Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan

JURNAL Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Merupakan jurnal pendidikan bahasa dan sastra daerah yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Jurnal Tiyuh Lampung mengangkat topik seputar Bahasa, Kebudayaan, dan Pembelajarannya. Ruang Lingkup penulis dari lingkungan Dosen/Guru, Mahasasiswa, maupun para akademisi.

Journal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
It is a regional language and literature education journal t... Readmore

JURNAL Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Merupakan jurnal pendidikan bahasa dan sastra daerah yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Jurnal Tiyuh Lampung mengangkat topik seputar Bahasa, Kebudayaan, dan Pembelajarannya. Ruang Lingkup penulis dari lingkungan Dosen/Guru, Mahasasiswa, maupun para akademisi.

Journal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
It is a regional language and literature education journal that is published twice a year, namely in June and November. Tiyuh Lampung Journal raises topics about Language, Culture, and Learning. Scope of writers from the environment of Lecturers/Teachers, Students, and academics.

Published
2025-10-17

Articles

KAJIAN SOSIOLINGUISTIK: SIKAP BAHASA GENERASI MUDA TERHADAP BAHASA LAMPUNG DI BANDAR LAMPUNG

This sociolinguistic study explores the language attitudes of young generations towards the Lampung language in Bandar Lampung, addressing the critical issue of local language vitality in the era of globalization. Employing a qualitative literature review methodology, the research analyzed academic publications from 2014-2024 focusing on language attitudes, sociolinguistics, and regional language preservation. Through comprehensive data extraction and thematic analysis, the study identified three primary factors influencing young people's language attitudes: globalization and modernization, education and media, and social structural changes. The findings reveal a significant decline in Lampung language usage among youth, highlighting its diminishing attractiveness as a communication tool and local identity symbol. The research contributes theoretical insights into the dynamic relationship between language attitudes, cultural identity, and modernization challenges, emphasizing youth's crucial role as social change agents. Strategic recommendations include holistic preservation approaches, educational program development, cultural expression platforms, and leveraging digital technologies to revitalize the Lampung language.   Studi sosiolinguistik ini mengeksplorasi sikap bahasa generasi muda terhadap bahasa Lampung di Bandar Lampung, dengan menyoroti isu penting mengenai vitalitas bahasa lokal di era globalisasi. Dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur kualitatif, penelitian ini menganalisis publikasi akademik dari tahun 2014-2024 yang berfokus pada sikap bahasa, sosiolinguistik, dan pelestarian bahasa daerah. Melalui ekstraksi data yang komprehensif dan analisis tematik, studi ini mengidentifikasi tiga faktor utama yang memengaruhi sikap bahasa anak muda: globalisasi dan modernisasi, pendidikan dan media, serta perubahan struktur sosial. Temuan penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan dalam penggunaan bahasa Lampung di kalangan remaja, menyoroti berkurangnya daya tarik bahasa ini sebagai alat komunikasi dan simbol identitas lokal. Penelitian ini memberikan wawasan teoritis mengenai hubungan dinamis antara sikap bahasa, identitas budaya, dan tantangan modernisasi, dengan menekankan peran generasi muda.

Nilai-Nilai Sosial dalam Tradisi Ngantak Bakul Pada Pernikahan Masyarakat Lampung Sai Batin

