MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGURANGAN MELALUI MEDIA INTELLIGENCE STICK BAGI MURID DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN
Abstract:
This study aimed to improve the subtraction skills of a sixth-grade student with a mild intellectual disability at SLBN 1 Payakumbuh in solving two-digit subtraction problems requiring the borrowing technique, utilizing "intelligence sticks" as a learning aid. The study was motivated by the student's limited ability to solve subtraction problems involving numbers up to 50 that required borrowing. A Single-Subject Research (SSR) method with an A-B design was employed; the baseline condition spanned three sessions, while the intervention condition lasted seven sessions. Data were subsequently analyzed using visual graphic analysis. The results demonstrated an improvement in the student's subtraction skills following the intervention with intelligence sticks, rising from a stable baseline of 42% to 88% by the end of the intervention phase. These findings indicate that students with mild intellectual disabilities benefit from learning experiences that are concrete, visual, repetitive, and participatory. Intelligence sticks can be considered an appropriate learning tool to support the teaching of subtraction with borrowing for students with mild intellectual disabilities. However, as this study involved only a single student, the findings cannot be generalized to the entire population of students with mild intellectual disabilities.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pengurangan murid kelas VI dengan disabilitas intelektual ringan di SLBN 1 Payakumbuh dalam menyelesaikan soal pengurangan dua angka yang melibatkan teknik meminjam melalui penerapan media pembelajaran berupa intelligence stick (tongkat kecerdasan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pengurangan angka hingga 50 yang memerlukan teknik meminjam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single subject research (SSR) dengan desain A-B. kondisi baseline dilaksanakan selama tiga sesi, sedangkan kondisi intervensi dilaksanakan selama tujuh sesi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis visual grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengurangan murid meningkat setelah intervensi menggunakan intelligence stick, dari kondisi baseline yang stabil di angka 42% menjadi 88% pada akhir fase intervensi. Hasil ini mengindikasikan bahwa murid dengan disabilitas intelektual ringan memperoleh manfaat dari pengalaman belajar yang bersifat konkret, visual, repetitive, dan partisipatif. Intelligence stick dapat dianggap sebagai alat bantu pembelajaran yang tepat untuk mendukung materi pengurangan dengan teknik meminjam bagi murid dengan disabilitas intelektual ringan. Namun, dikarenakan penelitian ini hanya melibatkan satu murid, akibatnya temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi siswa dengan disabilitas intelektual ringan.