PELATIHAN PEMANFAATAN BIOSLURRY DI DESA REJOMULYO, KECAMATAN JATI AGUNG, LAMPUNG SELATAN

Published: Apr 6, 2022

Abstract:

Biogas technology from floating drum-type cow dung made in Rejomulyo village, Jati Agung sub-district, South Lampung, can produce biogas for daily fuel. However, the residual waste or biogas dregs (sludge/bio-slurry) have not been utilized, only disposed of at a waste disposal site. This community service activity aims to increase the added value of biogas waste by utilizing sludge/bio-slurry for organic fertilizer in vegetable cultivation in yards and gardens. The activity was carried out using the extension method for making vegetable cultivation pilot units using sludge/bio-slurry. Furthermore, through Gapoktan and Agricultural Extension as companions, it can be developed in people's homes that have a biogas digester. The conclusion is that cow dung as waste from livestock business has been successfully converted into biogas and slurry. The success of this training is indicated by the high enthusiasm of the participants and the ongoing implementation of liquid fertilizer (bio-slurry).

Teknologi biogas dari kotoran sapi tipe floating drum yang dibuat di desa Rejomulyo, kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, dapat menghasilkan biogas yang sudah dimanfaatkan untuk keperluan bahan bakar sehari-hari. Namun limbah sisa atau ampas biogasnya (sludge/bio slurry) belum dimanfaatkan, hanya dibuang di tempat pembuangan limbah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah limbah biogas dengan cara memanfaatkan sludge/bio slurry untuk pupuk organik dalam budidaya sayuran di pekarangan dan kebun. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan pembuatan unit percontohan budidaya sayuran dengan memanfaatkan sludge/bio slurry. Selanjutnya melalui Gapoktan dan Penyuluh Pertanian selaku pendamping, dapat dikembangkan di rumah-rumah penduduk yang memiliki digester biogas. Kesimpulan yang diperoleh adalah kotoran sapi sebagai limbah dari usaha ternak telah berhasil diubah menjadi biogas dan bioslurry, keberhasilan pelatihan pembuatan dan pemanfaatan bioslurry ditandai dengan tingginya antusiasme peserta dan implementasi pupuk cair (bioslurry) yang sedang berlangsung.

Keywords:
1. bio-slurry
2. biogas
3. cow dung
Authors:
1 . Febryan Kusuma Wisnu
2 . Mareli Telaumbanua
3 . Sri Waluyo
4 . Siti Suharyatun
5 . Agus Haryanto
6 . Winda Rahmawati
How to Cite
Wisnu, F. K., Telaumbanua, M., Waluyo, S., Suharyatun, S., Haryanto, A., & Rahmawati, W. (2022). PELATIHAN PEMANFAATAN BIOSLURRY DI DESA REJOMULYO, KECAMATAN JATI AGUNG, LAMPUNG SELATAN. Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 49–57. Retrieved from https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/ela/article/view/390
References

    Anonymous. 2010. Training Material of Biogas Technology. In: International Training Workshop on Biogas Technology for Developing Countries. Yunnan Normal University. China. 164 p.

    Ditjen Peternakan Departemen Pertanian RI. 2010. Blue Print Program Swasembada Daging Sapi. 84 halaman.Fry, L.J. 1974. Methane Digesters for Fuel Gas and Fertilizer. The New Alchemy Institute, Mass. http://journeytoforever.org (20 Januari 2010)

    Haryanto, A. 2011. Kinerja Biogas Skala Rumah Tangga, Seminar BPTP Lampung, 21 Maret 2011.

    Hasanudin, U. dan Haryanto, A. 2010. Sustainability Assesment of Biomass Utilisation for Bioenergy: Case study in Lampung, Indonesia. 7th Biomass Asia Workshop & Asia-Biomass Researchers Capacity Building Conference. BPPT Jakarta, Nov 29 – Dec 1, 2010.

    Musanif, J., Ardisasmita, W.A., dan Nababan, D.M. 2006. Biogas Skala Rumah Tangga. Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian. 14 hal.

    Presiden Republik Indonesia, 2006, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional, Jakarta.

    Tim BIRU (Biogas Rumah). 2013. Pedoman Pengguna dan Pengawas: Pengelolaan dan Pemanfaatan Bio slurry. Yayasan Rumah Energi. Jakarta.

  1. Anonymous. 2010. Training Material of Biogas Technology. In: International Training Workshop on Biogas Technology for Developing Countries. Yunnan Normal University. China. 164 p.
  2. Ditjen Peternakan Departemen Pertanian RI. 2010. Blue Print Program Swasembada Daging Sapi. 84 halaman.Fry, L.J. 1974. Methane Digesters for Fuel Gas and Fertilizer. The New Alchemy Institute, Mass. http://journeytoforever.org (20 Januari 2010)
  3. Haryanto, A. 2011. Kinerja Biogas Skala Rumah Tangga, Seminar BPTP Lampung, 21 Maret 2011.
  4. Hasanudin, U. dan Haryanto, A. 2010. Sustainability Assesment of Biomass Utilisation for Bioenergy: Case study in Lampung, Indonesia. 7th Biomass Asia Workshop & Asia-Biomass Researchers Capacity Building Conference. BPPT Jakarta, Nov 29 – Dec 1, 2010.
  5. Musanif, J., Ardisasmita, W.A., dan Nababan, D.M. 2006. Biogas Skala Rumah Tangga. Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian. 14 hal.
  6. Presiden Republik Indonesia, 2006, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional, Jakarta.
  7. Tim BIRU (Biogas Rumah). 2013. Pedoman Pengguna dan Pengawas: Pengelolaan dan Pemanfaatan Bio slurry. Yayasan Rumah Energi. Jakarta.