kebudayaan Lampung Berbasis Mobile. Jurnal Data Mining Dan Sistem Informasi, 1(3), 19–25. https://doi.org/10.33365/jdmsi.v1i1.805.
Sari, F. L., & Najicha, F. U. (2022). Nilai-Nilai Sila Persatuan Indonesia dalam Keberagaman Kebudayaan Indonesia. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 11(1), 79–85. https://doi.org/10.33061/jgz.v11i1.7469.
Septania, M., Hasyim, A., & Yanzi, H. (2017). Implementasi Nilai Kearifan Lokal dalam Proses Upacara Pernikahan Adat Lampung Saibatin.
Setiyawati, & Wahyu, A. (2008). Eksistensi Sanggar Penunggul Sari Kabupaten Jepara.
Siska, Y. (2015). Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Sejarah Lokal Lampung Untuk Sekolah Dasar. Mimbar Sekolah Dasar, 2(2), 199–211. https://doi.org/10.17509/mimbar-sd.v2i2.1330.
Sudaryanto, & Abdullah. (2008). Kamus Bahasa Lampung. Lampung: Dita Kurnia.
Sulasman, & Gumilar. (2013). Teori-teori Kebudayaan. Pustaka Setia.
Wijaya, R. (2021). Peran Gelar Adat Sai Batin dalam Struktur Sosial dan Pelaksanaan Upacara Adat pada Masyarakat Desa Way Empulau Ulu. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 5(1), 27–43.
Yusuf, H. (2016). Dimensi Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri dan Relevansinya Terhadap Pengembangan Kebudayaan Daerah Lampung. Jurnal Filsafat, 20(3), 281–302.
- Chaer, & Abdul. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
- Cresswell, J. (2013). Qualitative Inquiry & Research Design. Newbury Park: Sage Publications.
- Evadianti, Y. (2017). Reposisi Brand dalam Festival Krakatau Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung. PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat, 2(1), 23–26. https://doi.org/10.24198/prh.v2i1.10610.
- Fakhurozi, & Jafar. (2019). Fungsi Wawacan dalam Upacara Adat Pengantin Lampung Saibatin. Salaka, 1(2).
- Fitria, N. (2016). Pola Asuh Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Prasekolah Ditinjau dari Aspek Budaya Lampung. Jurnal Fokus Konseling, 2(2), 99–115. https://core.ac.uk/reader/229583638.
- Nurdin, A. F. (2009). Integralisme Islam dan Nilai-nilai Filosofis Budaya Lokal pada Pembangunan Propinsi Lampung. Unisia, 32(71), 81–97. https://doi.org/10.20885/unisia.vol32.iss71.art6.
- Pertiwi, T. C., Suntoro, I., & Nurmalisa, Y. (2017). Peranan Sanggar Budaya Bandakh Makhga dalam Pelestarian Nilai Budaya Lampung di Sukadanaham.
- Prabowo, A., Imron, A., & Susanto, H. (2018). Simbol dan Makna Tari Melinting pada Masyarakat Adat Lampung Saibatin di Desa Wana. Pesagi, 6(4).
- Pujiwiyana. (2010). Pembinaan Paguyuban Seni Tradisional. Yogyakarta: Elmatera.
- Putra, D. J., Hasyim, A., & Nurmalisa, Y. (2018). Implementasi Peraturan Daerah Provinsi Nomor 02 Tahun 2008 Tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung.
- Putri, L., & Hartati, U. (2018). Begawi Adat Pepadun Marga Buay Selagai di Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Swarnadwipa, 2(2), 143–152. http://www.hadiwinoto.
- Rahmanto, Y., Hotijah, S., & Damayanti. (2020). Perancangan Sistem Informasi Geografis Kebudayaan Lampung Berbasis Mobile. Jurnal Data Mining Dan Sistem Informasi, 1(3), 19–25. https://doi.org/10.33365/jdmsi.v1i1.805.
- Sari, F. L., & Najicha, F. U. (2022). Nilai-Nilai Sila Persatuan Indonesia dalam Keberagaman Kebudayaan Indonesia. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 11(1), 79–85. https://doi.org/10.33061/jgz.v11i1.7469.
- Septania, M., Hasyim, A., & Yanzi, H. (2017). Implementasi Nilai Kearifan Lokal dalam Proses Upacara Pernikahan Adat Lampung Saibatin.
- Setiyawati, & Wahyu, A. (2008). Eksistensi Sanggar Penunggul Sari Kabupaten Jepara.
- Siska, Y. (2015). Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Sejarah Lokal Lampung Untuk Sekolah Dasar. Mimbar Sekolah Dasar, 2(2), 199–211. https://doi.org/10.17509/mimbar-sd.v2i2.1330.
- Sudaryanto, & Abdullah. (2008). Kamus Bahasa Lampung. Lampung: Dita Kurnia.
- Sulasman, & Gumilar. (2013). Teori-teori Kebudayaan. Pustaka Setia.
- Wijaya, R. (2021). Peran Gelar Adat Sai Batin dalam Struktur Sosial dan Pelaksanaan Upacara Adat pada Masyarakat Desa Way Empulau Ulu. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 5(1), 27–43.
- Yusuf, H. (2016). Dimensi Aksiologis Filsafat Hidup Piil Pesenggiri dan Relevansinya Terhadap Pengembangan Kebudayaan Daerah Lampung. Jurnal Filsafat, 20(3), 281–302.
Most read articles by the same author(s)
- Muhammad Ramdhan Fathin Al Farabi, Andriansyah, Siska Meirita, Yandri Rizki Ardia, Feri Maulana, DINAMIKA PENGGUNAAN BAHASA LAMPUNG DALAM KELUARGA DI KOTA BANDAR LAMPUNG: STUDI INTERGENERASIONAL , Jurnal Punyimbang: Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
- Ayu Setiyo Putri, Mei Fatmila Sari, Siska Meirita, Atik Kartika, Nurul Ramadhina Lutfi, Nadia Aulia Putri, PERANAN SEBUAH BAHASA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA LAMPUNG DI RUANG LINGKUP MASYARAKAT , Jurnal Punyimbang: Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
- Jesika Wulandari, Yinda Dwi Gustira, Munaris Munaris, MENELUSURI KEARIFAN LOKAL: ANALISIS TRADISI NYUNCUN PAHAR DI KABUPATEN PESISIR BARAT , Jurnal Punyimbang: Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Punyimbang
