WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora

Jurnal Wiyata Budaya merupakan jurnal open acces sebagai sarana media dikusi, deskripsi, dan pengembangan ilmu pendidikan yang memuat naskah-naskah ilmiah dan penelitian empiris. Jurnal Wiyata Budaya menerima artikel pada bidang pendidikan dalam konteks humaniora dengan menggunakan berbagai metode yang memenuhi standar publikasi dalam jurnal ini. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Wiyata Budaya adalah ilmu pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia, pendidikan seni, bahasa dan sastra daerah, budaya dan... Readmore

Jurnal Wiyata Budaya merupakan jurnal open acces sebagai sarana media dikusi, deskripsi, dan pengembangan ilmu pendidikan yang memuat naskah-naskah ilmiah dan penelitian empiris. Jurnal Wiyata Budaya menerima artikel pada bidang pendidikan dalam konteks humaniora dengan menggunakan berbagai metode yang memenuhi standar publikasi dalam jurnal ini. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Wiyata Budaya adalah ilmu pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia, pendidikan seni, bahasa dan sastra daerah, budaya dan tradisi lisan yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan November.

e-issn: 3124-2537

Published
2025-05-01

Articles

ANALISIS KODE ROLAND BARTHES KAJIAN SEMIOTIKA DALAM BUKU KUMPULAN PUISI HERNAN TORI SEHIMPUN SAJAK "ANGANKU DI ANTARA HUJAN DAN BANGKU KOSONG"

This study aims to examine semiotics using Roland Barthes' theory in the analysis of poems titled "Di Antara Hujan", "Pada Album", "Ranjang Rapuh", "Pagi yang Senja", and "Perjalanan" by Hernan Tori. This research employs a descriptive qualitative method with data analysis techniques involving reading, observing, and note-taking. According to Roland Barthes' theory, there are five codes: the Hermeneutic code (enigma), the connotative code, the action code, the cultural code, and the symbolic code. Based on the data obtained, these codes were found within Hernan Tori's collection of poems.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji semiotika menggunakan teori Roland Barthes dalam analisis puisi yang berjudul "Di Antara Hujan", " Pada Album", "Ranjang Rapuh", "Pagi yang Senja", dan "Perjalanan" karya Hernan Tori. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Dalam teori Roland Barthes terdapat lima kode, yaitu kode teka-teki (Hermeneutic), kode konotatif, kode aksian, kode budaya dan kode simbolik. Dari data yang diperoleh, terdapat kode-kode yang ditemukan dalam kumpulan puisi Hernan Tori ini.  

ANALISIS SEMIOTIKA TEORI UMBERTO ECO DALAM SASTRA LISAN LAMPUNG

Lampung oral literature is a form of cultural expression that is passed down from generation to generation through oral traditions such as sagata and ringget. This study aims to examine the symbolic meaning in the two literary works using Umberto Eco's semiotic approach. Eco views text as an open text, namely a text that is open to various interpretations according to the social, cultural, and experience backgrounds of the reader. The work of sagata Merantau represents a narrative of social suffering through symbols of alienation, economic struggle, and longing for one's hometown. Meanwhile, ringget conveys social criticism, love, and life values ​​through irony, metaphor, and idioms typical of Lampung culture. The results of the analysis show that the signs in both texts are not singular, but rather plural, ideological, and contextual. Lampung oral literature, in this case, is not only a means of entertainment or emotional expression, but also a space for the production of cultural meaning, representation of collective identity, and reflection of the social dynamics of society.    Sastra lisan Lampung merupakan wujud ekspresi budaya yang diwariskan secara turun-temurun melalui bentuk tradisi lisan seperti sagata dan ringget. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam dua karya sastra tersebut menggunakan pendekatan semiotika Umberto Eco. Eco memandang teks sebagai open text, yakni teks yang terbuka terhadap berbagai interpretasi sesuai latar belakang sosial, budaya, dan pengalaman pembaca. Karya sagata Merantau merepresentasikan narasi penderitaan sosial melalui simbol-simbol keterasingan, perjuangan ekonomi, dan kerinduan kampung halaman. Sementara itu, ringget menyampaikan kritik sosial, cinta, dan nilai kehidupan melalui ironi, metafora, dan idiom khas budaya Lampung. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanda-tanda dalam kedua teks tidak bersifat tunggal, melainkan bersifat plural, ideologis, dan kontekstual. Sastra lisan Lampung, dalam hal ini, bukan hanya sebagai sarana hiburan atau ekspresi emosional, tetapi juga sebagai ruang produksi makna budaya, representasi identitas kolektif, dan refleksi dinamika sosial masyarakat.

KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN PUISI KEKASIHKU KARYA JOKO PINURBO

This study uncovers the stylistic beauty in Joko Pinurbo’s poetry collection Kekasihku, highlighting the diverse linguistic expressions that offer emotional depth and aesthetic appeal. Through sharp use of figures of speech, the poems blend irony, metaphor, and personification, depicting the complexities and paradoxes of love. The imagery evoked is vivid, allowing the reader to not only see but also feel and hear the atmosphere, creating a profound multisensory experience. The careful selection of diction weaves each line with a harmonious rhythm, captivating the reader to reflect on every word spoken. Through fresh and poetic language, Joko Pinurbo creates not just literature but a journey of the soul, inviting the reader to explore the complexities of human relationships, with a deep philosophical touch. This work stands as a testament to how stylistics can evoke emotions and shape broader meanings in Indonesian literature.   Penelitian ini mengungkap keindahan stilistika dalam kumpulan puisi Kekasihku karya Joko Pinurbo, dengan menyoroti keberagaman gaya bahasa yang menghadirkan kedalaman emosional dan estetika. Melalui permainan majas yang tajam, puisi-puisi ini memadukan ironi, metafora, dan personifikasi, menggambarkan dinamika cinta yang penuh paradoks dan kerumitan. Citraan yang dihadirkan begitu kuat, membawa pembaca merasakan suasana yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dapat dirasakan dan didengar, menciptakan pengalaman multisensorial yang mendalam. Pemilihan diksi yang cermat dan penuh arti menyulam setiap baris puisi dengan irama yang harmonis, memikat pembaca untuk lebih merenung dalam setiap kata yang diucapkan. Melalui gaya bahasa yang segar dan puitis, Joko Pinurbo tidak hanya menciptakan karya sastra, tetapi juga sebuah perjalanan batin yang mengajak pembaca menyelami kompleksitas hubungan manusia, dengan sentuhan filosofis yang mendalam. Karya ini menjadi bukti nyata bagaimana stilistika mampu menggugah emosi dan membentuk makna yang lebih luas dalam dunia sastra Indonesia.

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI "DEBINGI DI LORONG" KARYA ADE SISKA

This article aims to reveal and analyze the language style used in the poem Debingi di Lorong by Ade Siska. Poetry is a literary work that expresses the poet's thoughts and feelings imaginatively and is composed by prioritizing the power of language in physical and spiritual structures. The poem was chosen because it is rich in stylistic elements that reflect social and emotional realities in depth. The method used in this study is a qualitative-descriptive approach with textual analysis of the language structure of the poem. The results of the analysis show that Ade Siska uses various figures of speech such as metaphor, simile, personification, repetition, and sound elements such as alliteration and assonance to create aesthetic and emotional effects. The language style functions not only as a language decoration, but also strengthens the meaning and message to be conveyed, especially in describing inner tension and complex social atmosphere. Thus, this poem is not only a beautiful literary work, but also full of meaning and reflection on the life of society.        Artikel ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam puisi Debingi di Lorong karya Ade Siska. Puisi adalah karya sastra yang mengungkapkan oikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengutamakan kekuatan bahasa dalam struktur fisik dan batin. Puisi tersebut dipilih karena kaya akan unsur stilistika yang mencerminkan realitas sosial dan emosional secara mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis tekstual terhadap struktur bahasa puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ade Siska menggunakan berbagai majas seperti metafora, simile, personifikasi, repetisi, serta unsur bunyi seperti aliterasi dan assonansi untuk menciptakan efek estetis dan emosional. Gaya bahasa tersebut berfungsi tidak hanya sebagai penghias bahasa, tetapi juga memperkuat makna dan pesan yang ingin disampaikan, terutama dalam menggambarkan ketegangan batin dan suasana sosial yang kompleks. Dengan demikian, puisi ini tidak hanya menjadi karya sastra yang indah, tetapi juga sarat makna dan refleksi atas kehidupan masyarakat.                            

ANALISIS DEFAMILIARISASI DALAM PUISI API, PINTU, DAN SUGESTI JARAK KARYA AHMAD YULDEN ERWIN

This article discusses defamiliarization in the poems Api, Pintu, and Sugesti Jarak. This research was conducted using a stylistic approach, because a literary work cannot be separated from stylistics. This research was also carried out to find out how the beauty of a poem can be seen from something unusual. The method used in this research is close reading, which is done by reading research material and in this research the poetry of fire, doors and distance suggestions in order to gain in-depth understanding. The stylistic approach was chosen as an approach in this research. In this research, the poem entitled Api, Pintu,Sugesti Jarak by Ahmad Yulden Erwin is the data studied using a stylistic study approach. With this research, syntactic deviations were found, as well as assonance, alliteration, anaphora and epiphora in the poem.   Artikel ini membahas tentang defamiliarisasi pada puisi Api, Pintu, dan Sugesti Jarak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan stilistika, karena sebuah karya sastra tidak akan dapat dilepaskan dari stilistika. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana suatu keindahan sebuah puisi dapat dilihat dari suatu hal yang tidak biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah close reading yaitu dilakukan dengan cara membaca sebuah bahan penelitian dan dalam penelitian ini puisi api, pintu, dan sugesti jarak guna memperoleh pemahaman secara mendalam. Pendekatan stilistika dipilih sebagai suatu pendekatan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini puisi berjudul Api, Pintu, dan Sugesti Jarak karya Ahmad Yulden Erwin menjadi data yang dikaji dengan pendekatan kajian stilistika. Dengan penelitian ini ditemukan deviasi sintaksis, serta asonansi, aliterasi, anafora dan epifora pada puisi tersebut.

Indexer Sites