MAKNA SIMBOLIS SIGER LAMPUNG SAIBATIN SEBAGAI WUJUD SENI BUDAYA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN

Published: Nov 10, 2025

Abstract:

Siger Lampung Saibatin is a traditional crown which has a deep symbolic meaning in the culture of the Lampung people. This research aims to understand the philosophical and symbolic values ​​of Siger Lampung Saibatin as a representation of the cultural identity of the Saibatin tribe. Siger is not only traditional jewelry used in traditional ceremonies, such as weddings and other traditional processions, but also reflects the social structure, status and cultural values ​​of the Saibatin community. With seven distinctive curves, Siger Saibatin symbolizes seven traditional titles passed down from generation to generation. This research uses descriptive qualitative methods through observation, interviews, literature study, and direct documentation of the customs of the Saibatin community. The research results show that Siger is not only a cultural identity but also a means to strengthen the community's sense of pride and ownership of traditional heritage. Siger has become a symbol of unification and binding of the cultural identity of the Lampung Saibatin people. Therefore, preserving culture through promoting education, academic research, and developing a culture-based economy is very important. By preserving the Lampung Saibatin Siger, it is hoped that Lampung's cultural identity can remain alive and relevant amidst Indonesia's cultural diversity.

Siger Lampung Saibatin adalah mahkota tradisional yang memiliki makna simbolis mendalam dalam budaya masyarakat Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai filosofis dan simbolik Siger Lampung Saibatin sebagai representasi identitas budaya suku Saibatin. Siger tidak hanya menjadi perhiasan adat yang digunakan dalam upacara tradisional, seperti pernikahan dan prosesi adat lainnya, tetapi juga mencerminkan struktur sosial, status, dan nilai budaya masyarakat Saibatin. Dengan tujuh lekukan khas, Siger Saibatin melambangkan tujuh gelar adat yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi langsung dari adat istiadat masyarakat Saibatin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siger tidak hanya sebagai identitas budaya tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat rasa kebanggaan dan kepemilikan masyarakat terhadap warisan tradisional. Namun, modernisasi dan kurangnya dukungan pemerintah mengancam keberlangsungan tradisi ini. Oleh karena itu, pelestarian budaya melalui promosi pendidikan, penelitian akademik, dan pengembangan ekonomi berbasis budaya menjadi sangat penting. Dengan melestarikan Siger Lampung Saibatin, diharapkan identitas budaya Lampung dapat tetap hidup dan relevan di tengah keberagaman budaya Indonesia.

Keywords:
1. Siger Lampung
2. Cultural Identity
3. Customs
Authors:
1 . Corry Miranda
2 . Gian Rahma Renvillia
How to Cite
Miranda, C., & Renvillia, G. R. (2025). MAKNA SIMBOLIS SIGER LAMPUNG SAIBATIN SEBAGAI WUJUD SENI BUDAYA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN. Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa Dan Kebudayaan, 9(2), 67–77. https://doi.org/10.23960/tiyuhlampung.v9i2.813
References

    Ariani, Nenny Dwi, And Kholis Roisah. 2016. Upaya Pemerintah dalam Melindungi Kain Tapis dan Siger Lampung sebagai Ekspresi Budaya Tradsional.

    Bachtiar, Muhammad. 2019. Cangget: Identitas Kultural Lampung Sebagai Bagian Dari Keragaman Budaya Indonesia. Yogyakarta: Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta Departemen Pendidikan.

    Cathrin, Shely. 2021. “Tinjauan Filsafat Kebudayaan Terhadap Tradisi Cangget Agung Masyarakat Lampung.” Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan 16(1):97–110. Doi: 10.37680/Adabiya.V16i1.893.

    Ciciria, D. 2015. “Siger sebagai Wujud Seni Budaya pada Masyarakat Multietnik di Provinsi Lampung.” Panggung.

    Daryanti, Fitri. 2021. “Nyambai: Sebuah Bentuk Seni Pertunjukan Masyarakat Adat Saibatin Di Pesisir Lampung.” Repository.Lppm.Unila.Ac.Id.

    Hidayat, Dasrun, Engkus Kuswarno, Feliza Zubair, Hanny Hafiar, Universitas Bina, Sarana Informatika, And Universitas Padjadjaran. 2017. “Message Platform Atribut Siger Lampung di dalam Message Platform of Lampung Siger Attributes In.” Jurnal Kajian Komunikasi 5(1):91–101.

    Mauliddiyah, Nurul L. 2021. “Pengaruh Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal terhadap Peningkatan Pendapatan Pengrajin Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam.” 6.

    Mustika. 2013. Tari Muli Siger.

    Primadona, Gusti Indah, Jurnal Arsitektur, and Universitas Bandar. 2011. “*Gusti Indah Primadona, ST. Adalah.” 43–58.

