KARAKTERISTIK KESANTUNAN TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM KOMENTAR WARGANET PADA AKUN INSTAGRAM @bgsadikin
Abstract:
This study aims to describe the types and strategies of expressive speech acts used by netizens in negative comments on the Instagram account @bgsadikin. This research applies a descriptive qualitative method with a documentation technique to collect 150 netizen comments, which were analyzed based on the theory of expressive speech acts and Brown and Levinson's politeness strategies. The results show seven types of expressive speech acts: sarcasm (24.00%), praising and complaining (18.00% each), criticizing (16.00%), expressing anger (14.00%), expressing happiness (8.00%), and expressing gratitude (2.00%), while apologizing was not found. In terms of speech strategies, four strategies were identified, with the off-record strategy being the most dominant (34.00%), followed by bald-on-record (31.33%), positive politeness (27.33%), and negative politeness (7.33%). These findings indicate that netizens tend to convey criticism toward health policies indirectly through sarcasm and implicit expressions.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis dan strategi tindak tutur ekspresif yang digunakan warganet dalam komentar negatif pada akun Instagram @bgsadikin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data berupa 150 komentar warganet yang dianalisis berdasarkan teori tindak tutur ekspresif dan strategi kesantunan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan tujuh jenis tindak tutur ekspresif, yaitu menyindir (24,00%), memuji dan mengeluh (masing-masing 18,00%), mengkritik (16,00%), mengungkapkan rasa marah (14,00%), mengungkapkan rasa senang (8,00%), dan mengucapkan terima kasih (2,00%), sedangkan mengucapkan maaf tidak ditemukan. Dari segi strategi bertutur, ditemukan empat strategi yang digunakan, dengan strategi bertutur samar-samar sebagai strategi paling dominan (34,00%), diikuti strategi terus terang tanpa basa-basi (31,33%), kesantunan positif (27,33%), dan kesantunan negatif (7,33%). Temuan ini menunjukkan bahwa warganet cenderung menyampaikan kritik terhadap kebijakan kesehatan secara tidak langsung melalui sindiran dan ungkapan implisit.