Peningkatan Literasi Dasar Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan Membaca Bersama di SDN Inpres Skow Mabo Jayapura

Published: Sep 30, 2025

Abstract:

This community service programme aims to strengthen basic literacy skills among primary school students at SDN Inpres Skow Mabo, a border-area school facing limited literacy resources and low student reading interest. The activity was initiated to respond to the school’s need for engaging and contextual literacy strategies that support the School Literacy Movement. The programme employed a participatory and collaborative approach involving lecturers, teachers, and students through three main stages: preparation, implementation, and evaluation. Key activities included shared reading sessions, teacher training on interactive reading techniques, and creative literacy activities such as storytelling, poetry reading, and short story writing. Evaluation was conducted through observations, interviews, and assessments of students’ retelling abilities. The results show significant improvements in students’ reading comprehension, confidence, and interest in reading, alongside strengthened teacher capacity in integrating literacy strategies into classroom learning. The establishment of reading corners and locally themed reading materials also contributed to developing a sustainable literacy culture. This programme highlights the importance of collaborative, contextual, and practice-based approaches in enhancing literacy skills in remote primary schools.

Keywords:
1. Basic Literacy
2. Reading Together
3. Primary School
Authors:
1 . Dian Septikasari
2 . Amelia Warikar
How to Cite
Septikasari, D., & Warikar, A. (2025). Peningkatan Literasi Dasar Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan Membaca Bersama di SDN Inpres Skow Mabo Jayapura. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan, 4(2), 393–403. Retrieved from https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/jpmip/article/view/1447
Issue & Section
References

    Fitriyani, N. (2020). Pengembangan budaya literasi di sekolah dasar melalui pendekatan kontekstual. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 5(2), 113-124.

    Johnson, E. (2014). Contextual teaching and learning: What it is and why it's here to stay. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.

    Kemendikbud. (2021). Panduan gerakan literasi sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Kemendikbudristek. (2022). Merdeka Belajar Episode 23: Buku bacaan bermutu untuk literasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi gerakan literasi sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Kurniasih, I., & Sani, B. (2021). Pembelajaran literasi di sekolah dasar. Jakarta: Grasindo.

    Miles, M., & Huberman, A. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

    Nasution, S. (2020). Pendekatan partisipatif dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis literasi. Jurnal Pengabdian Pendidikan Indonesia, 4(1), 12-19.

    OACD. (2018). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. Paris: OECD Publishing.

    Putri, N., & Nurhadi, D. (2023). Tantangan pelaksanaan gerakan literasi di sekolah dasar daerah 3T. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9(1), 33-42.

    Snow, C. (2018). Understanding literacy development in children. Cambridge: Harvard University Press.

    Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

    Suryani, I. (2020). Peran dosen dan mahasiswa dalam penguatan literasi sekolah dasar melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal Pengabdian Pendidikan Indonesia, 4(2), 67-75.

    Wahyuni, D. (2022). Model pelatihan guru berbasis praktik langsung untuk penguatan gerakan literasi sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukatif, 6(1), 45-53.

    Widyastuti, S. (2022). Implementasi gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa SD. Jurnal Pengabdian Pendidikan, 5(1), 45-52.

  1. Fitriyani, N. (2020). Pengembangan budaya literasi di sekolah dasar melalui pendekatan kontekstual. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 5(2), 113-124.
  2. Johnson, E. (2014). Contextual teaching and learning: What it is and why it's here to stay. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.
  3. Kemendikbud. (2021). Panduan gerakan literasi sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Kemendikbudristek. (2022). Merdeka Belajar Episode 23: Buku bacaan bermutu untuk literasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  5. Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi gerakan literasi sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  6. Kurniasih, I., & Sani, B. (2021). Pembelajaran literasi di sekolah dasar. Jakarta: Grasindo.
  7. Miles, M., & Huberman, A. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
  8. Nasution, S. (2020). Pendekatan partisipatif dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis literasi. Jurnal Pengabdian Pendidikan Indonesia, 4(1), 12-19.
  9. OACD. (2018). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. Paris: OECD Publishing.
  10. Putri, N., & Nurhadi, D. (2023). Tantangan pelaksanaan gerakan literasi di sekolah dasar daerah 3T. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9(1), 33-42.
  11. Snow, C. (2018). Understanding literacy development in children. Cambridge: Harvard University Press.
  12. Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  13. Suryani, I. (2020). Peran dosen dan mahasiswa dalam penguatan literasi sekolah dasar melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal Pengabdian Pendidikan Indonesia, 4(2), 67-75.
  14. Wahyuni, D. (2022). Model pelatihan guru berbasis praktik langsung untuk penguatan gerakan literasi sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukatif, 6(1), 45-53.
  15. Widyastuti, S. (2022). Implementasi gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa SD. Jurnal Pengabdian Pendidikan, 5(1), 45-52.