PENGARUH KOMUNIKASI VERBAL DAN GAYA BAHASA HOST LIVE STREAMING TIKTOK TERHADAP IMPULSE BUYING KONSUMEN UMKM FASHION
Abstract:
Fashion Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) utilize live streaming activities on TikTok as an essential digital marketing strategy to accelerate sales. This descriptive qualitative study aims to examine how the verbal communication and language style of TikTok live streaming hosts influence consumer impulse buying behavior. Data were collected through semi-structured interviews with an individual who previously hosted live streams for thrifting knitwear products. The results demonstrate that live streaming builds consumer trust by allowing them to view product details in real-time. Sales are significantly influenced by the host's interactive verbal communication strategy, transparency regarding product conditions, and the use of a casual, familiar language style (such as greetings like "bestie" and "moms") tailored to the target market of women aged 20 to 35. This communicative combination creates an emotional connection. When coupled with psychological triggers such as product scarcity (one-of-a-kind items) and time urgency (flash discounts), it effectively induces the fear of missing out (FOMO), which drives viewers to make impulse purchases (spontaneous buying) during the broadcast.
Bisnis kecil dan menengah (UMKM) fashion menggunakan aktivitas live streaming di TikTok sebagai strategi pemasaran digital penting untuk mempercepat penjualan. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk melihat bagaimana komunikasi verbal dan gaya bahasa host live streaming TikTok memengaruhi perilaku pembelian impulsif pelanggan. Data dikumpulkan melalui wawancara yang dilakukan dengan pendekatan semi-terstruktur dengan individu yang sebelumnya melakukan live streaming produk pakaian rajut thrifting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa live streaming dapat membangun kepercayaan konsumen dengan memberi mereka kesempatan untuk melihat detail produk secara real-time. Strategi komunikasi verbal host yang interaktif, jujur tentang kondisi produk, dan penggunaan gaya bahasa yang santai dan akrab (seperti sapaan "bestie" dan "moms") yang disesuaikan dengan target pasar perempuan berusia 20 hingga 35 tahun sangat memengaruhi penjualan. Kombinasi komunikasi komunikatif ini menciptakan kedekatan emosional. Ketika dikombinasikan dengan stimulus psikologis seperti kelangkaan produk (one-of-a-kind) dan urgensi waktu (diskon kilat), ini terbukti efektif untuk menimbulkan rasa takut kehabisan (fear of missing out/FOMO), yang mendorong penonton untuk melakukan pembelian impulsif (beli spontan) selama siaran.
