PELATIHAN MENULIS CERITA PENDEK UNTUK GURU SEKOLAH DASAR: UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI LITERASI DAN PEMERTAHANAN BAHASA LAMPUNG

Published: Apr 27, 2026

Abstract:

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek (cerpen) berbahasa daerah bagi guru Sekolah Dasar (SD) yang tergabung dalam KKG/MGMP Bahasa Lampung di Sukarame, Bandar Lampung. Permasalahan mitra adalah rendahnya keterampilan, kepercayaan diri guru dalam menulis karya fiksi, serta minimnya bahan bacaan kreatif berbahasa Lampung. Metode yang digunakan adalah Latihan Instruksi Kerja yang dipadukan dengan Pelatihan Aktif dan pendampingan individual, meliputi tahap pengenalan konsep, praktik menulis cerpen bermuatan lokal, penyuntingan, hingga publikasi karya. Kegiatan diikuti 30 guru SD selama Mei–Oktober 2025. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi menulis sebesar 40,6% (dari rata-rata 59,75 menjadi 84), dengan 86,7% peserta mencapai nilai di atas 80, melampaui target keberhasilan minimal 70%. Luaran nyata berupa Antologi Cerpen Berbahasa Lampung Guru SD ber-ISBN yang memuat 25 karya peserta. Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi literasi kreatif guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa dan budaya Lampung.

This community service initiative aims to improve local language short story (cerpen) writing skills for elementary school (SD) teachers who are members of the Lampung Language KKG/MGMP in Sukarame, Bandar Lampung. The partner's problems include the teachers' low skills and lack of confidence in writing fiction, as well as the lack of creative reading materials in the Lampung language. The method used is Work Instruction Training combined with Active Training and individual mentoring, covering the stages of concept introduction, writing practice of short stories with local content, editing, to publication of works. The activity was attended by 30 elementary school teachers from May to October 2025. The results showed an increase in writing competence by 40.6% (from an average of 59.75 to 84), with 86.7% of participants achieving scores above 80, exceeding the minimum success target of 70%. The tangible output is an ISBN-registered Anthology of Lampung Language Short Stories by Elementary School Teachers, which contains 25 works by the participants. This training is proven effective in increasing teachers' creative literacy competence while supporting efforts to preserve the Lampung language and culture.

Keywords:
1. writing training
2. short story
3. elementary school teacher
4. literacy
5. Lampung language
Authors:
1 . Yinda Dwi Gustira
2 . Istiqomah Nurzafira
3 . Rahmat Prayogi
4 . Andriansyah
5 . Sandika Ali
6 . Septia Uswatun Hasanah
7 . Detia Aulia Oktarina
8 . Tri Kuryanti
How to Cite
Gustira, Y. D., Nurzafira, I., Prayogi, R., Andriansyah, Ali, S., Hasanah, S. U., Oktarina, D. A., & Kuryanti, T. (2026). PELATIHAN MENULIS CERITA PENDEK UNTUK GURU SEKOLAH DASAR: UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI LITERASI DAN PEMERTAHANAN BAHASA LAMPUNG. Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 166–172. https://doi.org/10.23960/ela.v5i1.2133
References

    Adisaputera, A., & Syahnan, M. (2020). Pelatihan menulis cerita pendek berbasis kearifan lokal bagi guru-guru bahasa Indonesia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(3), 145–152.

    Agustina, R., & Supriyanto, T. (2021). Peningkatan keterampilan menulis kreatif cerita pendek melalui metode latihan instruksi kerja. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 88–96.

    Anindyarini, A., Rokhman, F., & Mulyani, M. (2019). Pemertahanan bahasa daerah melalui pembelajaran sastra lokal di sekolah dasar. Jurnal Review Pendidikan Dasar, 5(2), 102–111.

    Ariningsih, N. E., Sumarwati, S., & Saddhono, K. (2019). Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam karangan eksposisi siswa sekolah menengah atas. Jurnal Basestra, 7(1), 44–53.

    Asri, Y. (2018). Pembelajaran menulis cerita pendek. Sukabumi: CV Jejak.

    Budiman, A., & Setiawan, H. (2022). Strategi guru sekolah dasar dalam meningkatkan literasi kreatif melalui penulisan karya fiksi. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 6(1), 74–83.

    Cahyono, B. Y., & Widiati, U. (2011). The teaching of English as a foreign language in Indonesia. Malang: State University of Malang Press.

    Dalman, H. (2018). Keterampilan menulis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

    Damayanti, R., & Solihati, N. (2020). Psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa. Jakarta: Bumi Aksara.

    Gunawan, I., & Palupi, A. R. (2021). Pelatihan aktif dan pendampingan individual dalam peningkatan kompetensi profesional guru. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 115–124.

    Harsiati, T. (2018). Karakteristik instrumen penilaian unjuk kerja literasi membaca. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 25(1), 12–21.

