DAMPAK KULTURAL MAYORITAS JAWA TERHADAP MINORITAS LAMPUNG DI DESA PAREREJO

Published: May 5, 2023

Abstract:

ABSTRACT

This research aims to explore how Javanese culture influences the social and cultural life of the minority Lampung people. Using a qualitative approach, this research collected data through interviews and direct observation in the field. The research results show that the dominance of Javanese culture has resulted in changes in Lampung cultural values, including language, customs and social practices. Lampung people experience difficulties in maintaining their cultural identity, with the younger generation more likely to adopt Javanese language and traditions. In addition, interactions between the two cultures are often unequal, with ethnic Javanese having more power in determining social norms. This creates social tensions that can threaten the continuity of Lampung culture. Research also finds that despite acculturation, many elements of Lampung culture are marginalized. As a solution, it is important to increase awareness of Lampung’s cultural values through education and preserving traditions. Community activities involving both ethnicities can help build mutual understanding and respect for diversity. This research emphasizes the need for collaboration between government and society to create a harmonious and inclusive environment for all ethnicities.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana budaya Jawa mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Lampung yang menjadi minoritas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi budaya Jawa telah mengakibatkan perubahan nilai-nilai budaya Lampung, termasuk dalam bahasa, adat istiadat, dan praktik sosial. Masyarakat Lampung mengalami kesulitan dalam mempertahankan identitas budaya mereka, di mana generasi muda lebih cenderung mengadopsi bahasa dan tradisi Jawa. Selain itu, interaksi antara kedua budaya sering kali tidak seimbang, dengan etnis Jawa lebih berkuasa dalam menentukan norma sosial. Hal ini menciptakan ketegangan sosial yang dapat mengancam keberlangsungan budaya Lampung. Penelitian juga menemukan bahwa meskipun ada akulturasi, banyak elemen budaya Lampung yang terpinggirkan. Sebagai solusi, penting untuk meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai budaya Lampung melalui pendidikan dan pelestarian tradisi. Kegiatan komunitas yang melibatkan kedua etnis dapat membantu membangun saling pengertian dan menghormati keberagaman. Penelitian ini menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif bagi semua etnis.

Keywords:
1. culture,
2. diversity,
3. social life
Authors:
1 . Fitri Nur Hidayah
2 . Lesti Susanti
How to Cite
Hidayah, F. N., & Susanti, L. . (2023). DAMPAK KULTURAL MAYORITAS JAWA TERHADAP MINORITAS LAMPUNG DI DESA PAREREJO. Jurnal Punyimbang, 3(1), 46–55. https://doi.org/10.23960/punyimbang.v3i1.1144
References

    Adlini, Nina. M., Dinda. A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., dan Merliyana, S. J., (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Jurnal Edumaspul 6(1):974–80.

    Anufia, Budur, dan Alhamid, T. (2019). Instrumen pengumpulan data.

    Cathrin, Shely. (2017). Tinjauan Filsafat Kebudayaan Terhadap Upacara Adat Bersih-Desa Di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jurnal Filsafat 27(1):30–64.

    De Gani, Agitara, F., dan Sembiring, M. Y. G. (2023). Mengenal Identitas dan Integrasi Nasional Indonesia. Indigenous Knowledge 1(2):166–78.

    Fadilla, Rizky, A., dan Wulandari, P. A. (2023). Literature review analisis data kualitatif: tahap pengumpulan data. Mitita Jurnal Penelitian 1(3):34–46.

    Gantara, D. (2018). Peran Komunitas Anak Jalanan dalam Mengembangkan Modal Budaya Literasi Melalui Praktik Reproduksi Kultural. repository.unair.ac.id.

    Khaliesh, Hamdil. (2014). Arsitektur tradisional Tionghoa: Tinjauan terhadap identitas, karakter budaya dan eksistensinya. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur 1(1):86–99.

    Kurniawati, Dewi. (2017). Konflik dan Upaya Pengembangan Integrasi Sosial (Studi Kasus pada Masyarakat desa Sukadana Udik dan Sukadana Ilir Kecamatan Bunga Mayang Lampung Utara).

    Makbul, Muhammad. (2021). Metode pengumpulan data dan instrumen penelitian.

    Mangatur, B., D. Wati, M., F. Pratama, (2023). Menggali Kearifan Lokal: Erosi dan Pemudaran Kearifan Lokal. Pendidikan Karakter Unggul, 2(3).

    Mareza, L., dan A. Nugroho. (2016). Minoritas ditengah mayoritas (strategi adaptasi sosial budaya mahasiswa asing dan mahasiswa luar Jawa di UMP). Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora.

    Miyanti, Yunita, C., Rini, H. S., dan Luthfi, A. (2017). Konflik dalam Relasi Sosial Masyarakat Jawa dan Lampung di Wilayah Transmigrasi (Studi Kasus di Desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur).

    Nurlaili, Husna. (2024). Persepsi Masyarakat Adat Di Era Modernisasi dalam Memaknai Budaya Sesan Perkawinan Suku Lampung di Kelurahan Kota Alam Kotabumi Lampung Utara.

