PEMANFAATAN KEARIFAN LOKAL TUPING DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH

Published: Jun 30, 2026

Abstract:

Local wisdom-based character education is crucial in facing the challenges of globalization, which have the potential to erode students' moral values and cultural identity. This study aims to describe the use of local wisdom, tuping, in learning as a medium for character education for students in secondary schools. This topic was chosen because tuping, as a cultural heritage of Lampung, contains religious, moral, social, and ethical values relevant to the objectives of character education. The study used a qualitative approach with a descriptive qualitative type. Data were collected through learning observations, in-depth interviews with teachers and students, and documentation studies at a secondary school in Lampung Province. The results showed that the use of tuping in learning was carried out through the stages of introducing the cultural context, discussing symbolic meanings, analyzing cultural values, exploring character values, reflective discussions, and internalizing values through reflection tasks and simple social practices.Tuping-based learning has been proven to develop religious, moral, social, ethical, responsibility, cooperation, and respect for local culture values in students. These findings confirm that the local wisdom of tuping plays a strategic role as an effective contextual learning medium for strengthening character education in secondary schools.

Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal menjadi penting dalam menghadapi tantangan globalisasi yang berpotensi mengikis nilai moral dan identitas budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan kearifan lokal tuping dalam pembelajaran sebagai media pendidikan nilai karakter peserta didik di sekolah menengah. Topik ini dipilih karena tuping sebagai warisan budaya Lampung mengandung nilai religius, moral, sosial, serta etika yang relevan dengan tujuan pendidikan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta studi dokumentasi di SMA N 2 Kalianda Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tuping dalam pembelajaran dilakukan melalui tahapan pengenalan konteks budaya, diskusi makna simbolik, analisis nilai budaya, eksplorasi nilai karakter, diskusi reflektif, dan internalisasi nilai melalui tugas refleksi serta praktik sosial sederhana. Pembelajaran berbasis tuping terbukti mampu mengembangkan nilai religius, moral, sosial, etika, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap menghargai budaya lokal pada peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal tuping memiliki peran strategis sebagai media pembelajaran kontekstual yang efektif dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah menengah.

Keywords:
1. kearifan lokal
2. tuping
3. pendidikan karakter
4. pembelajaran kontekstual
Authors:
1 . Istiqomah Nurzafira
2 . Aditya Pratama
3 . Septia Uswatun Hasanah
4 . Fadila Amalia
How to Cite
Nurzafira, I., Aditya Pratama, Septia Uswatun Hasanah, & Fadila Amalia. (2026). PEMANFAATAN KEARIFAN LOKAL TUPING DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH . Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, Dan Budaya, 3(1), 165–175. https://doi.org/10.23960/sakabahasa.v3i1.2070