    Hermawan, ak., & Nugraha, V. (2023). Integrasi nilai-nilai budaya lokal Lampung dalam pengembangan bahan ajar sekolah dasar. Jurnal Teoretis dan Praktis Pendidikan, 8(2), 134–142.

    Keraf, G. (2004). Argumentasi dan narasi. Jakarta: Gramedia.

    Krashen, S. D. (2004). The power of reading: Insights from the research (2nd ed.). Portsmouth: Heinemann.

    Kurniawan, H. (2021). Kreatif menulis cerpen untuk guru dan siswa. Yogyakarta: Araska.

    Lestari, S. P., & Wahyuni, S. (2022). Peningkatan keterampilan menulis cerita pendek dengan memanfaatkan metode instruksi kerja (work instruction technique). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(1), 45–56.

    Mahsun, M. (2014). Teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia: Kurikulum 2013. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

    Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

    Munaris, M., & Sukmawan, A. (2020). Pemertahanan bahasa Lampung melalui jalur pendidikan formal: Tantangan dan solusi. Jurnal Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 21(2), 189–199.

    Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

    Nurlaksana, E., & Sanjaya, D. (2021). Evaluasi program pengabdian masyarakat berbasis peningkatan literasi di tingkat sekolah dasar. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 67–75.

    Pradopo, R. D. (2012). Pengkajian puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

    Prastowo, A. (2019). Analisis pembelajaran tematik terpadu berbasis kurikulum merdeka. Jakarta: Prenadamedia Group.

    Purba, R., & Siregar, M. (2023). Peningkatan kepercayaan diri guru dalam menulis karya sastra melalui pelatihan aktif. Jurnal Basastra, 12(2), 210–221.

    Putri, A. D., & Rahmawati, E. (2024). Penerbitan buku antologi ber-ISBN sebagai bentuk rekognisi dan luaran nyata pengabdian masyarakat. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 1102–1114.

    Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

    Rohman, A. (2015). Pengembangan literasi guru melalui pelatihan menulis kreatif. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 16(2), 121–135.

    Rosidi, I. (2019). Menulis cerita pendek itu mudah: Panduan bagi pendidik. Surabaya: Pustaka Media.

    Saddhono, K., & Slamet, S. (2014). Pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

    Santosa, P. (2020). Metodologi penelitian sastra. Jakarta: PT Adicita Karya Nusa.

    Setyawan, B. W. (2021). Budaya lokal dalam karya sastra sebagai media pemertahanan bahasa daerah. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 9(1), 32–41.

    Sudaryanto, S., & Rahmawati, A. (2022). Peran komunitas menulis guru dalam mendukung pengembangan keprofesian berkelanjutan. Jurnal Pendidikan: Teori dan Praktik, 7(2), 89–98.

    Suherli, S. (2013). Pembelajaran sastra di sekolah dasar. Bandung: UPI Press.

    Sulistyo-Basuki. (2010). Literasi informasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

    Suryaman, M. (2020). Orientasi pengembangan kurikulum merdeka belajar dalam bidang literasi bahasa dan sastra Indonesia. Jurnal Litera, 19(3), 401–414.

    Tarigan, H. G. (2008). Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.

    Wahyuni, T., & Nugroho, A. (2023). Efektivitas pendampingan individual secara daring dalam program pelatihan guru di sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 11(2), 175–186.

    Wibowo, H. (2021). Penyuntingan naskah fiksi dan nonfiksi. Jakarta: Bumi Aksara.

    Zuchdi, D., & Budiasih, B. (2019). Pendidikan literasi: Konsep dan inovasi pembelajaran bahasa. Yogyakarta: UNY Press.

    Zulkarnain, Z., & Agustina, S. (2022). Revitalisasi bahasa daerah Lampung melalui penciptaan karya sastra anak di lingkungan sekolah. Jurnal Bahasa dan Budaya Daerah, 4(1), 15–26.

