STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM KOMENTAR PADA AKUN INSTAGRAM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Published: Jul 29, 2026

Abstract:

This study aims to describe the types of politeness strategies and the pragmatic functions embedded in netizens' comments on the Instagram account @presidenrepublikindonesia during November–December 2025. The problem arises because the account's comment section displays a wide range of language, from appreciation to sarcasm, making it worth examining from a politeness perspective. This research employed a qualitative descriptive method using observation and note-taking techniques; data were collected through screenshots of comments and analyzed using Brown and Levinson's (1987) politeness theory. The results show that of 180 data, positive politeness strategies dominated with 107 data (59.44%), particularly the joking strategy (13.89%), while negative politeness strategies accounted for 73 data (40.56%), dominated by the questioning strategy (13.33%). The most dominant pragmatic functions were criticism and suggestion, each comprising 53 data (29.44%). In conclusion, netizens consistently apply politeness principles when conveying criticism, suggestions, support, sarcasm, and evaluation toward the President through social media.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis strategi kesantunan berbahasa dan fungsi pragmatik yang terkandung dalam komentar warganet pada akun Instagram @presidenrepublikindonesia periode November–Desember 2025. Masalah penelitian ini muncul karena kolom komentar akun tersebut menampilkan variasi bahasa yang luas, mulai dari apresiasi hingga sindiran, sehingga menarik dikaji dari sudut pandang kesantunan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat; data dikumpulkan melalui tangkapan layar komentar, kemudian dianalisis berdasarkan teori kesantunan Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 180 data, strategi kesantunan positif mendominasi dengan 107 data (59,44%), terutama strategi bercanda (13,89%), sedangkan strategi kesantunan negatif ditemukan pada 73 data (40,56%), didominasi strategi menggunakan pertanyaan (13,33%). Fungsi pragmatik yang paling dominan adalah kritik dan saran, masing-masing 53 data (29,44%). Simpulannya, warganet tetap menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dalam menyampaikan kritik, saran, dukungan, sindiran, maupun evaluasi kepada Presiden melalui media sosial.

Keywords:
1. fungsi pragmatik
2. kesantunan berbahasa
3. komentar Instagram
4. strategi kesantunan
5. warganet
Authors:
1 . Afroza Susandra
2 . Agustina
How to Cite
Afroza Susandra, & Agustina. (2026). STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET DALAM KOMENTAR PADA AKUN INSTAGRAM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, Dan Budaya, 3(1), 289–297. https://doi.org/10.23960/sakabahasa.v3i1.2212