The Ngantak Bakul tradition in Lampung Sai Batin communities is an important aspect of the marriage ceremony that is rich in social and cultural values. This study aims to reveal the social values contained in the Ngantak Bakul tradition and understand the impact of modernization on its preservation. This research uses a descriptive qualitative approach, data is collected through interviews and literature studies, which are then analyzed to describe the currentsituation. The results show that Ngantak Bakul contains social values such as helping and reciprocity, which reflect the value of solidarity and trust between community members. However, modernization and financial limitations have caused a shift in the younger generation, which potentially threatens the understanding and preservation of theNgantak Bakul tradition. This research emphasizes the importance ofpreserving the Ngantak Bakul tradition as a means of maintainingcultural identity, and increasing social solidarity in the community. Italso shows that traditions are not just rituals, but also serve tostrengthen universal human values. Tradisi Ngantak Bakul di masyarakat Lampung Sai Batin merupakan aspek penting dalam upacara perkawinan yang kaya akan nilai sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nila-nilaisosial yang terkandung dalam tradisi Ngantak Bakul dan memahami dampak modernisasi terhadap pelestariannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan studi kepustakaan, yang kemudian dianalisisuntuk mendeskripsikan keadaan saat ini. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Ngantak Bakul mengandung nilai sosial seperti tolong-menolong dan timbal balik, yang mencerminkan nilai solidaritas dan kepercayaan antaranggota masyarakat. Namun, modernisasi dan keterbatasan finansial menyebabakan pergeseran generasi muda, yang berpotensi mengancam pemahamandan pelestarian tradisi Ngantak Bakul. Penelitian ini menekankan pentingnya melestarikan tradisi Ngantak Bakul sebagai sarana untuk menjaga identitas budaya, dan meningkatkan solidaritas sosial di masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tradisi bukan hanya sekedar ritual saja, tetapi juga berfungsi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

SINERGI MUSIK BUTABUH DAN HADRAH: KETERKAITAN BUDAYA DAN SPIRITUALITAS DALAM TRADISI LAMPUNG DI PEKON PADANG KHINCANG

Musik Butabuh dan Hadrah merupakan bagian integral dari tradisi masyarakatLampung, khususnya di Pekon Padang Khincang. Penelitian ini bertujuan mengungkap sinergi keduanya dalam melestarikan nilai budaya dan spiritual. Musik Butabuh, yang diwariskan secara turun-temurun,mengandung unsur adat istiadat dan kearifan lokal, sementara Hadrah, dengan lantunan salawatnya, memperkuat aspek keagamaan. Keduanya kerap dimainkan bersama dalam acara adat seperti pernikahan, khitanan, dan penyambutan tamu, menciptakan suasana sakral dan memperkuat identitaskomunitas. Penelitian ini Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi argumentatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Butabuh, seni musik tradisional khas Lampung, merefleksikan kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat, sedangkan Hadrah lebih berfokus pada nilai-nilai keislaman melalui lantunan salawat. Keduanya sering dimainkan bersama dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan khitanan, menciptakan harmoni antara budaya lokal dan ajaran Islam. Tradisi ini jugamenunjukkan adaptasi masyarakat Lampung dalam melestarikan warisan budaya mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya melestarikan Butabuh dan Hadrah sebagai warisan budaya yang sarat makna spiritual dan sosial.

PERAN TRADISI SEKURA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT LAMPUNG

The Sekura tradition is an important cultural heritage for the people of West Lampung, reflected through the Sekura Mask and its accompanying dance. This tradition embodies social and cultural values such as togetherness, mutual cooperation, and gratitude, which are integral to the local community's way of life. Although this tradition is still maintained today, globalization presents significant challenges to its preservation. The influence of foreign cultures, particularly through social media and technology, has caused the younger generation to drift away from traditional arts. Therefore, serious efforts are needed to introduce and engage the younger generation in preserving the Sekura tradition. Education about the importance of local culture, along with the dissemination of information through various media channels, can help introduce and safeguard this tradition. The preservation of the Sekura tradition relies not only on government support but also on active community participation.   Tradisi Sekura merupakan warisan budaya yang penting bagi masyarakat Lampung Barat, yang tercermin melalui Topeng Sekura dan tarian yang menyertainya. Tradisi ini mengandung nilai-nilai sosial dan budaya, seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur, yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal. Meskipun tradisi ini masih dijaga hingga saat ini, globalisasi memberikan tantangan besar terhadap pelestariannya. Pengaruh budaya asing, terutama melalui media sosial dan teknologi, membuat generasi muda semakin jauh dari budaya tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk memperkenalkan dan melibatkan generasi muda dalam melestarikan tradisi Sekura. Pendidikan tentang pentingnya budaya lokal, serta penyebaran informasi melalui berbagai saluran media, dapat membantu memperkenalkan dan menjaga tradisi ini. Pelestarian tradisi Sekura tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

Indexer Sites