  1. Adisaputera, A., & Syahnan, M. (2020). Pelatihan menulis cerita pendek berbasis kearifan lokal bagi guru-guru bahasa Indonesia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(3), 145–152.
  2. Agustina, R., & Supriyanto, T. (2021). Peningkatan keterampilan menulis kreatif cerita pendek melalui metode latihan instruksi kerja. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 88–96.
  3. Anindyarini, A., Rokhman, F., & Mulyani, M. (2019). Pemertahanan bahasa daerah melalui pembelajaran sastra lokal di sekolah dasar. Jurnal Review Pendidikan Dasar, 5(2), 102–111.
  4. Ariningsih, N. E., Sumarwati, S., & Saddhono, K. (2019). Analisis kesalahan berbahasa Indonesia dalam karangan eksposisi siswa sekolah menengah atas. Jurnal Basestra, 7(1), 44–53.
  5. Asri, Y. (2018). Pembelajaran menulis cerita pendek. Sukabumi: CV Jejak.
  6. Budiman, A., & Setiawan, H. (2022). Strategi guru sekolah dasar dalam meningkatkan literasi kreatif melalui penulisan karya fiksi. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 6(1), 74–83.
  7. Cahyono, B. Y., & Widiati, U. (2011). The teaching of English as a foreign language in Indonesia. Malang: State University of Malang Press.
  8. Dalman, H. (2018). Keterampilan menulis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  9. Damayanti, R., & Solihati, N. (2020). Psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa. Jakarta: Bumi Aksara.
  10. Gunawan, I., & Palupi, A. R. (2021). Pelatihan aktif dan pendampingan individual dalam peningkatan kompetensi profesional guru. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 115–124.
  11. Harsiati, T. (2018). Karakteristik instrumen penilaian unjuk kerja literasi membaca. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 25(1), 12–21.
  12. Hermawan, ak., & Nugraha, V. (2023). Integrasi nilai-nilai budaya lokal Lampung dalam pengembangan bahan ajar sekolah dasar. Jurnal Teoretis dan Praktis Pendidikan, 8(2), 134–142.
  13. Keraf, G. (2004). Argumentasi dan narasi. Jakarta: Gramedia.
  14. Krashen, S. D. (2004). The power of reading: Insights from the research (2nd ed.). Portsmouth: Heinemann.
  15. Kurniawan, H. (2021). Kreatif menulis cerpen untuk guru dan siswa. Yogyakarta: Araska.
  16. Lestari, S. P., & Wahyuni, S. (2022). Peningkatan keterampilan menulis cerita pendek dengan memanfaatkan metode instruksi kerja (work instruction technique). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 22(1), 45–56.
  17. Mahsun, M. (2014). Teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia: Kurikulum 2013. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  18. Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  19. Munaris, M., & Sukmawan, A. (2020). Pemertahanan bahasa Lampung melalui jalur pendidikan formal: Tantangan dan solusi. Jurnal Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 21(2), 189–199.
  20. Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  21. Nurlaksana, E., & Sanjaya, D. (2021). Evaluasi program pengabdian masyarakat berbasis peningkatan literasi di tingkat sekolah dasar. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 67–75.
  22. Pradopo, R. D. (2012). Pengkajian puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  23. Prastowo, A. (2019). Analisis pembelajaran tematik terpadu berbasis kurikulum merdeka. Jakarta: Prenadamedia Group.
  24. Purba, R., & Siregar, M. (2023). Peningkatan kepercayaan diri guru dalam menulis karya sastra melalui pelatihan aktif. Jurnal Basastra, 12(2), 210–221.
  25. Putri, A. D., & Rahmawati, E. (2024). Penerbitan buku antologi ber-ISBN sebagai bentuk rekognisi dan luaran nyata pengabdian masyarakat. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 1102–1114.
  26. Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  27. Rohman, A. (2015). Pengembangan literasi guru melalui pelatihan menulis kreatif. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 16(2), 121–135.
  28. Rosidi, I. (2019). Menulis cerita pendek itu mudah: Panduan bagi pendidik. Surabaya: Pustaka Media.
  29. Saddhono, K., & Slamet, S. (2014). Pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  30. Santosa, P. (2020). Metodologi penelitian sastra. Jakarta: PT Adicita Karya Nusa.
  31. Setyawan, B. W. (2021). Budaya lokal dalam karya sastra sebagai media pemertahanan bahasa daerah. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 9(1), 32–41.
  32. Sudaryanto, S., & Rahmawati, A. (2022). Peran komunitas menulis guru dalam mendukung pengembangan keprofesian berkelanjutan. Jurnal Pendidikan: Teori dan Praktik, 7(2), 89–98.
  33. Suherli, S. (2013). Pembelajaran sastra di sekolah dasar. Bandung: UPI Press.
  34. Sulistyo-Basuki. (2010). Literasi informasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  35. Suryaman, M. (2020). Orientasi pengembangan kurikulum merdeka belajar dalam bidang literasi bahasa dan sastra Indonesia. Jurnal Litera, 19(3), 401–414.
  36. Tarigan, H. G. (2008). Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
  37. Wahyuni, T., & Nugroho, A. (2023). Efektivitas pendampingan individual secara daring dalam program pelatihan guru di sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 11(2), 175–186.
  38. Wibowo, H. (2021). Penyuntingan naskah fiksi dan nonfiksi. Jakarta: Bumi Aksara.
  39. Zuchdi, D., & Budiasih, B. (2019). Pendidikan literasi: Konsep dan inovasi pembelajaran bahasa. Yogyakarta: UNY Press.
  40. Zulkarnain, Z., & Agustina, S. (2022). Revitalisasi bahasa daerah Lampung melalui penciptaan karya sastra anak di lingkungan sekolah. Jurnal Bahasa dan Budaya Daerah, 4(1), 15–26.