PERSONA DALAM FILM IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)
Abstract:
society, as depicted in Indonesian cinema. It aims to deeply examine and analyze the "persona" archetypes of characters in the film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (Imperfect: Career, Love & Scales) by Ernest Prakasa, utilizing Carl Gustav Jung’s theory of literary psychology. The study focuses on the protagonist, Rara, and supporting characters such as Dika and Lulu, analyzing how their characterization and the story's conflict dynamics reflect the pressures exerted by their social environment. The research employs a descriptive qualitative design, integrating a literature review approach with comprehensive "listen-and-note" techniques applied to specific scenes and character dialogue. The analysis identified four distinct forms of persona masks: an "angry" persona (4 instances), a "caring" persona (2 instances), a "seemingly fine" persona (3 instances), and a "disappointed" persona (1 instance). The findings demonstrate that the formation of these four persona types is driven by factors such as past trauma, stigma, environmental influences, parenting styles, and internal psychological conflict. These social masks exert significant emotional pressure and impact the harmony of interpersonal relationships among the characters. Ultimately, this study offers comprehensive theoretical and conceptual insights into the application of the persona concept in an audiovisual work, while also contributing to the reader's psychological understanding of the importance of total self-acceptance.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena diskriminasi fisik atau tindakan body shaming di lingkungan sosial masyarakat modern yang direpresentasikan melalui media sinema Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar secara dalam dan menganalisis wujud arketipe persona tokoh yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan karya Ernest Prakasa memanfaatkan landasan teori psikologi sastra dari Carl Gustav Jung. Tokoh utama seperti Rara, dan tokoh pendukung seperti Dika dan Lulu, dijadikan pusat perhatian dalam kajian ini guna menelaah bagaimana model penokohan dan jalinan konflik cerita yang merepresentasikan beban tekanan dari lingkungan sekitar. Rancangan riset ini berstandar penuh pada metode kualitatif deskriptif yang dipadukan bersama pendekatan studi kepustakaan serta teknik simak dan catat terhadap fragmen adegan maupun dialog para tokoh secara komprehensif. Berdasarkan tahapan analisis yang dilakukan, diperoleh total 6 pertemuan data sahih yang mengidentifikasi empat wujud topeng persona, yaitu meliputi manifestasi persona marah sebanyak 4 data, persona peduli sebanyak 2 data, persona selalu terlihat baik-baik saja sebanyak 3 data, dan persona kecewa sebanyak 1 kata. Hasil riset membuktikan bahwa proses pembentukan keempat jenis persona tersebut didorong kuat oleh faktor trauma masa lalu, akibat stigma, pengaruh lingkungan, serta pola asuh orang tua, hingga pergolakan konflik batin individu. Berbagai wujud topeng sosial ini memberikan dampak signifikan berupa tekanan emosional yang masif sekaligus memengaruhi keharmonisan relasi interpersonal antartokoh dalam cerita. Melalui perolehan hasil tersebut, kajian ini menyuguhkan wawasan teoritis serta konseptual yang lebih komprehensif mengenai implementasi konsep persona pada sebuah karya audio-visual, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pemahaman psikologis pembaca mengenai pentingnya penerimaan diri secara utuh.