    Putri, T. A., R. D. M. Putri, dan T. Afkar. (2024). Interaksi Bahasa Dan Budaya Dalam Konteks Masyarakat Etnik: Studi Kasus Pada Kelompok Minoritas di Indonesia. Ta’rim: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 5(3), 89-109.

    Saputra, Rian A. D. I. (2018). Sikap Politik Etnis Jawa Terhadap Pencalonan Ardian Saputra-Dewi Arimbi Dalam Pemilukada Kabupaten Pringsewu Tahun 2017.

    Suyanto, Suyanto. (2017). Dominasi Pemakaian Bahasa Jawa di Provinsi Lampung Berdasar Data Sensus Penduduk 2010 Ancangan Demografilinguistk.

    Swasta, Komang. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harmonisasi Perdamaian Antaretnis (Studi Pada Masyarakat Desa Negara Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, Lampung).

    Utami, N. N. F., M. Daulay, dan N. Harahap. (2023). Interaksi Komunikasi Antar Budaya Masyarakat Lokal Dan Transmigran (Di Desa Ambalutu Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan). JURNAL ILMU SOSIAL.

    Waruwu, Marinu. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (Mixed Method).”Jurnal Pendidikan Tambusai 7(1):2896–2910.

  1. Adlini, Nina. M., Dinda. A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., dan Merliyana, S. J., (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Jurnal Edumaspul 6(1):974–80.
  2. Anufia, Budur, dan Alhamid, T. (2019). Instrumen pengumpulan data.
  3. Cathrin, Shely. (2017). Tinjauan Filsafat Kebudayaan Terhadap Upacara Adat Bersih-Desa Di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jurnal Filsafat 27(1):30–64.
  4. De Gani, Agitara, F., dan Sembiring, M. Y. G. (2023). Mengenal Identitas dan Integrasi Nasional Indonesia. Indigenous Knowledge 1(2):166–78.
  5. Fadilla, Rizky, A., dan Wulandari, P. A. (2023). Literature review analisis data kualitatif: tahap pengumpulan data. Mitita Jurnal Penelitian 1(3):34–46.
  6. Gantara, D. (2018). Peran Komunitas Anak Jalanan dalam Mengembangkan Modal Budaya Literasi Melalui Praktik Reproduksi Kultural. repository.unair.ac.id.
  7. Khaliesh, Hamdil. (2014). Arsitektur tradisional Tionghoa: Tinjauan terhadap identitas, karakter budaya dan eksistensinya. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur 1(1):86–99.
  8. Kurniawati, Dewi. (2017). Konflik dan Upaya Pengembangan Integrasi Sosial (Studi Kasus pada Masyarakat desa Sukadana Udik dan Sukadana Ilir Kecamatan Bunga Mayang Lampung Utara).
  9. Makbul, Muhammad. (2021). Metode pengumpulan data dan instrumen penelitian.
  10. Mangatur, B., D. Wati, M., F. Pratama, (2023). Menggali Kearifan Lokal: Erosi dan Pemudaran Kearifan Lokal. Pendidikan Karakter Unggul, 2(3).
  11. Mareza, L., dan A. Nugroho. (2016). Minoritas ditengah mayoritas (strategi adaptasi sosial budaya mahasiswa asing dan mahasiswa luar Jawa di UMP). Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora.
  12. Miyanti, Yunita, C., Rini, H. S., dan Luthfi, A. (2017). Konflik dalam Relasi Sosial Masyarakat Jawa dan Lampung di Wilayah Transmigrasi (Studi Kasus di Desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur).
  13. Nurlaili, Husna. (2024). Persepsi Masyarakat Adat Di Era Modernisasi dalam Memaknai Budaya Sesan Perkawinan Suku Lampung di Kelurahan Kota Alam Kotabumi Lampung Utara.
  14. Putri, T. A., R. D. M. Putri, dan T. Afkar. (2024). Interaksi Bahasa Dan Budaya Dalam Konteks Masyarakat Etnik: Studi Kasus Pada Kelompok Minoritas di Indonesia. Ta’rim: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 5(3), 89-109.
  15. Saputra, Rian A. D. I. (2018). Sikap Politik Etnis Jawa Terhadap Pencalonan Ardian Saputra-Dewi Arimbi Dalam Pemilukada Kabupaten Pringsewu Tahun 2017.
  16. Suyanto, Suyanto. (2017). Dominasi Pemakaian Bahasa Jawa di Provinsi Lampung Berdasar Data Sensus Penduduk 2010 Ancangan Demografilinguistk.
  17. Swasta, Komang. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harmonisasi Perdamaian Antaretnis (Studi Pada Masyarakat Desa Negara Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, Lampung).
  18. Utami, N. N. F., M. Daulay, dan N. Harahap. (2023). Interaksi Komunikasi Antar Budaya Masyarakat Lokal Dan Transmigran (Di Desa Ambalutu Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan). JURNAL ILMU SOSIAL.
  19. Waruwu, Marinu. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (Mixed Method).”Jurnal Pendidikan Tambusai 7(1):2896–2910.