Pelestarian Sastra Lisan Wawancan dalam Upaya Membangun Kesadaran Budaya Generasi Muda di Pekon Sukaratu

Published: May 4, 2023

Abstract:

Abstract
Wawancan oral literature, known as pepaccur among the Lampung Pepadun community, is a cultural tradition rich in moral, ethical, and philosophical values. This tradition is typically performed during various customary events such as weddings and title bestowals (adok). However, modernization and globalization have led to a decline in younger generations' interest in this tradition, particularly in Pekon Sukaratu, Pringsewu Regency, Lampung. This study aims to document and preserve wawancan oral literature using a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews and field observations. The findings reveal that wawancan oral literature plays a significant role in strengthening the cultural identity of the Lampung community, yet its preservation faces challenges such as lack of documentation, limited government support, and the influence of modernization. This study recommends documenting wawancan in written and audio-visual formats, introducing cultural education in schools, and modernizing the tradition’s presentation to engage younger audiences. Government support and collaboration with local communities are essential for developing sustainable preservation strategies.

Abstrak
Sastra lisan wawancan, yang dikenal sebagai pepaccur di kalangan masyarakat Lampung Pepadun, merupakan tradisi budaya yang kaya akan nilai-nilai moral, etika, dan filosofi hidup. Tradisi ini biasanya ditampilkan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan pemberian gelar (adok). Namun, modernisasi dan globalisasi telah menyebabkan penurunan minat generasi muda terhadap tradisi ini, terutama di Pekon Sukaratu, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan sastra lisan wawancan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan wawancan memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Lampung, tetapi minimnya dokumentasi, dukungan pemerintah, serta pengaruh modernisasi menjadi tantangan besar dalam pelestariannya. Penelitian ini merekomendasikan dokumentasi dalam bentuk tulisan dan audio-visual, edukasi budaya di sekolah, serta pengemasan ulang tradisi dengan pendekatan modern untuk menarik minat generasi muda. Dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan komunitas lokal juga diperlukan untuk menciptakan strategi pelestarian yang berkelanjutan.

Keywords:
1. Oral literature,
2. wawancan,
3. Lampung culture
Authors:
1 . Azarine Kayla Nisa Fatiha
2 . Nanalia Nanalia
How to Cite
Fatiha, A. K. N., & Nanalia, N. (2023). Pelestarian Sastra Lisan Wawancan dalam Upaya Membangun Kesadaran Budaya Generasi Muda di Pekon Sukaratu. Jurnal Punyimbang, 3(1), 36–45. https://doi.org/10.23960/punyimbang.v3i1.1143
References

    Digdoyo, E. (2019). Rumah Puspo Budaya Nusantara Sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Tari Nusantara. Integralistik, 30(1).

    Fadhilasari, I. (2022). Legenda Petirtaan Dalam Kepercayaan Dan Kearifan Lokal Masyarakat Mojokerto: Kajian Folklor. SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(4), 78–88.

    Fakhrurozi, J., Pasha, D., Jupriyadi, J., & Anggrenia, I. (2021). Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 27–36.

    Fakhrurozi, J., & Puspita, D. (2021). Konsep Piil Pesenggiri Dalam Sastra Lisan Wawancan Lampung Saibatin. Jurnal Pesona. https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/pesona/article/view/1376

    Halimatusa’diah, P. (2021). Sastra dan konflik budaya dalam sastra: studi novel shikaju karya ‘alaa al-aswani. (Master's thesis, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

    Kariadi, D., & Suprapto, W. (2018). Model pembelajaran active learning dengan strategi pengajuan pertanyaan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran pkn. Educatio, 13(1), 11–21.

    Magdalena, I., Yoranda, D. O., Savira, D., Billah, S., & Guru, P. (2021). Pentingnya Memahami Karakteristik Siswa Sekolah Dasar di SDN Sudimara 5 Ciledug. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(2), 50–59.

    Naiheli, S., Purwanta, H., & Ardianto, D. T. (2023). Tradisi Lisan Takanab Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Timor. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan, 2(1).

    Nayiroh, L. (2020). Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Upaya Pelestarian Budaya Sunda pada Kepemimpinan Dedi Mulyadi di Kabupaten Purwakarta. Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 3(1), 14–20.

    Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–39.

    Ratnaningsih, D. (2019). Kajian Puisi: Piil Pesenggiri dalam Puisi. Universitas Muhammadiyah Kotabumi.