    Putra, Luthfi Guntur Eka. 2022. “Sembilan Satu Satu Riset Artistik Pada Nilai-Nilai Filosofis Siger Pepadun.”

    Rerisani, Lovena Mentari. 2018. “Kulok dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Suku Kerinci, Jambi.” 1–139.

    Roveneldo, Roveneldo. 2017. “Prosesi Perkawinan Adat Istiadat Lampung Pepadun: Sebagai Bentuk Pelestarian Bahasa Lampung.” Ranah: Jurnal Kajian Bahasa 6(2):220. Doi: 10.26499/Rnh.V6i2.265.

    Roveneldo, Roveneldo. 2018. “Kajian Makna pada Aksesori Pakaian Adat Lampung Pepadun (The Study Of Semantics On Lampoong Pepadun Clothes Accessories).” Sirok Bastra 6(2):139–50. Doi: 10.37671/Sb.V6i2.137.

    Safitri, Mariani. 2019. “Nilai Filosofis Dalam Tari Sigegh Punguten Adat Lampung Pepadun (Studi di Desa Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah).” Doctoral Dissertation 15.

    Sanjaya, Yudi. 2023. “Nilai Estetis Tradisi Butabuh Masyarakat Lampung Saibatin (Studi Pekon Padang Ratu Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus).”

    Widiawati, Apria. 2021. “Adaptasi Masyarakat Transmigran Jawa Terhadap Kebudayaan Masyarakat Lampung.” Pharmacognosy Magazine 75(17):399–405.

  1. Ariani, Nenny Dwi, And Kholis Roisah. 2016. Upaya Pemerintah dalam Melindungi Kain Tapis dan Siger Lampung sebagai Ekspresi Budaya Tradsional.
  2. Bachtiar, Muhammad. 2019. Cangget: Identitas Kultural Lampung Sebagai Bagian Dari Keragaman Budaya Indonesia. Yogyakarta: Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta Departemen Pendidikan.
  3. Cathrin, Shely. 2021. “Tinjauan Filsafat Kebudayaan Terhadap Tradisi Cangget Agung Masyarakat Lampung.” Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan 16(1):97–110. Doi: 10.37680/Adabiya.V16i1.893.
  4. Ciciria, D. 2015. “Siger sebagai Wujud Seni Budaya pada Masyarakat Multietnik di Provinsi Lampung.” Panggung.
  5. Daryanti, Fitri. 2021. “Nyambai: Sebuah Bentuk Seni Pertunjukan Masyarakat Adat Saibatin Di Pesisir Lampung.” Repository.Lppm.Unila.Ac.Id.
  6. Hidayat, Dasrun, Engkus Kuswarno, Feliza Zubair, Hanny Hafiar, Universitas Bina, Sarana Informatika, And Universitas Padjadjaran. 2017. “Message Platform Atribut Siger Lampung di dalam Message Platform of Lampung Siger Attributes In.” Jurnal Kajian Komunikasi 5(1):91–101.
  7. Mauliddiyah, Nurul L. 2021. “Pengaruh Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal terhadap Peningkatan Pendapatan Pengrajin Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam.” 6.
  8. Mustika. 2013. Tari Muli Siger.
  9. Primadona, Gusti Indah, Jurnal Arsitektur, and Universitas Bandar. 2011. “*Gusti Indah Primadona, ST. Adalah.” 43–58.
  10. Putra, Luthfi Guntur Eka. 2022. “Sembilan Satu Satu Riset Artistik Pada Nilai-Nilai Filosofis Siger Pepadun.”
  11. Rerisani, Lovena Mentari. 2018. “Kulok dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Suku Kerinci, Jambi.” 1–139.
  12. Roveneldo, Roveneldo. 2017. “Prosesi Perkawinan Adat Istiadat Lampung Pepadun: Sebagai Bentuk Pelestarian Bahasa Lampung.” Ranah: Jurnal Kajian Bahasa 6(2):220. Doi: 10.26499/Rnh.V6i2.265.
  13. Roveneldo, Roveneldo. 2018. “Kajian Makna pada Aksesori Pakaian Adat Lampung Pepadun (The Study Of Semantics On Lampoong Pepadun Clothes Accessories).” Sirok Bastra 6(2):139–50. Doi: 10.37671/Sb.V6i2.137.
  14. Safitri, Mariani. 2019. “Nilai Filosofis Dalam Tari Sigegh Punguten Adat Lampung Pepadun (Studi di Desa Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah).” Doctoral Dissertation 15.
  15. Sanjaya, Yudi. 2023. “Nilai Estetis Tradisi Butabuh Masyarakat Lampung Saibatin (Studi Pekon Padang Ratu Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus).”
  16. Widiawati, Apria. 2021. “Adaptasi Masyarakat Transmigran Jawa Terhadap Kebudayaan Masyarakat Lampung.” Pharmacognosy Magazine 75(17):399–405.