PISAAN SEBAGAI WADAH PENANAMAN MORAL DALAM ACARA INTAR TERANG MASYARAKAT PAKUAN RATU
Abstract:
Abstract
This research study is used as a forum for instilling values in society. The aim of the research entitled "pisaan as a forum for instilling moral in wedding ceremonies in the Pakuan Ratu community" describes the function and role of pisaan in a society. Apart from being entertainment, Pisaan can also be used as a fun place for moral cultivation and of course has a different impression. This research uses qualitative descriptive research. Apart from being used as entertainment, it is also a place to instill moral values in society. Because pisaan is a form of poetry which always contains advice for the bride. This advice will become a guide or guideline for the bride to make her family harmonious and happy. This piasaan is conveyed by singing. Usually at the intar bright event the pisaan is sung by the grandfather or grandmother from the girl's side as a farewell greeting and to give advice to the bride. Pisaan also serves as an accompaniment to the bride's release to the bridal car to go to the groom's house together with the entourage.
Abstrak
Kajian Penelitian ini ialah pisaan sebagai wadah penanaman nilai pada masyarakat. Tujuan penelitian yang berjudul “pisaan sebagai wadah penanaman moral dalam acara intar terang pamasyarakat pakuan ratu” mendeskripsikan fungsi dan peran pisaan dalam suatu masyarakat. Selain sebagai hiburan pisaan juga dapat digunakan sebagai wadah penanaman moral yang menyenagkan dan tentunya memiliki kesan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Selain digunakan sebagai sebuah hiburan pisaan menjadi wadah penanaman niali moral pada masyarakat. Sebab pisaan merupakan bentuk puisi yang isi di dalamnya selalu mengandung nasehat untuk mempelai wanita. Nasihat itulah yang akan menjadi sebuah pegangan atau titian bagi mempelai wanita agar menjadikan keluarganya harmonis dan bahagia. Piasaan ini disampaikan dengan cara bernyanyi. Biasanya dalam acara intar terang pisaan dilantunkan oleh bakas atau atu dari pihak gadis sebagai ucapakn perpisahan serta memberikan nasihat kepada mempelai wanita. Pisaan juga sebagai pengiring pelepasan mempelai wanita menuju mobil pengantin untuk menuju ke rumah pihak laki-laki bersama di dengan rombongan.
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6 (1), 974–980.
Akhmad, N. (2020). Eksiklopedia keragaman budaya. Alprin.
Azmiyati, D. (2017). Pisaan pada masyarakat sungkai bunga mayang dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di sekolah menengah. (Doctoral Dissertation, FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN).
Hajri, P., & Indrawadi, J. (20211). Pewarisan Nilai-Nilai Tradisi Budaya Suku Anak Dalam Air Hitam, Sarolangun, Provinsi Jambi. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 19(2), 88–97.
Hariyanto, O. I. B. (2016). Destinasi wisata budaya dan religi di Cirebon. Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 4 (2), 214–222.
Hutomo, S. . (2010). Mutiara yang Terlupakan: Program Studi Sastra Lisan. HIKSI Jawa Barat.
Irham, M. A. (2013). Lembaga Perwatin dan Kepunyimbangan dalam masyarakat adat Lampung: analisis antropologis. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 155–172(13 (1)).
Kartini, N., & Suryani, S. (2019). Analisis Struktural Pisaan Pemberian Adok pada Pernikahan Adat
Komering di Dsa Kurun Nyawa. Seulas Pinang:Jurnal Pendidikan Bahaa Dan Sastra, 1(1), 37–44.
Liza, Z. N., & Harun, M. (2018). Analisis Pesan Moral Berdasarkan Stratifkasi Sosial Tokoh dalam Novel-Novel Karya Arafat Nur. Master Bahasa, 6 (1), 1–12.
Merda, S. (2022). Pandangan Hukum Islam Terdapat Tradisi Intar Padang Dalam Proses Pernikahan Adat Lampung Pepadun (Studi di Desa Pakuan Agung Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara). (Doctoral Dissertation, UIN Raden Intan Lampung.
