KARAKTERISTIK TINGKATAN (TARAF) AJEKTIVA DALAM KUMPULAN CERPEN RUMAH IBU KARYA HARRIS EFFENDI THAHAR: KAJIAN MORFOLOGI
Abstract:
This study aims to analyze the adjectives used in the short story collection Rumah Ibu by Harris Effendi Thahar, focusing on two main areas: (1) the forms of adjectives utilized, and (2) the degrees of adjectives employed to describe the quality or intensity of a trait. The research employs a qualitative descriptive method using the teknik simak bebas libat cakap (non-participatory observation technique). Data were collected from sentences containing adjectival forms and degrees found within the collection. The results reveal 303 data points categorized according to Kridalaksana’s (1994) theory, comprising basic adjectives (246 data), derivative adjectives (51 data), and compound adjectives (6 data), with basic adjectives being the most dominant. Regarding the degrees of adjectives, also based on Kridalaksana’s (1994) theory, the positive degree is the most prevalent (268 data). These findings suggest that the author avoids hyperbole to ensure that the quality of the characters and the atmosphere remain authentic and sincere.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ajektiva dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu karya Harris Effendi thahar yang meliputi dua fokus utama: (1) bentuk ajektiva yang digunakan dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu, dan (2) tingkatan ajektiva yang digunakan dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu untuk menggambarkan kualitas atau intensitas suatu sifat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak bebas libat cakap. Data dikumpulkan dari kalimat yang mengandung bentuk dan tingkatan ajektiva yang bersumber dari Kumpulan cerpen Rumah Ibu karya Harris Effendi Thahar. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 303 data yang termasuk dalam bentuk dan tingkatan ajektiva berdasarkan teori Kridalaksana (1994), mencakup ajektiva dasar (246 data), ajektiva turunan (51 data), dan ajektiva majemuk (6 data), dengan ajektiva dasar yang paling dominan. Adapun tingkatan ajektiva berdasarkan teori Kridalaksana (1994) yang paling dominan adalah tingkatan positif (268 data). Temuan ini menunjukkan bahwa penulis menghindari hiperbola agar kualitas karakter dan suasana tetap jujur dan asli.