PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET PADA KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM @JOKOWI: KAJIAN PRAGMATIK

Published: Jun 30, 2026

Abstract:

This study aims to classify the violations of language politeness principles and describe the causal factors in the comment section of the @jokowi Instagram account. This study employed a descriptive qualitative method with observation and note-taking techniques, in which data were collected from netizens' comments on posts uploaded to the @jokowi Instagram account during the period of April–May 2025. The results show that 146 utterances violated the language politeness principles based on Leech's theory (2015), covering the maxims of tact (29 data), generosity (13 data), approbation (72 data), modesty (8 data), agreement (10 data), and sympathy (14 data), with violations of the approbation maxim being the most dominant. Meanwhile, the most dominant causal factor based on Pranowo's theory (2012) was direct criticism using rude words or phrases (55 data). These findings indicate that social media comment sections often serve as a space for impolite expression without regard for the principles of language politeness.

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dan mendeskripsikan faktor penyebabnya pada kolom komentar akun Instagram @jokowi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data dikumpulkan dari komentar warganet pada postingan akun Instagram @jokowi periode April–Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 146 tuturan yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa berdasarkan teori Leech (2015), mencakup maksim kearifan (tact maxim) (29 data), kedermawanan (generosity maxim) (13 data), pujian (approbation maxim) (72 data), kerendahan hati (modesty maxim) (8 data), kesepakatan (agreement maxim) (10 data), dan simpati (sympathy maxim) (14 data), dengan pelanggaran maksim pujian sebagai yang paling dominan. Adapun faktor penyebab pelanggaran berdasarkan teori Pranowo (2012) yang paling dominan adalah kritik secara langsung dengan kata atau frasa kasar (55 data). Temuan ini menunjukkan bahwa kolom komentar media sosial kerap menjadi wadah ekspresi ketidaksantunan tanpa mempertimbangkan prinsip kesantunan berbahasa.

Keywords:
1. Instagram
2. pragmatik
3. pelanggaran kesantunan berbahasa
Authors:
1 . Zahara Rahmadani
2 . Agustina
How to Cite
Rahmadani, Z., & Agustina. (2026). PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET PADA KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM @JOKOWI: KAJIAN PRAGMATIK. Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, Dan Budaya, 3(1), 149–163. https://doi.org/10.23960/sakabahasa.v3i1.2084