    Sarkowi, I. M. S., & Irwansyah, Y. (2024). TRADISI LISAN MASYARAKAT DUSUN BATU URIP SEBAGAI PENGUAT NILAI KEARIFAN LOKAL KOTA LUBUKLINGGAU. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 6(2), 47–63.

    Sudewa, I. K. (2014). Transformasi Sastra Lisan ke dalam Seni Pertunjukan di Bali: Perspektif Pendidikan. Humaniora, 26(1), 65–73.

    Suparman, S., Madeamin, S., & Beta, P. (2018). Dokumentasi tradisi lisan Tana Luwu melalui film dokumenter.

    Susanto, D. (2016). Pengantar kajian sastra. Bekasi; Media Pressindo.

    Suwardi, S., & Dinata, M. R. K. (2021). Pencegahan Konflik Masyarakat Lokal Dengan Pendatang Berdasarkan Prinsip Nemui Nyimah Pada Masyarakat Lampung Marga Nunyai. Masalah-Masalah Hukum, 50(1), 1–16.

    Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.

    Yuliani, F., & Chayani, D. A. (2014). Implementasi Kebijakan Pertanahan (Studi Kasus pada Bagian Pendaftaran Tanah di Kecamatan Tampan Kota Pekenbaru). Riau University.

  1. Digdoyo, E. (2019). Rumah Puspo Budaya Nusantara Sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Tari Nusantara. Integralistik, 30(1).
  2. Fadhilasari, I. (2022). Legenda Petirtaan Dalam Kepercayaan Dan Kearifan Lokal Masyarakat Mojokerto: Kajian Folklor. SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(4), 78–88.
  3. Fakhrurozi, J., Pasha, D., Jupriyadi, J., & Anggrenia, I. (2021). Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 27–36.
  4. Fakhrurozi, J., & Puspita, D. (2021). Konsep Piil Pesenggiri Dalam Sastra Lisan Wawancan Lampung Saibatin. Jurnal Pesona. https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/pesona/article/view/1376
  5. Halimatusa’diah, P. (2021). Sastra dan konflik budaya dalam sastra: studi novel shikaju karya ‘alaa al-aswani. (Master's thesis, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
  6. Kariadi, D., & Suprapto, W. (2018). Model pembelajaran active learning dengan strategi pengajuan pertanyaan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran pkn. Educatio, 13(1), 11–21.
  7. Magdalena, I., Yoranda, D. O., Savira, D., Billah, S., & Guru, P. (2021). Pentingnya Memahami Karakteristik Siswa Sekolah Dasar di SDN Sudimara 5 Ciledug. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(2), 50–59.
  8. Naiheli, S., Purwanta, H., & Ardianto, D. T. (2023). Tradisi Lisan Takanab Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Timor. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan, 2(1).
  9. Nayiroh, L. (2020). Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Upaya Pelestarian Budaya Sunda pada Kepemimpinan Dedi Mulyadi di Kabupaten Purwakarta. Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 3(1), 14–20.
  10. Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–39.
  11. Ratnaningsih, D. (2019). Kajian Puisi: Piil Pesenggiri dalam Puisi. Universitas Muhammadiyah Kotabumi.
  12. Sarkowi, I. M. S., & Irwansyah, Y. (2024). TRADISI LISAN MASYARAKAT DUSUN BATU URIP SEBAGAI PENGUAT NILAI KEARIFAN LOKAL KOTA LUBUKLINGGAU. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 6(2), 47–63.
  13. Sudewa, I. K. (2014). Transformasi Sastra Lisan ke dalam Seni Pertunjukan di Bali: Perspektif Pendidikan. Humaniora, 26(1), 65–73.
  14. Suparman, S., Madeamin, S., & Beta, P. (2018). Dokumentasi tradisi lisan Tana Luwu melalui film dokumenter.
  15. Susanto, D. (2016). Pengantar kajian sastra. Bekasi; Media Pressindo.
  16. Suwardi, S., & Dinata, M. R. K. (2021). Pencegahan Konflik Masyarakat Lokal Dengan Pendatang Berdasarkan Prinsip Nemui Nyimah Pada Masyarakat Lampung Marga Nunyai. Masalah-Masalah Hukum, 50(1), 1–16.
  17. Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.
  18. Yuliani, F., & Chayani, D. A. (2014). Implementasi Kebijakan Pertanahan (Studi Kasus pada Bagian Pendaftaran Tanah di Kecamatan Tampan Kota Pekenbaru). Riau University.