Putri, N. W. (2018). Pergeseran bahasa daerah lampung pada masyarakat kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19 (2), 77–86.
Rokhmansyah, A. (2014). Studi dan pengkajian sastra: Perkenalan awal terhadap ilmu sastra. Graha Ilmu.
Situmorang, V. H., Ham, R., & Kav, J. H. R. S. 85. (2019). Lembaga Pemasyarakatan sebagai Bagian dari Penegakan Hukum. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 13 (1), 85.
sonia, s. (2023). upaya penerapan arti penting pernikahan dan cara penyesuian antar di kua kecamatan medan perjuang. As-Syar’i:Urnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5 (3)(881–890).
Sunarti. (2015). Pengantar Pengajian Sastra. Penerbit Fakultas Sastra Diponegoro.
Triana, G. N. (2022). Perancangan Pusat Seni Budaya Adat Sai Batin di Kawasan Pesisir.
wicaksono, P. P. (2022). kampanye g youtube sebagai solusi untuk melestarikan kesenian langger lanang. Jurnal Ilmu Komunkasi Acta Diuna, 18 (1).
- Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6 (1), 974–980.
- Akhmad, N. (2020). Eksiklopedia keragaman budaya. Alprin.
- Azmiyati, D. (2017). Pisaan pada masyarakat sungkai bunga mayang dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di sekolah menengah. (Doctoral Dissertation, FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN).
- Hajri, P., & Indrawadi, J. (20211). Pewarisan Nilai-Nilai Tradisi Budaya Suku Anak Dalam Air Hitam, Sarolangun, Provinsi Jambi. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 19(2), 88–97.
- Hariyanto, O. I. B. (2016). Destinasi wisata budaya dan religi di Cirebon. Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 4 (2), 214–222.
- Hutomo, S. . (2010). Mutiara yang Terlupakan: Program Studi Sastra Lisan. HIKSI Jawa Barat.
- Irham, M. A. (2013). Lembaga Perwatin dan Kepunyimbangan dalam masyarakat adat Lampung: analisis antropologis. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 155–172(13 (1)).
- Kartini, N., & Suryani, S. (2019). Analisis Struktural Pisaan Pemberian Adok pada Pernikahan Adat
- Komering di Dsa Kurun Nyawa. Seulas Pinang:Jurnal Pendidikan Bahaa Dan Sastra, 1(1), 37–44.
- Liza, Z. N., & Harun, M. (2018). Analisis Pesan Moral Berdasarkan Stratifkasi Sosial Tokoh dalam Novel-Novel Karya Arafat Nur. Master Bahasa, 6 (1), 1–12.
- Merda, S. (2022). Pandangan Hukum Islam Terdapat Tradisi Intar Padang Dalam Proses Pernikahan Adat Lampung Pepadun (Studi di Desa Pakuan Agung Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara). (Doctoral Dissertation, UIN Raden Intan Lampung.
- Putri, N. W. (2018). Pergeseran bahasa daerah lampung pada masyarakat kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19 (2), 77–86.
- Rokhmansyah, A. (2014). Studi dan pengkajian sastra: Perkenalan awal terhadap ilmu sastra. Graha Ilmu.
- Situmorang, V. H., Ham, R., & Kav, J. H. R. S. 85. (2019). Lembaga Pemasyarakatan sebagai Bagian dari Penegakan Hukum. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 13 (1), 85.
- sonia, s. (2023). upaya penerapan arti penting pernikahan dan cara penyesuian antar di kua kecamatan medan perjuang. As-Syar’i:Urnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5 (3)(881–890).
- Sunarti. (2015). Pengantar Pengajian Sastra. Penerbit Fakultas Sastra Diponegoro.
- Triana, G. N. (2022). Perancangan Pusat Seni Budaya Adat Sai Batin di Kawasan Pesisir.
- wicaksono, P. P. (2022). kampanye g youtube sebagai solusi untuk melestarikan kesenian langger lanang. Jurnal Ilmu Komunkasi Acta Diuna, 18 (1).
